
“Anak itu? Siapa yang Anda maksud para patriak sekalian?” tetua sekte Kuil Emas bertanya-tanya.
Dalam hatinya seharusnya para patriak dari ketiga sekte itu menyambut masing-masing dari muridnya. Atau minimal melakukan saling sindir tentang siapa yang keluar paling akhir itu. Tapi, siapa yang menyangka bahwa patriak dari ketiga sekte seolah mencari keberadaan seorang anak yang mereka sendiri juga tidak tahu siapa anak tersebut.
Bukan hanya para tetua dari ketiga sekte, bahkan para murid yang baru keluar juga terkejut mendengarnya. Tapi rasa terkejut mereka sangat berbeda dengan apa yang tetua rasakan. Mereka terkejut karena kemungkinan para patriark mengetahui tentang apa yang baru saja terjadi di dalam.
Sedangkan rata-rata dari mereka mengetahui bahkan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada orang asing yang masuk ke dalam makam kuno dan mengganggu ekspedisi mereka.
“Wue Yei, seharusnya kau mengetahui anak tersebut. Dia yang melawanmu saat baru saja tiba di dalam makam.” Sahut Fen Jihyang dengan tatapan serius.
“Maaf kelancangan murid ini patriak. Tapi apakah Anda melihat semua yang terjadi.” Tanya Wue Yei dengan penuh hormat.
“Semuanya murid dalam memiliki segel yang tidak mereka sadari. Sehingga kami bisa melihat apa yang murid dalam lihat.” Jawab Fen Jihyang.
Mendengar hal itu, baik itu murid dalam dari ketiga sekte yang ikut menjadi berkeringat dingin saat mereka menyepelekan rekan mereka dan tidak membantunya. Terutama Jin Hao yang mana tidak bisa menjaga rekannya dengan begitu baik.
“Jika memang begitu, seharusnya anak yang Anda maksud masih berada di dalam. Retakan juga masih belum ....”
Belum selesai Wue Yei berbicara, sebuah hembusan angin bergerak dengan sangat kencang keluar dari retakan tersebut seolah ada baru saja yang lewat. Bahkan para tetua dan patriak juga menyadari akan hal itu dan sanggup untuk melihat siapa yang baru saja keluar. Tapi untuk kecepatan yang keluar baru saja, para patriak tidak bisa menganggapnya dengan remeh.
Mereka langsung mengikuti kemana perginya orang tersebut yang baru saja keluar dari retakan. Karena yang pasti, anak yang dimaksud adalah sosok tersebut, sehingga mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
__ADS_1
“Ada yang mengejarku?” Lin Xuan menoleh ke belakang. Tentu saja dia merasa cukup risih apabila diikuti oleh seseorang. Bukan seseorang lebih tepatnya, melainkan tiga orang dengan kultivasi yang sangat tinggi.
“Kenapa para patriark itu mengejarku? Ah sial, itu membuatku ingin sekali menguji kekuatan yang baru saja kudapatkan.” Ucapnya sambil menarik sebuah pedang abad kegelapan yang sebelumnya menjadi sebuah tato di tangannya.
Tidak heran juga saat Lin Xuan menggunakan teknik sutra kecepatan, para patriak itu masih mengikutinya yang menunjukkan bahwa mereka bukanlah lawan yang sepadan untuk Lin Xuan.
Kemudian dengan cukup sigap, Lin Xuan menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Menghadap tiga orang patriark yang tentunya entah kenapa sangat repot-repot untuk
“Jurus lautan kematian!”
Saat Lin Xuan mengayunkan sebuah pedangnya secara horizontal. Gelombang kegelapan muncul membanjiri semua yang ada di hadapan Lin Xuan. Bahkan pepohonan seolah terbelah menjadi rata sekaligus saat gelombang kegelapan itu lewat bagaikan secepat cahaya.
“Sebuah kecepatan yang tidak masuk akal untuk anak usia sepertimu. Serta jurus yang hebat. Kau merupakan kultivator yang berbakat. Tapi kuharap kau bukan dari sekte hitam manapun. Apakah kau memang seorang kultivator core formation bintang satu?” Ji Huang bertanya.
“Patriark sekte dari Pedang Suci, maaf aku tidak bergabung dengan sekte manapun. Dan juga tidak tertarik untuk bergabung dengan sekte manapun.” Ucap Lin Xuan.
Saat itu juga, dia membuka matanya lebar-lebar karena ada yang janggal dengan ini semua. “Kenapa aku tahu bahwa mereka adalah patriark dari sekte mana. Padahal aku baru saja muncul di daratan ini. Apakah ini adalah kekuatan dari Sphinx?”
“Hahaha, bergabunglah dengan sekte Langit Biru. Kau akan menjadi murid dalam di sekte ini, apa yang kau inginkan? Sumber daya yang kau inginkan juga kemungkinan akan terpenuhi.” Fen Jihyang dengan menawarkan yang begitu menggiurkan.
“Jangan percaya, sekte langit biru adalah sekte paling lemah di antara ketiga sekte. Bergabunglah ke sekte pedang suci. Di antara ketiga sekte, sekte pedang suci memiliki murid inti, murid khusus di antara para tetua. Beberapa tetua akan tertarik denganmu.” Ji Huang berbicara.
__ADS_1
Lin Xuan kemudian menghilang dari pandangan mereka bertiga. Tapi tentunya pergerakan Lin Xuan masih bisa diikuti oleh ketiga patriak sekte karena perbedaan kekuatan yang begitu signifikan. Terlebih, kultivator ketiganya yang sudah mencapai Dao fusion, tentunya melihat kecepatan Lin Xuan sudah hal yang biasa.
Tapi bagi mereka, itu masih terlalu cepat untuk anak dengan kultivasi dan umur seperti itu.
Mereka semakin tertarik, tapi Ji Huang tidak membuang-buang waktu untuk mengikutinya. Sehingga dia berencana kembali tapi menggunakan sebuah cara tertentu agar bisa merekrut Lin Xuan. Begitupun dengan Chang Ai yang merupakan patriark sekte Kuil emas memilih untuk pergi.
Berbeda dengan Fen Jhiyang, dia yang merasa begitu muak dengan perlakuan dua sekte di atasnya, dia tidak menyerah untuk mendapatkan orang yang berbakat. Mengalahkan empat patung emas yang bahkan belum tentu bisa dikalahkan oleh core formation bintang delapan.
Sehingga dia memutuskan untuk mengejar kemana perginya Lin Xuan untuk menawarkan bergabung di sekte miliknya.
Lin Xuan tentunya melirik ke belakang. Melihat kegigihan orang satu ini sebenarnya membuat dia ingin berhenti, tapi sayangnya dia tidak memiliki waktu yang begitu banyak. Jika bukan karena dia bukanlah seorang patriak sekte, Lin Xuan akan tetap berbalik badan dan melawannya.
Tapi itu semua terhenti saat Lin Xuan melihat sebuah kobaran api berwarna emas, membentuk sebuah naga setelah hempasan kipas yang tiba-tiba melesat di samping dirinya. Kobaran api berbentuk naga itu seolah melahap pepohonan hingga terbakar habis, bagaikan naga yang membabat semuanya.
“A-apa? Jurus macam apa ini?” Fen Jihyang melotot dan merasakan kekuatan yang cukup besar. Kemudian dia menyilangkan tangannya di dada untuk mengeluarkan qi yang bertujuan untuk menahan kekuatan tersebut.
Dan itu tidak sesederhana yang Fen Jihyang pikirkan, dimana perlindungan yang dia buat langsung hancur begitu saja saat terkena sebuah naga api emas yang ukurannya sangat besar. Bahkan dia terlempar ke belakang dengan luka yang cukup berat.
Setelah itu, orang tua tersebut sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan Lin Xuan sedikitpun. Justru dia berdiri dengan menahan dadanya yang sangat sakit selepas tekanan dari serangan tersebut yang sangat besar.
“Dia benar-benar iblis! Apakah setelah itu aku akan memaafkanmu? Tunggu saja dirimu sialan!” Teriak Fen Jihyang setelah mendapatkan perlakuan yang kurang baik yang menurutnya berasal dari Lin Xuan. Padahal sebenarnya tidak.
__ADS_1