Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian

Fallen Devil: Kebangkitan Dewa Kematian
Menguji Kemampuan


__ADS_3

“Aku sedikit tidak menyangka bahwa sebenarnya akan ada sebuah pertandingan anak muda non sekte yang diadakan oleh wali kota  Jinling.” Ucap Lin Xuan.


Dia berkata seperti itu karena dia baru saja mendengar sebuah informasi yang tidak disangka-sangka bahwa wali kota Jinling, atau Jin Wu mengadakan pertandingan tersebut dengan hadiah yang cukup menarik.


Selain itu, pertandingan tersebut juga menghadirkan beberapa patriak sekte yang turun langsung untuk mencari anak muda yang berbakat. Bukan hanya patriaknya saja, melainkan juga tetua-tetua sekte dari ketiga sekte besar juga turun untuk menyaksikan pertandingan ini.


Hal ini bertujuan apabila mereka tertarik dengan salah satu pemuda, mereka bisa menjadikan atau merekrut pemuda tersebut menjadi seorang anggota sekte. Sangat baik apabila salah satu tetua menunjuk langsung pemuda dan menjadikan mereka murid pribadi.


Lin Xuan benar-benar tertarik. Ini sangat bagus untuk melatih kemampuannya. Bukan berharap dilirik oleh salah satu dari ketiga sekte, melainkan jika memang dilirik juga Lin Xuan akan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. Namun, dalam hati lubuh terdalamnya dia tidak tertarik untuk bergabung ke dalam sekte manapun.


Karena pikirnya, gurunya hanyalah satu.


Di sisi lain juga, apabila dia tidak mendapatkan perhatian dari ketiga sekte itu bukanlah sebuah masalah. Setidaknya dia memiliki tujuan untuk menang dan mendapatkan hadiah  yang diberikan tersebut.


Tapi itu masih berlangsung dua hari lagi, Lin Xuan masih bisa menjajal kemampuan barunya untuk menuju wilayah hutan para beast berada. Setidaknya hal tersebut dia akan dengan mudah panen kristal beast dan berkultivasi dengan sumber daya sumber daya tersebut.


Maka dari itu setelah dia keluar dari kedai ini, dia langsung pergi bergerak ke arah berat dengan sangat cepat menggunakan teknik sutra kecepatan yang dia miliki. Masalahnya jaraknya juga tidak terlalu jauh, membuat pergerakannya juga benar-benar sangat cepat.


“Insting binatang buas juga sangat padat di dalam diriku. Aku bisa mencium aroma darah dari jarak yang sangat jauh. Mendengar pertarungan antar hewan dari jarak yang cukup jauh pula, serta melihat dalam radius yang panjang.” Batinnya.


Setelah meminum darah itu, dia merasa sel-selnya bergabung dengan sel binatang buas. Kemampuan dan insting berburu dan bertahan hidupnya juga meningkat dengan sangat pesat yang membuat dia kemungkinan sangat mudah untuk menghadapi musuh di masa depan.


“Tebasan pedang vermillion.” Katanya dengan sangat lembut.


Bersamaan dengan itu, dia menarik tato pedang abad kegelapan dan menebaskan secara horizontal ke depan. Lebih tepatnya ke arah semak-semak tersebut. Masalahnya, instingnya berkata bahwa di balik semak-semak tersebut ada hewan buas berjenis serigala.

__ADS_1


Pedang abad kematian mengeluarkan vermillion yang kemudian bergerak melahap semak-semak tersebut. Namun, tidak berhenti begitu saja karena masalahnya tidak hanya satu serigala di sekitar dirinya, melainkan di sekitarnya terdapat kawanan serigala yang langsung menyerang Lin Xuan secara bersamaan.


Masing-masing dari mereka merupakan  serigala berjenis binatang spiritual tingkat rendah, yang mana itu bukan apa-apa baginya. Selama dia bisa menjaga jarak dan juga menghindar dengan baik, maka dia bisa meminimalisir kerusakan yang ada pada dirinya sendiri.


Dia melompat dan bergerak cepat ke arah satu sisi, yang kemudian dia lagi-lagi melepaskan tebasan vermillion ke depan sehingga mampu menyerang kawanan serigala. Tapi sayangnya itu tidak membuat mereka bisa terbunuh dengan begitu mudah. Karena pergerakan mereka benar-benar sangat lincah seperti serigala pada umumnya.


“Tapi insting binatang buasku jauh lebih kuat dibandingkan dengan serigala. Bahkan serigala alpa sekalipun.”


Merasa dirinya mengalami krisis yang begitu berat, Lin Xuan menoleh ke belakang sambil mengayunkan pedangnya dengan begitu cepat. Dan yang benar saja, seekor serigala dengan ukuran jauh lebih besar dibandingkan dengan serigala yang lainnya melompat ke arah Lin Xuan.


Selain itu serigala yang ukurannya jauh lebih besar itu merupakan jenis binatang spiritual jenis menengah. Yang menandakan ini lebih kuat dibandingkan dengan serigala-serigala yang lainnya atau biasa disebut dengan serigala alpha.


Sayangnya, pedang yang diayunkan oleh Lin Xuan tiba-tiba ditahan menggunakan gigitan giginya yang begitu tajam. Namun, hal tersebut membuat Lin Xuan tersenyum lebar karena melihat betapa bodohnya serigala alpha.


Tentu saja, apa yang dia lakukan adalah, mengeluarkan kobaran api dari pedang tersebut, sehingga menimbulkan sebuah reaksi yang mengejutkan. Serigala tersebut melepaskan gigitannya secara refleks, tapi tentu saja terlambat karena api yang berkobar begitu cepat dan langsung membesar.


“Jurus lautan kematian!”


Namun, tanpa membuang-buang kesempatan, Lin Xuan langsung bergerak dengan sangat cepat dan langsung mengakhirinya dengan cepat. Dia sudah merasa sangat bosan dengan pertarungan seperti ini.


“Roarrrr!”


Tampaknya tidak semudah itu, tahu bahwa ada sebuah bahaya yang mendekat, serigala Alpha mengaum dengan sangat keras. Auman yang tidak cocok karena itu jelas bukanlah sebuah auman serigala, melainkan auman binatang buas yang lebih besar.


Tapi dari auman itulah, jurus lautan kematian milik Lin Xuan mampu diblokir. Bahkan auman tersebut sanggup menciptakan sebuah gelombang yang mampu untuk memukul mundur Lin Xuan. Dan bersamaan itu juga, kawanan serigala menyerang Lin Xuan dari belakang.

__ADS_1


“Jurus seribu pedang!”


Secara refleks, Lin Xuan berbalik badan seratus delapan puluh derajat, kemudian dia mengayunkan tangannya dengan cepat.


“Tinggal Alpha.”


Lin Xuan secara cepat tiba-tiba bergerak di belakang serigala alpha yang mana dia melakukan gaya berpedang dengan sangat lincah untuk mengakhiri ini. Hanya saja, serigala Alpha tidak menyerah, dimana dia mengangkat kaki depannya dan menahan kekuatan pedang dari Lin Xuan.


Sayangnya serigala itu tidak beruntung. Kekuatan pedang Lin Xuan benar-benar sangat besar, sehingga membuat serigala itu terlempar ke samping dan hampir kehilangan kakinya. Sedangkan kuku yang digunakan untuk menahan pedang juga patah.


“Tebasan pedang vermillion!”


...****************...


Sore hari, Lin Xuan duduk bersandar di sebuah pepohonan yang rindang. Menatap pedang abad kematiannya yang terdapat sebuah bercak darah sehingga dia mengelapnya menggunakan tangan.


Sudah hampir satu hari penuh, ketika Lin Xuan menguji kemampuannya hingga melibatkan hampir puluhan binatang spiritual. Namun, Lin Xuan sama sekali tidak tertarik mengambil semua kristal binatang spiritual, dia hanya mengambil kristal dari binatang spiritual tingkat menengah saja untuk membantunya menaikkan proses kultivasi.


Pikirnya bahwa mencari binatang spiritual tingkat tinggi lebih sulit daripada yang ia bayangkan. Bahkan sejauh ini, dia hanya menemukan binatang spiritual biasa hingga menengah. Menengah saja mampu dihitung menggunakan jari.


“Bersantai sejenak di dunia nyata bukanlah masalah. Di dalam dunia mata ilahi sama sekali tidak memiliki hawa sejuk seperti ini. Meski kenyataannya, aku sama sekali tidak lelah.” Batinnya.


Tapi, saat itu juga Lin Xuan langsung menghela napas saat dia akan mengalami beberapa masalah yang begitu merepotkan. Dia masih tetap duduk dan memandang sekitar setelah insting binatang buasnya bekerja.


“Apakah perlu bersembunyi seperti itu?” Tanyannya.

__ADS_1


“Hahaha, padahal empat hari aku berusaha mencarimu. Ternyata kau ada di tempat ini. Sialan, aku hampir dibunuh oleh tuanku hanya gara-gara dirimu.”


__ADS_2