Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Berburu Binatang Spiritual


__ADS_3

Hari berganti, bulan juga berganti. Kondisi Lin Xuan jadi lebih baik dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Tubuhnya juga tambah lebih berotot, kemampuan pedang setelah memiliki teknik sutra kecepatan juga jadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.


Apalagi, dia juga tidak masalah apabila harus melakukan aktivitas lari ke puncak bukit sebelum matahari terbit.


Bahkan setelah mempelajari teknik sutra kecepatan, Lin Xuan hampir tepat waktu dan hanya terlambat beberapa menit saja yang sangat jauh beda dibandingkan dengan sebelumnya.


Namun, perlu diketahui bahwa kemampuan teknik sutra kecepatan Lin Xuan masih berada dalam tingkat pertama.


Ini baru permulaan yang mana dia masih bisa untuk dikembangkan lagi. Sehingga, teknik sutra kecepatan milik Lin Xuan masih terbilang lambat.


“Xuan’er, cobalah untuk berburu binatang spiritual sendiri. Dan setelah kamu membunuhnya, kamu bisa mendapatkan kristal spiritual yang mana itu sangat membantu proses dalam kultivasi.” Kata Mei Lin yang memerintahkan Lin Xuan yang baru saja menyelesaikan proses kultivasinya.


“Jika perlu, kamu bisa melakukan kultivasi secara diam di dalam goa atau tumpukan batu, karena jika ada di sini, kamu akan kesulitan untuk berkonsentrasi. Aku akan menunggumu kembali.” Sambungnya.


“Baik guru, murid ini akan melakukannya dan kembali secepatnya.”


Lin Xuan pada akhirnya turun dari bukit dan bergegas menuju wilayah hutan yang mana dipenuhi oleh bintang spiritual. Tapi dia sama sekali belum berani untuk apa yang namanya masuk ke dalam lebih jauh, karena dia tahu bahwa semakin masuk ke dalam, maka semakin tinggi pula jenis binatang spiritual yang berkeliaran.


Dia berjalan perlahan. Serta dia juga sedikit membuka jangkauannya untuk mencari hawa keberadaan hewan ataupun yang lainnya.


Meski dia masih kultivator yang berada di ranah qi foundation bintang empat, mencari keberadaan setidaknya binatang spiritual biasa menggunakan jangkauan yang dia miliki bukanlah hal yang begitu sulit.


Apalagi setelah dia mendapatkan latihan yang keras dari Mei Lin, instingnya juga sedikit meningkat untuk mencari hawa keberadaan binatang spiritual biasa.

__ADS_1


Dalam radius beberapa meter, Lin Xuan bisa merasakan binatang spiritual yang mendekat ke arahnya. Tampaknya, binatang spiritual itu lebih ke binatang buas yang mengandalkan penciuman. Sehingga dia tahu ada sosok yang mendekat yang tidak lain adalah Lin Xuan.


Demi berjaga-jaga, Lin Xuan memegang erat gagang pedang yang ada pada selongsongnya. Sehingga apabila dia dikejutkan dengan serangan tiba-tiba, Lin Xuan bisa mengontrol dirinya dan tidak panik begitu saja.


“Bagus, datanglah kepadaku untuk menunjukkan bagaimana latihanku selama ini!” Ucap Lin Xuan dengan fokus ke arah depan.


Roarrrr!


Dan itu benar saja. Sosok beruang dengan bulu berwarna coklat lebat keluar dengan auman yang memekikkan telinga keluar di balik sebuah semak-semak. Bahkan auman tersebut cukup membuat Lin Xuan sedikit terdorong ke belakang saat dia menarik pedang secara bersamaan.


“Hanya seekor beruang spiritual biasa bintang empat?” Kata Lin Xuan dengan penuh percaya diri.


Beruang itu mulai menyerang Lin Xuan dengan melompat ke arahnya dengan kuku yang tajam seolah keluar di tangan beruang tersebut. Bahkan ketajamannya tidak seperti dengan kuku beruang biasa yang pernah Lin Xuan temui sebelumnya.


Lin Xuan bergegas melompat ke arah beruang tersebut, bahkan dia juga langsung mengayunkan secara cepat untuk memotong kuku beruang yang membuat Lin Xuan merasa tidak nyaman untuk melihatnya.


Tapi siapa yang menyangka, kuku tersebut sangat keras saat berhadapan dengan pedang Lin Xuan. Padahal seharusnya, dengan kecepatan ayunan pedang yang dikeluarkan oleh Lin Xuan, mampu untuk mematahkan kuku, bahkan tulang sekalipun. Akan tetapi nyatanya tidak.


“Kukunya sangat keras, jadi aku harus menyerang kulitnya.” Batin Lin Xuan yang langsung bergerak ke samping sebentar. Dan beberapa detik kemudian, dia sudah berada di samping beruang tersebut tanpa berpikir panjang untuk membunuhnya.


Beruang itu masih menyadarinya meskipun Lin Xuan bergerak dengan sangat cepat, sehingga untuk menangkal kekuatan pedang milik Lin Xuan, beruang tersebut justru membuka mulutnya lebar-lebar dan justru menggigit pedang Lin Xuan dengan sangat kuat. Hal tersebut tentu saja membuat Lin Xuan benar-benar terkejut karena beruang itu memiliki kekuatan gigi yang sangat kuat.


Untung saja pedang Lin Xuan tidak mengalami patah, hanya sedikit tergores dan tidak sampai retak yang mana itu sangat merugikan Lin Xuan.

__ADS_1


“Ini tidak masuk akal! Menahan ayunan pedang dengan menggunakan gigi itu tidak akan mungkin sanggup. Sanggup sekalipun akan membuat gigi beruang jelek ini rontok!” Ucap Lin Xuan pada dirinya sendiri.


Lin Xuan kemudian menyadari bahwa beruang yang ada di hadapannya memiliki struktur tulang yang sangat kuat. Hal tersebut bisa dilihat dari gigi dan kukunya yang tidak patah dalam sekali tebasan.


Sehingga, Lin Xuan berusaha menarik pedangnya yang tengah digigit dan beruang itu seolah enggan untuk melepaskannya. Apa yang dia lakukan adalah mengalirkan energi qi pada lengan kirinya dan memukul rahang beruang tersebut hingga melepaskan gigitannya.


“Baiklah, aku akan menggunakan kemampuan yang selama ini ku pelajari.” Kata Lin Xuan yang mana dalam hitungan detik dia sudah berada di samping beruang tersebut.


Kali ini dia tidak tanggung-tanggung untuk menggunakan teknik sutra kecepatan yang mana posisinya saat ini sudah berada di samping beruang tersebut. Sehingga, Lin Xuan sesegera mengayunkan pedangnya secara horizontal untuk memberikan sebuah kerusakan.


Sayangnya pedang Lin Xuan hanya mampu menggores dan melukai beruang yang menjadi musuhnya. Padahal Lin Xuan berharap bahwa beruang itu terbelah menjadi dua. Hal tersebut membuat dia menjadi yakin bahwa tulang beruang itu benar-benar sangat kuat.


Roarrr!


Beruang tersebut mengaum kesakitan, auman yang sangat keras tampaknya membuat Lin Xuan sedikit terdorong ke belakang lagi dan lagi. Kemudian, beruang tersebut sama sekali tidak ingin kalah dimana dia terus mengayunkan kuku cakarnya ke arah Lin Xuan dengan sangat cepat.


Lin Xuan menikmati pertarungan ini. Dia bisa menghindar dengan sangat gesit semua ayunan cakar yang diberikan oleh beruang tersebut. Bahkan dia tidak mengangkat pedangnya untuk menahan cakaran beruang.


“Apakah hanya ini kemampuanmu beruang jelek?” Lin Xuan mengangkat ujung bibirnya. Kemudian dengan sangat cepat yaitu menggunakan teknik sutra kecepatan, dia sudah berada di samping beruang untuk menggores perut beruang tersebut dari sisi yang lain.


“Perut adalah bagian sensitifmu jika seperti itu. Karena sama sekali tidak ada tulang yang melindunginya bukan?” Ucap Lin Xuan sambil mengayunkan pedangnya ke depan.


Beruang tersebut sangat terkejut. Dan lagi-lagi dia mengeluarkan raungan kesakitan karena perutnya terbelah dan mengeluarkan usus-ususnya.

__ADS_1


Kemudian Lin Xuan kembali mengayunkan pedangnya secara vertikal guna membelah dada beruang tersebut yang tampak kesakitan dan tidak mampu untuk menyerang Lin Xuan lagi. Tak berhenti begitu saja, untuk memastikan bahwa beruang itu sudah mati, Lin Xuan menusukkan pedangnya di antara rusuk-rusuk beruang tersebut hingga menembus jantung.


“Ternyata sangat mudah.” Ucap Lin Xuan sambil tersenyum puas. Lagipula, baru kali ini dia bisa bertarung dengan mengandalkan sebuah kultivasi.


__ADS_2