Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Mengikuti Permainan Politik


__ADS_3

Lin Xuan kemudian menyerang dantian orang tersebut hingga orang itu berteriak begitu kesakitan. Apa yang dia lakukan adalah merusak titik vitalnya yang seharusnya itu membuatnya cacat selamanya. Sehingga dia tidak akan bisa berkultivasi lagi.


Secara tiba-tiba, Lin Xuan menarik lengan Wue Yei ke belakang. Melompat ke arah dahan pohon dan melihat posisi Xinran dari kejauhan yang bingung mengapa Lin Xuan dan Wue Yei pergi.


Tapi tatapan Xinran kemudian fokus ke samping. Ketika ada beberapa kereta kuda mewah yang berhenti di samping kereta kuda Xia Xinran. Diikuti juga oleh beberapa prajurit yang memiliki atribut lebih lengkap dibandingkan dengan atribut kerajaan.


“Ran’er!”


Sosok pria tampan, dengan pakaian yang elegan dan perhiasan yang menawan turun dari kereta kuda. Wajahnya juga cukup terkejut saat melihat Xia Xinran hanya duduk dengan seseorang yang penuh ketakutan karena melihat sosok pangeran Han Yifan datang.


“Fan Gege? Ke-kenapa engkau datang ke sini?”


“Ran’er, apa yang terjadi? Aku sebenarnya berniat datang untuk menjemputmu.”


“A-aku diserang. Orang itu mengatakan bahwa dia suruhan dari pangeran Han Tan. Untung saja aku membawa seorang pengawal, dan mereka sedang pergi secara tiba-tiba.”


Han Yifan melihat orang yang terlihat ketakutan tersebut dengan tatapan tajam. Tapi dia segera memeluk Xia Xinran dan memberikan kehangatan dan ketenangan dalam dekapannya. “Ran’er, maafkan aku hingga kau pada akhirnya terlibat. Sebenarnya aku tidak tertarik dengan politik, tapi ketika pangeran Han Tan terus mengajakku masuk ke dalam permainannya, terpaksa aku harus mengakhirinya.”


“Kau pasti ketakutan saat beberapa minggu yang lalu kau dituduh berselingkuh dengan pangeran Han Tan. Tapi, aku sama sekali tidak mempercayainya, Ran’er, aku percaya bahwa kau akan ada di sisiku.”


Xia Xinran tersenyum sambil menangis dan semakin menutup wajahnya di dekapan Han Yifan.


Di sisi lain, baik Wue Yei dan Lin Xuan, dia duduk di sebuah dahan pohon secara tersembunyi agar tidak ketahuan dari pandangan Han Tan.

__ADS_1


“Tuan, rencana apa yang akan kau mainkan?” Tanya Wue Yei cukup penasaran.


Sebelum itu, Lin Xuan mengerutkan dahinya. Dia bisa melihat bahwa Han Yifan memiliki kultivasi yang terhambat. Terbukti bahwa pangeran tersebut hanya berada di tahap bintang pertama Core Formation.


Hal tersebut membuat Lin Xuan berpikir. Betapa tersiksanya sebenarnya Han Yifan itu sendiri? menghadapi cacian dan celaan sebagai seorang pangeran, apalagi dari keluarganya sendiri adalah tidak berat. Untung saja, dia terlihat begitu mempesona dalam kecerdasan. Bahkan dia juga berniat untuk mengikuti permainan politik dari kakaknya.


“Ini menarik, Wue Yei, bagaimana jadinya jika aku mendukung Han Tan?” Tanya Lin Xuan.


“Itu buruk, tapi aku akan menyetujui apapun langkahmu tuan. Jika kau mendukung Han Tan, maka aku juga mengikuti Anda.” Jawabnya.


Lin Xuan kemudian tersenyum. Dia kemudian menutup wajahnya menggunakan sebuah topeng yang digunakan pembunuh yang ditugaskan oleh Han Tan untuk membunuh Xia Xinran. Dia lantas merespon apa yang dikatakan oleh Wue Yei, “Wue Yei, dukunglah Han Yifan. Aku akan mendukung Han Tan untuk melihat seberapa pantas Han Yifan. Meski ini sedikit ekstrim, tapi aku ingin sesuatu yang menarik.”


Wue Yei menatap Lin Xuan dengan penuh rasa takjub. Dia benar-benar tidak bisa menebak apa yang sebenarnya tuannya pikirkan. Sehingga dia hanya mengangguk dan mengikuti apa yang diucapkan oleh Lin Xuan.


Dia kemudian melompat turun, tepat di dekat Han Yifan yang berusaha untuk menenangkan hati Xia Xinran.


“Fan Gege, hentikan. Dia adalah sosok yang menjagaku. Tapi, nona Wue Yei, dimana tuan Lin Xuan?”


Wue Yei menjawab, “Tuanku sedang pergi karena ada urusan lain. Jadi aku akan bertugas untuk menjaga tuan putri tepat sampai di istana kekaisaran."


Han Yifan menghela napas dengan cukup lega. Kemudian dia membungkukkan badannya dengan penuh hormat. Tidak peduli bahwa dia adalah seorang pangeran kekaisaran, dia tetap menunjukkan etika untuk mengucapkan rasa terimakasih yang begitu besar.


“Nona Wue Yei, aku benar-benar mengucapkan banyak terimakasih. Jika di lain kesempatan aku bisa bertemu dengan tuan Anda, aku juga akan mengucapkan rasa terimakasih. Nona Wue Yei, jika Anda berkenan, maukan Anda menjadi pengawal pribadi untuk tunanganku yaitu Xia Xinran?” Ucapnya sambil bertanya.

__ADS_1


Wue Yei langsung setuju. Itu karena tuannya Lin Xuan mengucapkan bahwa dirinya harus mendukung Han Yifan alias masuk ke dalam fraksinya. Sedangkan Lin Xuan sendiri masuk ke fraksi Han Tan. Entah apa yang direncanakan tuannya, tapi yang jelas Wue Yei juga akan mengikuti permainan buta ini.


“Tentu saja, suatu kehormatan bisa menjadi pelindung bagi tunangan pangeran Han Yifan.”


Mereka cukup senang, dan pada akhirnya kembali ke kereta kuda mereka, ditambah dengan Wue Yei yang menjadi pengawal pribadi Xia Xinran. Selain itu, sosok yang menyerang Xia Xinran ditinggalkan di tengah hutan ini karena terlihat tak berguna dan sudah cacat. Sehingga lebih baik dijadikan sebagai makanan bagi binatang spiritual.


“Tidak, tolong! Jangan tinggalkan aku!” Teriak orang itu dengan jeritan yang terdengar nyaring.


Tapi, dia hanya tinggal sendirian. Itupun para prajurit yang dia lumpuhkan sudah disadarkan oleh prajurit kekaisaran.


Sedangkan Lin Xuan, dia meloncat dari atas pohon. Berdiri di samping orang itu dengan menggunakan topeng yang sebelumnya orang itu gunakan. Sehingga hal tersebut memicu kembali rasa takut orang tersebut yang tak karuan.


“Jadi, apakah kau merupakan seorang pasukan khusus yang dibuat oleh Han Tan?”


Orang itu hanya mengangguk dan tidak memberikan sepatah kata apapun.


“Tampaknya Han Tan kurang profesional dalam bertarung di alam rimba. Aku cukup yakin bahwa Han Yifan, meskipun dia lemah dia bisa memimpin kekaisaran dengan baik. Tapi, juga sudah waktunya untuk mendidik Han Tan.” Ucap Lin Xuan dengan senyuman yang tak dia tampakkan.


“Bisakah aku meminta lencana mu agar aku bisa keluar masuk ke ibukota kekaisaran? Aku cukup berterima kasih jika kau menyerahkan lencana itu.”


Orang itu lagi-lagi mengangguk. Dengan berat hati juga dia menyerahkan sebuah lencana giok khusus yang mana membuatnya masuk dengan cukup mudah, bahkan di lingkungan kekaisaran sekalipun. Sehingga Lin Xuan cukup senang saat menerimanya.


“Terimakasih, sebagai gantinya berjuanglah sendiri keluar dari hutan ini. Emm satu hal yang ingin ku bicarakan, aku akui pangeran Han Yifan adalah sosok yang cerdas, namun, bukankah pangeran Han Yifan sungguh bodoh dalam hal percintaan?” Tanyanya dengan senyum licik.

__ADS_1


Orang itu membuka matanya lebar-lebar, tubuhnya bergetar dan tidak bisa merespon apapun. Mulutnya terkunci dan tak bisa angkat bicara. Dibandingkan dengan Han Yifan, dia akui bahwa sosok di depannya jauh lebih cerdas.


Kemudian, Lin Xuan pergi dari tempat. Bergegas dengan melompat dari dahan pohon ke dahan pohon lain untuk menuju wilayah ibukota kekaisaran. Dalam pelariannya, dia juga sanggup untuk mengikuti kereta kuda milik kekaisaran dan bergerak dalam bayangan, sehingga tidak ada yang menyadari bahwa Lin Xuan berlari.


__ADS_2