
Keberadaan Lin Xuan yang masuk ke dalam daftar para peserta tentu saja mengejutkan raja kota Jin Wu. Sesuai dengan rencananya bahwa Lin Xuan mengikuti kompetisi ini dan dia bisa menyerahkan hadiah yang dijanjikan karena menyelamatkan putri kesayangannya.
Apalagi Lin Xuan menjadi potensi yang menarik setelah dia melihat pertarungannya yang terampil. Karena jarang-jarang sekali bisa melihat anak semuda Lin Xuan menghadapi musuh yang seharusnya lebih hebat darinya.
Sebuah colosseum tempat pertarungan ini dilaksanakan benar-benar sangat ramai. Menunjukkan seberapa antusias warga dan para peserta untuk menghadiri acara yang dibentuk oleh raja kota hanya untuk mencari seseorang.
Tidak hanya disaksikan oleh raja kota, beberapa orang penting juga turut menyaksikan kompetisi ini. Hal tersebut membuat beberapa orang peserta menjadi ragu dan menurunkan semangat kepercayaan diri mereka.
Saat acara dimulai tepat hampir menjelang siang, seorang wanita paruh baya tiba-tiba muncul di tengah-tengah panggung arena. Semua sorakan terdengar begitu nyaring, apalagi ditambah dengan tepukan tangan membuat acara yang dimulai pada siang ini benar-benar sangat meriah.
“Selamat pagi menjelang siang semua! seperti yang kalian tahu bahwa ini adalah kompetisi anak muda yang diadakan oleh raja kota.”
“Ekspektasi mengatakan bahwa ada sekitar 50 an anak muda yang mengikuti kompetisi ini. Tapi, siapa yang berpikir ternyata ada dua kali lipat peserta dibandingkan ekspektasi tersebut? hahaha ini benar-benar sangat menarik.”
“Namun, dalam seratus peserta, hanya ada satu pemenang yang ada dalam turnamen kompetisi ini. Tapi tenang saja, seratus peserta tersebut, tidak hanya sang pemenang yang memiliki kesempatan untuk dilirik oleh patriark dan tetua dari ketiga sekte.”
“Daripada menunggu lama, aku akan menunjukkan aturan sederhana dari kompetisi ini. Untuk babak pertama, di panggung ini disediakan tiga arena, setiap arena akan ada lima peserta yang mana akan saling bertarung dan bertahan hidup. Keluar dari arena dianggap kalah, menyerah juga dianggap kalah, dilarang untuk membunuh.” Jelas orang tersebut.
__ADS_1
Beberapa peserta tidak sabar untuk naik ke atas arena dan pamer kekuatannya. Namun tidak juga yang benar-benar grogi karena diperhatikan oleh semua orang, bahkan orang penting sekalipun. Sedangkan Lin Xuan, dia masih memikirkan hadiah apa yang sebenarnya diberikan.
“Baiklah, kalian para peserta sudah mengetahui aturan sederhana. Sekarang untuk peserta nomor 1 -5 silahkan kalian berada di arena pertama, begitupun 6 – 10 berada di arena kedua, dan 11 – 15 berada di arena ketiga.” Teriak orang tersebut.
Para peserta mulai dipanggil, bukan secara tapi yang pasti secara urut. Seperti peserta nomor 1 – 5 berada di arena 1 begitupun hingga arena tiga yang meneruskan nomor urut peserta.
“Ini sangat merepotkan. Padahal aku ingin melihat pertarungan dari para peserta, tapi aku sama sekali tidak mengetahui bagaimana pola pikir raja kota Jin Wu.” Batin Lin Xuan merasa cukup kesal.
Tapi mau bagaimana lagi, Lin Xuan turun dari tempat duduknya dan berjalan perlahan ke arena pertama dengan santainya. Namun, saat dia turun ke lapangan, tiba-tiba dia menjadi pusat perhatian dari berbagai pihak.
“Hei, ini bukanlah sebuah lelucon. Kenapa peserta nomor satu bukanlah seorang kultivator?” Tanya peserta lain dengan nada menghina.
“Bukankah itu, sialan ini kesempatan sekte pedang suci untuk merekrut bocah tersebut.” Ji Huang, patriark pedang suci berdiri dari kursinya, dia benar-benar sangat antusias saat anak tersebut benar-benar mengikuti kompetisi ini. Bahkan belum melakukan pertarungan sekalipun, Ji Huang sudah berniat untuk merekrut Lin Xuan.
Tidak hanya Ji Huang, patriark sekte kuil emas, yaitu Chang Ai juga berdiri di tempat duduknya dan melihat Lin Xuan ternyata mengikuti kompetisi ini. Jelas-jelas dia tidak memiliki niatan untuk merekrut anak muda lain selain Lin Xuan.
“Ini aneh, aku yang merupakan kultivator Dao FUsion bintang sembilan tidak bisa melihat aura kultivasinya. Padahal beberapa hari yang lalu sudah terlihat begitu jelas bahwa anak itu adalah kultivator Core Formation.” Kata Ji Huang tidak begitu percaya.
__ADS_1
Begitupun dengan Chang Ai yang semakin tertarik, karena Lin Xuan bisa mengecoh semua orang dengan menyembunyikan aura kultivasinya. Bahkan dirinya yang merupakan kultivator Dao Fusion bintang 8 juga terkecoh. Mereka bahkan hampir menganggap sama seperti yang lainnya bahwa pemuda tersebut bukanlah kultivator. Tapi itu terbantah ketika mereka berdua mengetahui wajahnya.
Berbeda dengan kedua patriark sekte yang terlihat benar-benar sangat antusias, patriark sekte Langit Biru, yaitu Fen Jihyang benar-benar sangat geram. Dia masih teringat tentang perlakuan Lin Xuan yang kala meremehkannya. Kekuatan yang begitu besar, dia cukup yakin bahwa sebenarnya Lin Xuan adalah sosok iblis yang menyamar.
Namun, itu tidak mengubah fakta bahwa ketiga-tiganya yang merupakan seorang patriark dan kultivator Dao Fusion, itu sangat mustahil tidak bisa melihat tingkatan kultivasi pada orang yang lebih lemah dibandingkan dengan dirinya, tidak hanya tingkatan kultivasi, melainkan aura kultivasi dari anak tersebut sama sekali tidak begitu tampak.
Dalam kasus ini, jelas membuat mereka semakin penasaran tentang Lin Xuan. Mereka yakin bahwa Lin Xuan bukanlah orang yang begitu sembarangan. Namun bagi Fen Jihyang, dia sudah yakin seribu persen bahwa Lin Xuan adalah anggota sekte hitam jika dilihat dari kekuatannya.
Memang seperti itu, kemampuan yang diperoleh melalui darah binatang buas tersebut seolah mampu menekan aura kultivasi Lin Xuan lebih dalam lagi. Menyembunyikan tingkat kultivasi juga bisa dia lakukan sehingga tidak ada satupun orang bisa melihatnya, bahkan untuk orang yang memiliki tingkatan lebih tinggi sekalipun.
“Kenapa, kenapa anak itu masih hidup! Apakah Ma Guang tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Sialan!”
Dalam kursi lain, Wue Dong menggertakkan giginya kesal saat tahu bahwa sosok yang bernama Lin Xuan ternyata masih hidup. Jelas dia merasa dirugikan karena sebelumnya dia sudah membayar mahal Ma Guang untuk mengurus seorang anak kecil. Tapi nyatanya Lin Xuan masih berjalan dengan begitu santai.
Wajahnya terlihat sangat merah marah, padahal sebelumnya dia sangat berharap agar Ma Guang bisa menghabisinya sebelum kompetisi ini berlangsung. Namun, dia memiliki ide lain, yaitu melalui putranya. Dia akan mencoba untuk memberitahu putranya agar membunuh Lin Xuan tidak peduli apapun yang terjadi, sehingga Wue Dong berdiri dari kursinya untuk mencari Wue Yan.
Beberapa lontaran yang berbeda-beda dari beberapa pihak, namun hanya orang-orang tertentu yang merasa tidak sabar melihat apa yang akan dilakukan oleh Lin Xuan nantinya, termasuk Jin Wu. Sedangkan Jin Hao, dia mengerutkan dahinya karena dia seperti pernah melihat anak tersebut.
__ADS_1
Lin Xuan berdiri di arena, di depannya ada empat peserta lainnya yang saling berhadapan. Namun, usai Lin Xuan masuk arena, tatapan menghina mereka semua langsung tertuju kepada Lin Xuan.
“Apa-apaan ini? dari lima peserta yang ada di arena pertama, hanya kau yang bukan kultivator? Tapi tenang saja, aku akan mengurusmu yang paling akhir dan lihat diriku yang menyingkirkan ketiga peserta yang lainnya.” Salah satu lawan Lin Xun tertawa dengan ringannya.