Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Simbol Empat Pecahan Kristal


__ADS_3

“Ba-bagaimana mungkin! Aku sudah yakin dengan begitu jelas bahwa beberapa detik yang lalu dia bertanya tentang dalang dibalik ini. Seolah setelah membunuh dia mampu menyerap pikiran orang yang dibunuhnya.”


Pembunuh bayaran yang tersisa itu tidak bisa menerima itu. Lin Xuan sudah mengetahuinya, maka hal tersebut akan membuat semuanya menjadi berbahaya. Sehingga dia bergerak dengan sangat cepat dan menarik tali busurnya untuk mencegah Lin Xuan pergi.


Sayangnya Lin Xuan sudah menyadari akan hal itu, dia juga bergerak dengan sangat cepat dari dahan pohon ke pohon yang lain sambil melirik ke belakang. Juga menghindari semua jurus yang pembunuh bayaran itu berikan dari busur panahnya.


Aksi pengejaran Lin Xuan benar-benar sangat dramatis terjadi di atas pepohonan. Karena baik Lin Xuan ataupun pembunuh bayaran tersebut, mereka semua melompat dari pohon ke pohon lain tanpa bisa dilihat dari mata telanjang.


Bagi pembunuh bayaran itu sendiri, kecepatan Lin Xuan benar-benar sangat cepat. Bahkan kecepatannya tidak mampu untuk mengejar kecepatan Lin Xuan yang menurutnya semakin menjauh dari pandangannya.


Bahkan ketika dia melepaskan jurus menggunakan busur panahnya, itu semua menjadi tidak berguna karena Lin Xuan gerakan menghindarnya benar-benar sangat lihai.


“Dasar orang bodoh.” Lin Xuan mengangkat salah satu ujung bibirnya, kemudian dia langsung berhenti mendadak di sebuah dahan pohon, kemudian dengan sangat cepat dia berbalik badan dan bergerak sangat cepat lagi ke arah pembunuh bayaran tersebut.


Kemudian, dia mengulurkan tangannya dalam posisi telapak tangan terbuka. Lantas, Lin Xuan menyentuh wajah yang tertutup pembunuh bayaran tersebut dan langsung membantingnya jatuh ke atas tanah.


Kecepatan tersebut benar-benar tidak disadari oleh pembunuh bayaran, bahkan saat Lin Xuan berbalik badan dan membantingnya jatuh di atas tanah, dia sama sekali tidak langsung sadar. Dia sepenuhnya sadar ketika dirinya sudah berada di atas tanah dalam kondisi kepala yang benar-benar mau pecah, di tambah tekanan dari tangan Lin Xuan.


“Aku sudah membiarkan dirimu hidup, tapi dengan bodohnya kau masih ingin mengejarku?”


Tidak hanya itu juga, Lin Xuan juga mengeluarkan sebuah aura yang cukup besar. Bahkan itu cukup membuat pembunuh bayaran itu terintimidasi dan juga bergetar hebat. Dia juga hampir muntah darah saat kepalanya ditekan ditambah dengan intimidasi yang cukup berat.


“A-apakah dia memang kultivator Core formation seperti yang dikatakan? Sial, aku tidak bisa melihatnya, auranya juga cukup besar.” Batinnya dengan tubuh yang tidak terkontrol. Wajahnya seketika juga mendadak seputih kertas melihat Lin Xuan dari sela-sela jarinya yang seolah hendak mengeluarkan api.

__ADS_1


Untungnya Lin Xuan menarik tangan kembali. Dia sudah tidak peduli dan memiliki urusan lagi dengan orang di hadapannya karena dirinya sudah mendapatkan informasi yang diperlukan. Selain itu, dia juga sudah tahu bagaimana orang itu bernasib nantinya.


Orang itu masih terbaring dengan wajah yang begitu ketakutan, bulu kuduknya juga semuanya berdiri. Nasib baiknya adalah Lin Xuan masih membiarkannya hidup dan tidak memberikan sebuah kematian yang mengenaskan.


Tapi tetap saja bahwa dirinya gagal menjalankan tugas. Dia tidak berani untuk kembali bahwa informasi telah bocor kepada target. Karena jika dia kembali maka dia akan dibunuh oleh Ma Guang. Sedangkan jika dia kabur, maka Ma Guang akan mencarinya, karena jika melebihi batas waktu dan tidak kunjung kembali untuk melaporkan segala sesuatu, maka dirinya akan dicari.


Tidak peduli itu di luar kota maka akan tetap dicari karena asosiasi pembunuh bayaran ‘Siluman’ benar-benar sangat luas hingga bisa dibilang mencangkup kekaisaran Han ini.


Untuk melindungi kehormatannya, dia mengambil sebuah pil di sakunya. Kemudian, dia memejamkan mata sambil menelan pil itu secara perlahan-lahan.


Setidaknya dia melakukan kematian tanpa mengeluarkan rasa sakit. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh pembunuh bayaran ketika dia sudah terpojok dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


Lin Xuan yang melihatnya dia tersenyum, kemudian dia fokus ke depan kembali untuk kembali ke kota untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi setidaknya, dia ingin kembali bukan untuk membalas Wue Dong terlebih dahulu, melainkan dia ingin mengikuti kompetisi itu.


Di dalam liontin mata ilahi sebelumnya saat Lin Xuan mengintrogasi pembunuh bayaran, tidak sengaja matanya tertuju pada sebuah catatan yang terselip di bawah rak tersebut. Sehingga dia teringat dan memutuskan kembali untuk melihat sebenarnya catatan apakah itu.


Dan yang benar saja, bahwa kertas yang terselip itu bukanlah ingat-ingatannya saja, melainkan memang benar ada. Sebelumnya mungkin dia bisa jadi tidak sengaja tidak melihatnya sehingga tidak mengetahui adanya kertas ini.


“Ini, ini yang kucari-cari tentang kristal yang terpecah menjadi empat, dan masing-masing pecahan tersebut melambangkan empat hewan legendaris pemilik tempat ini sebelumnya.” Ucapnya dengan senang.


Sayangnya, Lin Xuan sama sekali tidak paham siapa pemilik tempat ini sebelumnya, dia hanya tahu bahwa dirinya adalah seseorang yang terpilih, dan semuanya sudah direncanakan.


Dalam catatan tersebut bahwa ada sebuah penjelasan mengenai kristal yang memiliki empat sisi dan pecah menjadi empat pula, pecahan tersebut juga melambangkan hewan legendaris. 

__ADS_1


Di antaranya adalah naga hitam yang menjadi simbol kegelapan dan menjadi pecahan pertama pada kristal tersebut.


Selanjutnya, dia membaca dengan seksama bahwa partner selanjutnya adalah Cyberius, seekor anjing berkepala tiga, yang menjadi penjaga neraka paling setia. Bahkan meskipun dia terlihat sangat mengerikan, rupanya anjing tersebut sangat mematuhi perintah mutlak dari tuannya. Ini menjadi simbol pecahan kedua pada kristal tersebut.


Yang ketiga adalah Seekor rubah ekor sembilan yang dikenal sebagai iblisnya para hewan, tingkat paling mengerikan selain kedua hewan legendaris tersebut miliknya. Bahkan kecerdasan rubah ekor sembilan benar-benar diakui oleh nya. Simbol ini menjadi pecahan ketiga pada kristal tersebut.


Dan yang terakhir adalah seekor burung phoenix, pengguna api abadi yang bekerja setia padanya. Tidak mungkin memiliki pemikiran untuk mengkhianati. Seekor burung yang abadi, bahkan kematian seolah tidak mungkin untuk menghampiri burung tersebut.


Empat hewan legendaris tersebut, dilambangkan dalam sebuah pecahan kristal, yang kemudian disatukan hingga membentuk kristal seutuhnya dan seolah menjadi kunci menuju dunia luar dunia ini.. Yang menjadi kunci itu hanyalah sebuah kristal pelambangan, bukan wujud hewan asli miliknya itu.


Kata ‘Nya’ yang sebenarnya tertulis 'ku' pada catatan tersebut, namun Lin Xuan masih bingung siapa kata ku yang tertulis di kertas tersebut yang mana dalam sudut pandang Lin Xuan adalah nya.


Lin Xuan yang tiba-tiba mengerti, tiba-tiba dia membuka matanya lebar-lebar. Dia bahkan tidak mempercayai tentang apa yang ia sadari setelah mengetahui tentang simbol kegelapan, penjaga neraka, iblis para hewan, serta api abadi, semuanya seolah itu berhubungan dengan dewa kematian.


“Ini semua warisan dewa kematian? Dan makam kuno itu, apakah itu milik dewa kematian? Kenapa diberikan kepadaku pada seorang iblis jatuh?”


...****************...


Jangan lupa like dan komentarnya mas bro, mbak sis biar author ini lebih bersemangat. Author jauh lebih seneng lo kalau ada komentar atau like, kalau seneng author kan jadi lebih semangat.


Kalau ada yang kurang pas juga bisa dikritik. Author enggak anti kritik kok🥺


Author Sayang kalian semua (Terutama yang perempuan)

__ADS_1


 


__ADS_2