Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Masalah, lagi?


__ADS_3

“Wue Yan! Bisakah kau menjaga sikap!”


Tiba-tiba, perhatian yang sebelumnya dipusatkan pada Wue Yan, tiba-tiba dialihkan kepada seorang wanita elegan yang muncul. Dia berjalan perlahan di samping antrian dengan tatapan yang begitu dingin seolah mengeluarkan aura yang membunuh.


“Wue Yei, kenapa dia ada di sini?” Batin Lin Xuan mengerutkan dahinya. Tapi dia tidak memiliki niat mengikuti masalah ini, dia ingin melihat apa yang dilakukan Wue Yei kepada adiknya yaitu Wue Yan.


Wue Yei berdiri di depan Wue Yan dengan tatapan yang begitu sinis. Begitupun sebaliknya yang menunjukkan bahwa mereka terdapat perang batin yang begitu mendalam. Dalam tatapan mata mereka seolah ada kekuatan yang saling bertarung, bahkan orang lain tidak berani untuk berkata sepatah kata apapun.


“Kembali ke tempatmu! Mana antrianmu.” Ucap Wue Yei dengan tatapan yang begitu dingin.


“Katakan saja bahwa dirimu akan merasa tersaingi. Kau hanya bergabung di sekte Langit Biru yang membuat ayah kecewa. Lagipula kau hanyalah alat bagi ayah, sayangnya kau membangkang Wue Yei.”


“Aku yang paling kuat di sini. Selain itu di sini juga tidak ada ayah, aku bisa membunuhmu kapanpun aku mau. Selama tidak ketahuan, maka itu tidak masalah. Kembali ke tempatmu!” Ucap Wue Yei dengan ucapan yang begitu lirih, sehingga ucapan tersebut tidak bocor kemana-mana. “Bahkan jika aku bisa membunuh ayah sialan itu, maka aku akan membunuhnya sekarang juga bersamaan dengan dirimu.” Sambungnya.


“Cih, kau kenapa seolah melindungi orang itu.” Kata Wue Yan dengan perasaan yang tidak senang.


“Anggap saja dia kenalanku. Apakah kau merasa tidak senang? tapi kenalanku atau bukan, kau harus mengutamakan attitude. Bukankah begitu anak ‘kesayangan’ ayah yang sangat dimanjakan ha?” Balasnya.


“Cih!”


Wue Yan dan tiga pengikutnya kemudian memilih mundur dan menatap Lin Xuan dengan tatapan sinis. Sedangkan Lin Xuan memilih maju dan menatap Wue Yei dengan penuh tanda tanya, setelah dia mendengar semuanya dengan jelas.


“Apa maksudmu?” Tanya Lin Xuan. “Ku pikir kau dendam denganku.”


“Aku dengar kau menjadi buronan keluargaku. Tapi aku lebih senang kau bisa hidup dibandingkan mereka yang hidup. Tenang saja, mereka tidak tahu bahwa dirimu hidup. Hanya saja, jangan terlalu percaya diri pada pujianku karena aku masih memiliki sedikit dendam kepadamu.” Setelah berkata seperti itu, kemudian Wue Yei pergi tanpa alasan.


Namun, dalam benak Wue Yei, ada beberapa pertanyaan yang terlintas di pikirannya. Beberapa hari yang lalu dia bisa melihat dengan jelas bahwa Lin Xuan adalah seorang kultivator bintang ketiga. Tapi, kenapa saat ini dia tidak bisa merasakan aura kultivasinya sama sekali?

__ADS_1


Tapi, dia tidak punya waktu untuk memikirkannya, sehingga dia memilih untuk pergi.


Sedangkan Lin Xuan, dia juga memiliki beberapa pertanyaan yang ada di pikirannya. Keputusan untuk membunuh Wue Yei tampaknya pudar, tapi itu tidak menghapus pikirannya untuk membunuh keluarga Wue yang lainnya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena sepertinya Wue Yei jauh lebih baik dibandingkan yang dia kira.


Lin Xuan kemudian menyentuh dagunya dan berkata kepada dirinya sendiri, “Sepertinya hubungan Wue Yei dan anggota keluarganya tidak bagus. Aku bisa mendengar, sebenarnya jika dia bisa membunuh ayah dan adiknya, maka dia bisa melakukannya saat itu juga.”


“Kebencian kepada anggota keluarganya seolah ada yang salah. Hubungan dengan adiknya juga tidak terlalu akrab seolah saling memendam kebencian. Namun, kudengar bahwa Wue Yan adalah anak yang dimanjakan sehingga tidak memiliki etika yang begitu baik.”


Itu sudah tampak jelas bahwa perlakuan keluarga Wue kepada Wue Yei benar-benar sangat buruk sehingga membuat Wue Yei berambisi untuk membunuh ayahnya, bahkan keluarganya sendiri.


Sikap arogansi Wue Yei menunjukkan bahwa wanita itu ingin kuat dan juga ingin diakui. Tampak begitu jelas ambisinya yang kuat bahkan ingin melakukan cara apapun. Itu kemungkinan karena ayahnya tidak memiliki ketidak puasan kepada kemampuan Wue Yei sehingga membuat Wue Yei berusaha sekuat tenaga.


Itu hanya spekulasi yang dikeluarkan oleh Lin Xuan.


“Cih, perempuan itu membuatku ingin membalas budi.”


“Nama dan .... tunggu, ini adalah kompetisi seorang kultivator tuan.” Ucap wanita penjaga loket itu dengan tatapan yang cukup serius.


“Tulis saja namaku Lin Xuan, apakah ada yang lain?”


“Maaf, bukan maksud menghina, tapi ....” Wanita itu kemudian menyadari sesuatu. Wajahnya yang tadi tertunduk tiba-tiba menatap serius wajah Lin Xuan.


“Lin Xuan? Aku tidak salah kan?” Tanyanya memastikan.


Lin Xuan menghela napas dan kembali bertanya, “Memangnya kenapa?”


“Ti-tidak, seharusnya ini nama prioritas tuan. Seharusnya Anda mendaftar sejak tadi. Raja kota mengatakan jika ada nama Lin Xuan, maka dia mendapatkan urutan nomor satu. Tidak peduli urutan keberapa dia mendaftar.” Kata wanita tersebut.

__ADS_1


“Bagaimana bisa begitu?” Tanya Lin Xuan dengan kebingungan.


“Aku tidak tahu, aku hanya melakukan perintah. Dengan begitu, saat ini Anda merupakan peserta nomor satu. Silahkan Anda menuju ke tempat Anda sebelum pertandingan dimulai.”


“Bagaimana bisa seperti itu.” Batin Lin Xuan saat dia menerima lencana peserta sambil pergi dengan wajah yang penuh kebingungan. Dia tidak tahu kenapa raja kota melakukannya untuk dirinya padahal dia dan raja kota belum pernah saling bertemu.


...****************...


“Ini sudah hari terakhir. Tapi kenapa semua anak buahku tidak ada satupun yang menemukan Lin Xuan!”


Ma Guang benar-benar sangat marah tentang semua ini. Biasanya untuk membunuh target, dia membutuhkan waktu setidaknya satu sampai dua hari akan selesai. Tapi tidak seperti biasanya, kali ini dalam kurun satu minggu, dia sudah mengerahkan banyak bawahan, tapi tidak ada satupun yang kembali dan melaporkan ini semua.


“Jika Wue Dong melihat wajahnya di kompetisi itu, maka ini tidak akan baik.” Sambungnya.


Dinding di sebelah kursinya benar-benar hancur, itu karena dia benar-benar tidak tenang setelah dia bekerja tidak profesional. Lin Xuan yang dia anggap remeh sebelumnya ternyata sanggup membuat bawahannya tidak kembali.


Dan bersamaan itu juga, lima orang pembunuh bayaran tiba-tiba muncul di hadapan Ma Guang yang mana wajah dibalik penutup wajahnya benar-benar sangat pucat. Bahkan tubuhnya benar-benar bergetar takut akan Ma Guang yang hendak melampiaskan emosinya.


“Maaf tuan. Sepertinya aku menemukan mayat dua pembunuh bayaran yang Anda kirim tempo hari. Satu tubuhnya terpisah dari kepala, sedangkan yang satunya melakukan bunuh diri.” Salah satu dari kelima orang itu melaporkan.


“Dan dengan begitu apakah kalian juga menemukan anak yang bernama Lin Xuan itu?”


“Maafkan aku tuan, ka .... kami ....”


Belum selesai salah satu dari mereka menyelesaikan ucapannya, Ma Guang melepaskan sebuah jurus yang mampu membuat orang tersebut terlempar ke belakang dan menabrak sebuah dinding. Hal tersebut memicu ketakutan pembunuh bayaran yang lainnya bahkan membuat mereka langsung bersujud untuk memohon ampunan dari tuan mereka.


“Baru kali ini aku dikecewakan. Cepat cari dia! Kemungkinan dia berada di alun-alun kota untuk mengikuti kompetisi. Ini bukan lagi masalah tugas Wue Dong, tapi tugas pribadi dariku!” 

__ADS_1


__ADS_2