Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Sok Kuat


__ADS_3

Tidak ada pikiran untuk tepat waktu bagi Lin Xuan meskipun saat ini dirinya memiliki perubahan yang signifikan. Lebih tepatnya, dia hanya lari kecil biasa untuk menuju puncak bukit.


Tidak peduli apakah dia sampai lebih lama setelah matahari terbit, tapi yang pasti dia memang sengaja untuk terlambat saat ini.


Mungkin sangat aneh apabila orang lain mengetahui apa yang dilakukan oleh Lin Xuan. Mendapatkan sesuatu bagaikan berlian yang membuat dia berubah secara signifikan seharusnya bisa berlari lebih cepat. Tapi dia seolah meremehkan akan hal tersebut.


“Tumben tidak ada jebakan yang dipasang? Apakah guru lupa untuk memasangnya?” Batin Lin Xuan dengan tatapan mencurigakan di sekitar.


Tapi dia tidak peduli. Lagipula jika ada jebakan sekalipun tidak akan berefek baginya karena dia sudah terbiasa untuk menghindari itu semua. Remaja itu terus beranjak mengayunkan kedua tangannya bergantian mengikuti irama kaki.


Beberapa saat kemudian, Lin Xuan berhasil ke puncak bukit. Tapi ini jauh lebih terlambat dibandingkan dengan sebelumnya karena matahari sudah berada naik sepenggalah.


Kali ini ada sedikit perbedaan setelah Lin Xuan naik ke puncak bukit. Setiap kali dia naik, pasti akan disuguhi oleh pemandangan dimana gurunya duduk santai sambil menyeruput teh. Tapi kali ini tidak.


Sosok wanita yang sangat anggun, kulitnya seputih dan selembut salju melakukan gerakan bela diri yang mengagumkan. Apalagi sebuah kipas yang ada di tangan wanita itu, membuat mulut Lin Xuan terbuka lebar alias terpana.


Setiap gerakan yang dikeluarkan membuat Lin Xuan baru kali mengetahui tentang gaya bertarung milik Mei Lin. Hal tersebut tentunya membuat Lin Xuan semakin bangga dan terus ingin menghormati gurunya.


“Aku tidak tahu berapa usia guru, tapi aku akui apabila banyak laki-laki di sini, tatapan mereka tidak akan teralihkan. Sial, seorang ratu atau bangsawan saja pasti kalah.”


“Kenapa kau berdiri di situ? Kau terlambat empat jam. Aku bosan menunggumu.” Wanita itu tampaknya menghentikan aksinya saat menyadari tentang siapa yang datang.


“Aku menolak guru!” Tegas Lin Xuan.


Mei Lin terkejut, kemudian dia memfokuskan tatapannya kepada wajah Lin Xuan. “Jangan berpikir setelah kau naik ranah kultivasi, kau menganggap dirimu sudah kuat anak muda?”

__ADS_1


“Hukumanmu menjadi 8 jam. Jika kau menolak dengan keras maka jangan salahkan aku jika aku memerintahkanmu dengan keras.” Sambungnya.


“Tapi aku menolak dengan halus semua perintah Anda. Perintah Anda sama sekali tidak berguna.” Kata Lin Xuan lebih berani.


Tatapan Mei Lin berubah serius. “Kau, baru kali ini kau berkata seperti itu. Apakah kau ingin diberikan sebuah pelajaran? Kau ingin berdiri 16 jam setelah mendapatkan pukulan telakku!”


“Guru, Aku bertanya. Jika guru memerintahku seperti itu, apakah guru juga sanggup melakukannya?”


“32 jam! Jaga bicaramu Xuan’er! Kau harus menyadari siapa yang menjadi lawan bicaramu!” Teriak Mei Lin dengan nada suara yang tinggi.


Mendengar hal itu, Lin Xuan tersenyum. Kemudian dia bertekuk lutut di hadapan gurunya. “Murid siap melakukan hukuman dari guru dengan waktu selama itu.”


Pupil mata Mei Lin membesar. Dia baru menyadari sesuatu saat dirinya ternyata sedang dipermainkan. “Ternyata kau sengaja membantah agar bisa mendapatkan waktu selama itu bocah tengik? Apakah setelah kau mengalami terobosan kau menganggap dirimu kuat? 32 jam itu satu hari lebih. Jangan bermain-main dengan nyawamu.”


“Tapi itu pilihanmu. Jika kau ingin maka silahkan.”


“Hei bocah tengik! Apa kau ingin bunuh diri?”


“Tidak sama sekali guru. Aku hanya ingin mencoba. Guru bisa turun dan beristirahat selama aku mendalami hukuman.”


Dalam hati Mei Lin sebenarnya sangat takjub dengan tekad Lin Xuan yang begitu besar. Dia hanya tersenyum kecil saat Lin Xuan tidak memperhatikannya. “Yang mulia, jika Anda melihat ini pasti Anda sangat bangga.”


Dua tiga empat atau lima jam Lin Xuan mungkin masih bisa menahannya. Tapi setengah hari akan berlalu, tangan Lin Xuan sudah menunjukkan tanda-tanda kram. Tapi dia belum merasakan rasa sakit yang berat. Pikirnya dia masih bertahan.


Tapi itu bermula saat 10 jam lamanya. Lin Xuan sudah merasakan rasa sakit, berat batang kayu seolah bertambah lebih berat. Lengan lin Xuan sudah mengalami tekanan yang begitu luar biasa dan membuat dia hampir frustasi. Kakinya juga sudah mulai bergetar seolah tidak mampu menopang tubuh dan berat batang.

__ADS_1


Keringat juga mulai bercucuran walaupun matahari sudah tenggelam sepenuhnya. Lin Xuan tidak tahu apakah dia masih bertahan dengan hukuman yang dia inginkan sendiri?


“Tahan Lin Xuan, ini baru 10 jam. Butuh waktu 26 jam lagi.” Gumam Lin Xuan.


Di sisi lain Mei Lin memperhatikan dalam sembunyi dan tidak menunjukkan hawa keberadaannya sedikitpun kepada Lin Xuan. Dia ingin melihat lebih dalam tentang apakah anak itu bisa bertahan lebih lama lagi atau tidak. Masalahnya Lin Xuan sama sekali belum pernah mendapatkan hukuman selama ini.


11 12 jam berlalu, Lin Xuan sudah tidak tahan lagi. Padahal pikirnya ini belum ada setengah dari 36 jam. Napasnya terengah-engah, kaki tangannya mati rasa. Bocah tengil sok kuat itu perlahan menjatuhkan batang kayu bersamaan dengan tubuhnya yang ambruk perlahan seolah tidak mampu menopang lagi.


“Sudah kuduga. Anak itu sok kuat mentang-mentang naik ke ranah Core Formation. Tapi aku benar-benar bangga dengannya.” Ucap Mei Lin yang mana dia keluar dari tempat persembunyiannya dan akan menyeret Lin Xuan yang tidak sadarkan diri itu.


“Bocah tengik, jika ayahmu tahu hal ini dia pasti akan bangga. Tapi berbeda dengan ibumu. Apa yang harus ku katakan?”


Lin Xuan akhirnya terbangun keesokan harinya. Saat ini dia mendapati di atas tempat tidurnya dengan Mei Lin yang duduk di atas kursi, dan tertidur bersandar di dinding kayu.


“Tanganku! Aku tidak merasakan tanganku!”


Teriakan Lin Xuan membuat Mei Lin terbangun seketika. Tapi setelah dia melihat tingkah bodoh dari Lin Xuan, justru wanita itu beranjak pergi keluar dari gubuk Lin Xuan..


Sedangkan Lin Xuan, dia sangat terkejut sesaat setelah pikirannya kacau. Setelah bangun tidur dia berpikir bahwa kedua tangannya diamputasi karena dia tidak merasakannya. Tapi setelah dia benar-benar bangun, dia menelan ludah saat tangannya ternyata terlihat loyo dan tidak bisa digerakkan sama sekali.


“Hei bocah sok kuat, aku akan membuat tanganmu kembali hidup. Dan setelah ini lawan aku!”


Teriakan wanita itu membuat Lin Xuan sakit telinga. Kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya dan pergi keluar.


Yang dirasakan Lin Xuan sendiri sangat aneh. Tangannya bergelantungan seolah tidak bisa digerakkan. Dia yakin bahwa ini merupakan akibat dirinya mencoba sok kuat di hadapan Mei Lin sehingga tangannya lemas dan loyo.

__ADS_1


“Padahal aku hanya ingin mencoba khasiat kolam tersebut yang menempa tulang menjadi lebih baik.” 


__ADS_2