
Lin Xuan memilih untuk masuk ke dalam liontin mata ilahi usai pertarungan tersebut. Tampaknya ini bukan kesadaran seperti masuk ke alam bawah sadar dengan tubuhnya yang memiliki wujud, melainkan wujud nyatanya yang memang benar-benar masuk ke dalam liontin mata ilahi. Sehingga hal ini sangatlah praktis karena jika tidak, dia harus mencari tempat yang nyaman.
“Persetan dengan para pembunuh bayaran, sebaiknya aku mencari informasi mengenai sebuah tujuan yang akan ku capai. Selain itu, aku juga harus mencari apa maksud yang guru katakan bahwa apa yang kutimpa bukanlah sebuah kebetulan,melainkan hal yang direncanakan.” Ucap Lin Xuan.
Saat ini dia dihadapkan beberapa rak buku yang kemungkinan memiliki informasi tentang apa yang dia inginkan. Mulai dari tentang empat pecahan kristal yang menjadi kunci menuju dunia luar dunia liontin mata ilahi ini.
Meski begitu, siapa yang berpikir bahwa di dalam bangunan ini terdapat sebuah informasi yang banyak bahkan Lin Xuan menjadi penasaran untuk melihatnya? dia berpikir bahwa pemilik liontin mata ilahi adalah seorang jenius kutu buku.
Karena di rak-rak ini Lin Xuan hanya bisa melihat cerita-cerita kuno, kisah-kisah dewa lain dan juga peperangan para iblis. Dia memang tertarik dengan cerita itu, tapi dia tidak memiliki banyak waktu selain mencari informasi mengenai empat pecahan kristal yang masing-masing menggambarkan hewan legendaris.
“Terlalu banyak buku dan catatan yang harus dibaca. Lebih baik aku meminum darah yang kudapatkan dari makam kuno dulu.”
Lin Xuan melupakan tentang informasi terlebih dahulu. Lebih baik dia melakukan hal yang sudah dia ketahui dan sudah pasti. Tidak lain adalah meminum darah yang kata gurunya aman, meskipun harus melewati proses yang begitu menyakitkan.
Meski, dia juga heran mengapa gurunya sangat yakin bahwa dirinya akan baik-baik saja ketika meminumnya. Tapi daripada penasaran, dia memilih duduk dan membuka tutup botol itu dengan yakin.
Bau dari darah tersebut langsung keluar. Meski itu adalah darah yang tersimpan selama ribuan tahun, tapi tidak ada bau busuk yang tercium. Ini lebih ke bau anyir seperti darah segar seperti biasanya.
Saat hendak membuka mulutnya, tiba-tiba saja ada sebuah keraguan dalam benaknya. Masalahnya dia sama sekali tidak terbiasa untuk meminum sebuah darah. Kecuali saat awal dia ada di sini, dia meminum esensi darah naga dari gurunya dan itu terjadi rasa sakit yang sangat hebat.
“Ini menjijikkan.” Pikirnya tidak yakin.
Dia bahkan menutup hidungnya saat membuka mulutnya. Memejamkan matanya dan mulai menuangkan darah itu melalui bibirnya dan berusaha melupakan bagaimanapun rasanya.
__ADS_1
Rasanya seperti besi berkarat, dan itu adalah hal yang normal. Namun tetap saja Lin Xuan merasa tidak nyaman saat meneguknya.
Daripada rasa nyaman itu terus berlangsung lama, Lin Xuan langsung meminumnya semua tanpa ada yang tersisa secara sekaligus. Bahkan saat darah itu mengalir melalui bibirnya, Lin Xuan juga menjilatnya.
Kemudian dengan jantung yang berdebar secara tiba-tiba, perasaan Lin Xuan juga tidak nyaman. Sehingga tanpa berpikir panjang dia mulai menyerap energi sekitar dan mulai berkultivasi dan berharap tidak ada hal buruk yang terjadi.
“Aghh tunggu, kenapa semua indraku tiba-tiba berubah menjadi rasa sakit?”
Lin Xuan berkata kepada dirinya sendiri, karena dia merasa bahwa indra yang dia miliki tiba-tiba berubah menjadi sangat sakit. Baik itu mata, hidung bahkan telinganya yang dirasa akan pecah. Tidak hanya itu saja, semua kulitnya juga seolah hendak terkelupas yang membuat dia ingin berteriak untuk meminimalisir rasa sakit.
“Kenapa bisa sesakit ini. tolong!”
Teriak Lin Xuan yang berusaha untuk merasakan sebuah rasa sakit dan perih di semua indra kecuali indra perasaanya. Bahkan hidung dan matanya berubah menjadi merah seolah hendak mengeluarkan darah yang begitu banyak.
Lin Xuan yang putus konsentrasi untuk berkultivasi, dia menyeka semua darah itu berharap agar berhenti. Tapi siapa sangka darah di semua lubang tersebut tidak berhenti dan justru membuat Lin Xuan semakin berteriak kesakitan.
Bahkan rasanya dia ingin pingsan. Namun dia berusaha untuk menahan dan fokus untuk berkultivasi karena siapa tahu itu sangat berpengaruh bagi kultivasinya.
Maka dari itu dia membiarkan semua darah yang keluar dari indranya mengalir begitu saja. Dia juga merasakan rasa sakit tersebut dan menganggap bahwa itu adalah sebuah proses untuk menjadi kuat.
Bahkan dia berpikir bahwa pantas saja orang biasa tidak akan mampu bahkan bisa menghadapi kematian setelah meminum darah ini.
...****************...
__ADS_1
“Tuan, maafkan aku tuan. Tapi anak yang Anda maksud itu tidak bisa ditandingi. Lima orang termasuk aku mengalami kekalahan telak. Kecuali aku, mereka dibunuh dengan begitu kejam.”
Kemudian, orang tersebut menceritakan apa yang dia alami secara rinci. Mulai dari menemukan posisi Lin Xuan dan menyerangnya. Namun, Lin Xuan jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang mereka kira. Pedang berwarna merah bagaikan bara api yang menyala juga mengeluarkan jurus yang tidak bisa dilawan dengan mudah.
Jurus yang menurutnya itu adalah jurus tingkat tinggi. Bahkan hanya dengan sekali serangan saja mampu membuat mereka hampir syok dan muntah darah.
Seorang pria paruh baya duduk dengan tatapan yang dingin, dia juga menyangga kepalanya seolah tidak suka ada sebuah kegagalan dalam sebuah tugas yang dia berikan.
“Wue Dong memberikan waktu selama lima hari. Tapi kau membuang waktu selama satu hari saja.” Pria paruh baya itu kemudian berdiri setelah berkata demikian. Apa yang dia lakukan adalah tiba-tiba menendang kepala orang tersebut hingga orang tersebut terlempar ke samping.
“Sama sekali tidak berguna! Lin Xuan, sosok yang berumur 16 tahun dengan kultivasi core formation bintang ketiga tidak bisa kalian kalahkan?”
“Maafkan aku tuan, tapi dia tidak sesederhana yang kita kira. Kemampuannya seperti seorang yang berada Nascent Soul. Karena aku yang berada di tahap core formation bintang kesembilan sangat sulit untuk mengalahkannya.” Balas orang pertama yang menyerang Lin Xuan itu tadi.
“Seberapa kuat anak itu? Apakah dia memang tidak bisa diremehkan? Kultivator core formation bintang 6-9 bisa dia bunuh dengan mudah. Ini benar-benar tidak bisa dimaafkan.” Batin pria paruh baya tersebut.
“Pemula seperti kalian memang tidak berguna. Akan ku tunjukkan bahwa seseorang yang memiliki pengalaman dua tahun di sini bisa menyelesaikan tugas dengan mudah.”
Tiba-tiba, dua orang dengan pakaian assassin tiba-tiba muncul di hadapan pria paruh baya tersebut. Wajah yang tertutup dengan rapat, dan hanya menyisakan dua buah mata yang menatap tajam. Mereka juga merupakan seorang kultivator tahap Nascent Soul, yang mana masing-masing dari mereka juga sama-sama bintang tiga.
“Kami siap untuk melakukan tugas apapun dari tuan. Tuan Ma Guang.” Ucap salah satu dari keduanya sambil membungkukkan badannya.
__ADS_1