
Apalagi saat bertarung secara langsung, patriark sekte sama sekali tidak berpindah tempat yang membuat Wue Yei dan Huang Yun merasa lawannya adalah orang yang cukup tangguh. Bahkan Fen Jhiyang hanya mengandalkan sebuah pertahanan dan mengeluarkan jenis teknik apapun untuk menyerang mereka semua.
“Tidak! jika kau ingin, maka kau bisa terjun ke kawah gunung Huanggua bajingan!” Teriak Huang Yun dengan suara yang cukup keras untuk didengar.
Suaranya menggelegar, dia bergerak ke arah Fen Jihyang dengan penuh emosi. Bahkan wajahnya merah menunjukkan bahwa memendam amarah yang saat ini akan dia ledakkan kepada Fen Jihyang.
Melihat Huang Yun yang mendekati Fen Jihyang, Fen Jihyang mengulurkan tangannya. Seketika sebuah tali berapi muncul mengikatnya. Sehingga membuat Huang Yuan berteriak kesakitan karena api itu benar-benar panas.
Sedangkan Wue Yei, dia mengalami krisis yang cukup besar. Dimana Lin Xuan dalam posisi tak sadarkan diri dan dalam kondisi di rantai. Sedangkan Huang Yun juga diikat oleh api yang membuatnya sama sekali tidak bisa bergerak.
“Kau! Jika ingin dua rekanmu ini selamat. Melompatlah ke kawah dan jadilah tumbal terakhir.” Yuan Rong menunjuk ke arah Wue Yei. Kesabarannya sudah benar-benar habis karena mengalami kendala dari awal. Gangguan dari awal yang membuat semuanya menjadi tidak sesuai rencana.
Jika mungkin berjalan lancar, naga timur sudah dibangkitkan semenjak awal. Sehingga dia sudah menguasai kerajaan, bahkan kekaisaran Han untuk saat ini. Tapi bukanlah masalah, semuanya sudah berakhir baginya sehingga kekuatan abadi akan berada di tangannya sebentar lagi.
Hanya kurang satu tumbal saja, maka kebangkitan naga timur akan terjadi. Kekuatan yang cukup mengerikan ada padanya. Naga itu bukan menjadi seorang bawahan, tapi Yuan Rong lah yang menjadi seorang bawahan. Dengan dia membangkitkan naga yang menjadi tuhan baginya, dia berharap bahwa naga itu memberikan sebuah kekuatan yang besar.
Itulah tujuan aliran penyembah naga timur berdiri.
Wue Yei menggertakkan giginya. Dia pada akhirnya menurut sehingga tidak ada cara lain untuk menyelamatkan tuan ataupun seniornya. Sehingga dia bergerak ke pinggir kawah dan menatap ke bawah dengan kengerian. Wajahnya seputih kertas dengan tubuh yang seolah membeku.
“Tidak! jangan!” Teriak Huang Yun.
__ADS_1
Namun Wue Yei tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Huang Yun. Sehingga dia menjatuhkan dirinya ke arah kawah dan berharap semuanya akan berakhir baik-baik saja. Tidak peduli dengan dirinya, selama tuannya bisa hidup maka ini jauh lebih baik.
“Tuan, maafkan aku.”
Tiba-tiba saat Wue Yei terjatuh, sebuah tangan menahan lengan Wue Yei hingga tidak benar-benar terjatuh. Wue Yei yang menyadarinya, dia melihat ke atas dan menyadari bahwa Huang Yun telah lepas dari jeratan Fen Jihyang. Sehingga dia berhasil menahan Wue Yei hingga tidak terjatuh ke arah kawah.
“Junior, jangan buat dirimu mati!”
“Huang Yun, lepaskan tanganmu!” Teriak Fen Jihyang.
Yuan Rong yang merasa bahwa itu menjadi hambatan yang begitu besar. Dia benar-benar murka. Dia tidak memiliki cara lain selain bergerak ke arah Huang Yun yang sedang menahan Wue Yei. Jika tidak diselesaikan dengan begitu baik, maka kekuatan abadi akan sangat lama berada di tangannya.
Melihat Yuan Rong yang mendekat ke arahnya. Huang Yun segera menarik Wue Yei untuk naik ke atas dasar. Tapi, sebagai gantinya dan berharap semuanya bisa berakhir tanpa mengorbankan Wue Yei, Huang Yun menggantikan tugas Wue Yei, dimana dia menjatuhkan dirinya ke arah kawah yang berisi lahar panas.
Wue Yei berteriak secara histeris. Wajahnya dipenuhi oleh air mata yang keluar secara mendadak, penuh keputusasaan dan penyesalan. Tangannya dia ulurkan ke bawah seakan dia ingin menggapai Huang Yun yang terjatuh ke kawah.
Tapi dalam hitungan detik, semuanya telah terselesaikan. Baik Fen Jhiyang ataupun Yuan Rong, mereka semua tersenyum begitu lebar. Dan saat itu juga, Fen Jihyang memukul tengkuk Wue Yei yang mengakibatkan dia pingsan dan tak sadarkan diri.
Sebuah aura kegelapan keluar dari lahar panas, kemudian diserap oleh pecahan kristal berwarna merah muda yang berada di tengah-tengah. Cahaya bulan purnama juga memancar masuk ke dalam kawah, menyinari pecahan kristal yang terlihat elok tapi sebenarnya hendak mendatangkan bencana yang begitu besar.
......
__ADS_1
“Yashimaru! Kau benar-benar seorang iblis terkejam. Kau tidak tahu siapa yang ada di hadapanmu! Seorang dewa kematian. Yashimaru! Kau membuat kesalahan yang begitu besar!”
Seorang dewa, dimana dia memiliki sayap hitam legam. Tapi kondisinya benar-benar buruk. Dia berada di sebuah tiang yang mana tangan kakinya diikat dengan sebuah rantai berwarna hitam. Tapi wajahnya juga menunjukkan sebuah emosi yang begitu besar yang akan meledak.
Di sekitar area dewa kematian, terdapat dunia bagaikan neraka. Semuanya seolah serba merah dan hitam bagaikan magma. Apalagi aura kematian dan kegelapan yang cukup besar. Cukup yakin, dari jarak ratusan juta kilometer aura tempat ini bocor, sungguh mampu menguapkan air laut.
Di hadapan dewa kematian, seorang iblis dengan tubuh berwarna merah. Tanduk melingkar dengan tampang yang cukup mengerikan. Juga iblis itu membawa sebuah kapak yang ukurannya lebih besar daripada tubuhnya. Selain itu rambutnya juga panjang terurai dengan wajah yang benar-benar menarik.
Tapi napasnya terengah-engah, seakan baru saja melakukan pertarungan yang cukup besar. Itu memang, karena akhir pertarungan besar hampir saja terjadi. Yaitu pertarungan antara dewa kematian dan demon of demon yang tidak lain adalah iblis kegelapan Yama.
“Yama, sang dewa kematian. Akhirnya setelah berhari-hari pertarungan ini berakhir. Aku sebagai iblis, benar-benar merasa terhormat bertarung denganmu.” Ucap iblis tersebut dengan suara yang mendengung.
“Ini belum berakhir Yashimaru! Ratusan, ribuan atau jutaan tahun yang akan datang. Aku akan datang dan melakukan pertarungan ulang! Kita sama-sama tercipta dalam kegelapan. Tapi perbedaan kita sungguh mencolok karena aku berasal dari kegelapan yang suci. Yashimaru, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, tapi yang pasti god of god tidak akan pernah memaafkanmu!” Kata Yama dengan cukup tegas.
“Tapi celestial tidak akan membiarkan god of god dan demon of demon bertarung atau akan terkena kutukan berat. Tapi Yama, aku akan menunggu ratusan atau ribuan tahun lagi, hahaha tapi ku harap ini menjadi pertarungan terakhir!”
Yama menggertakkan giginya, dia kemudian membatin. “Aku sudah mengunci empat hewan suci ke kristal yang menjadi kunci di mata ilahi dan menyebar ke tempat yang berbeda. Celestial yang agung, dengan jiwa yang tulus beri aku kesempatan yang kedua, dan buat hewan-hewan suci itu tidak melupakanku dikala aku menemukan mereka.”
Yama memejamkan matanya setelah Yashimaru mengeluarkan sebuah serangan terakhir. Dimana kapak yang cukup besar diayunkan tepat pada kepalanya.
Ketika itu,Yama merasakan bahwa kepalanya terjatuh. Dia sedikit membuka matanya bahwa tubuhnya masih diikat dengan sebuah rantai milik iblis. Tentu saja, ketika kepalanya menyentuh tanah, kesadarannya mulai menghilang dan dia benar-benar sudah meninggalkan dunia ini.
__ADS_1
Namun, di saat yang bersamaan. Saat dewa kematian merasa kepalanya sudah menyentuh tanah dan kesadarannya mulai hilang. Lin Xuan tiba-tiba membuka matanya, gambaran terbentuk bahwa di depannya terdapat sebuah kegelapan yang melesat ke atas. Berbeda dengan tadi bahwa kesadarannya adalah sebuah ingatan masa lalu.