
Hingga akhirnya, dia sudah berada di kaki gunung Huanggua. Apa yang dia kejutkan bahwa cahaya bulan purnama benar-benar berada tepat di atas kawah. Cahayanya seolah fokus pada sebuah satu titik yang mana terlihat sangat estetika.
Lin Xuan melihat ke belakang, dia bisa melihat pasukan dari kerajaan datang dan berhenti karena Lin Xuan berhenti. Sudah beberapa jam mereka berlari yang membuat mereka terengah-engah, sedangkan Lin Xuan, dia benar-benar biasa saja.
Kemudian, Lin Xuan menarik pedang abad kematian. Pedang yang bercahaya berwarna merah dalam kegelapan, apalagi perlahan juga mengeluarkan sebuah api yang berkobar. Para prajurit kerajaan bersiap karena mungkin itu adalah tanda perlawanan.
“Turunkan senjatamu! Atau kau akan menjadi musuh kerajaan!”
Lin Xuan kembali menghadap ke depan. Bukannya menggubris pasukan kerajaan, Lin Xuan justru berteriak untuk memancing musuh. Karena dia tahu dan merasakan bahwa di depannya terdapat musuh dengan jubah hitam yang bersembunyi.
“Keluar! Aku tahu kalian bersembunyi. Aku sudah membawa pasukan dari kerajaan!”
Pasukan kerajaan benar-benar kebingungan dan saling menatap. Pedang mereka pegang dengan erat-erat karena takut Lin Xuan menyembunyikan sesuatu teknik yang sangat merugikan. Namun, keraguan itu tiba-tiba sirna, masing-masing prajurit membuka matanya lebar-lebar saat pasukan berjubah hitam muncul dan berlari dengan cukup gesit.
“Kerjaan benar-benar bodoh. Tidak dapat diandalkan! Jika kerajaan hancur, ku harap kalian jangan menyesal.” Ucap Lin Xuan sambil melirik ke belakang.
“Ce-cepat salah satu kembali ke kerajaan untuk melaporkan kepada raja, bahwa ini bukan laporan palsu! Memang ada kegiatan yang mencurigakan di gunung Huanggua.” Teriak prajurit tersebut.
“Tebasan lautan kematian.”
Sedangkan Lin Xuan, dia fokus di depan. Menebaskan pedangnya secara elegan seperti biasa, sehingga mengeluarkan sebuah gelombang kegelapan yang cukup berat membentuk sebuah ombak yang hendak menerpa apapun di depannya. Sehingga sekali tebasan, beberapa musuh menjadi rata.
Tidak menunggu lama lagi, Lin Xuan menatap ke atas, dia kemudian melesat jauh dengan begitu cepat menggunakan sutra kecepatan dan akhirnya sudah sampai di bibir kawah. Dan yang benar saja, dia bisa melihat ratusan orang berjubah tengah bertekuk lutut di dalam kawah, ditambah dengan seseorang pria berambut hitam panjang sedang berdiri di pinggir tempat tersebut yang berjarak beberapa inci dari lubang kawah.
Dan dia bisa melihat sebuah pecahan kristal yang berada di tengah kawah, juga ada seorang wanita yang benar-benar pasrah dan hendak dijadikan sebuah tumbal. Lin Xuan benar-benar mengenalnya.
__ADS_1
“Huang Yun?”
Lin Xuan mengerutkan dahinya. Tapi dia tidak memiliki waktu lagi. Sehingga tanpa basa-basi dia langsung mengeluarkan kemampuannya.
“Jurus seribu pedang!”
Lin Xuan mengeluarkan pedangnya ke bawah, alhasil ribuan pedang muncul membentuk sebuah lingkaran sesuai tempat yang menempel di dinding kawah. Ribuan pedang dengan kobaran api bagaikan penerangan dan hujan api yang dilakukan secara bertubi-tubi.
Cahaya yang muncul, membuat semua pendukung aliran penyembah naga menghadap ke atas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan mereka cukup terkejut saat ribuan pedang api melesat jatuh seolah hendak menghujani mereka semua.
Ribuan pedang api yang diluncurkan oleh Lin Xuan melayang dengan kecepatan yang menakjubkan, membentuk lingkaran mengelilingi pecahan kristal dia juga melesat jatuh di dekat Huang Yun agar pedang yang dia ciptakan tidak mengenainya. Cahaya dari pedang-pedang api itu memancar dengan intensitas yang memukau, menciptakan pemandangan yang menakjubkan di dalam kawah.
Para pendukung aliran penyembah naga yang berada di sekitar itu kini tertegun, terkejut dengan penampilan mendadak ribuan pedang api yang mengancam mereka. Mereka melihat dengan ngeri bagaimana pedang-pedang itu bergerak dengan kecepatan tinggi dan siap untuk menghujani mereka semua.
Dalam sekejap, ribuan pedang api meluncur turun dari langit, menyerang dan menghujani para pendukung aliran penyembah naga. Cahaya api memercik dan suara letusan terdengar ketika pedang-pedang itu menembus dan memusnahkan musuh-musuh yang berada di bawahnya.
“Cough!” Lin Xuan mengeluarkan seteguk darah. Dia merasa tendangan itu bukan berasal dari orang biasa. Dia melihat di sekitar bahwa sebenarnya belum sepenuhnya hancur.
Banyak anggota aliran penyembah naga timur yang masih berdiri, tapi jelas mereka terluka hebat. Dan banyak juga yang telah mati karena hujan pedang yang membabi buta tersebut. Saat dia melihat ke depan, seseorang dengan pakaian jubah, rambut dan janggut hitam panjang, luka cakaran yang penuh di wajah bergerak ke arahnya.
“Kau Yuan Rong ya.” Kata Lin Xuan lirih.
“Sialan! Apa yang kamu lakukan, kau benar-benar menghancurkan ritual sesembahan untuk naga timur!” Teriak Yuan Rong yang kemudian memberikan sebuah tendangan yang cukup kuat pada dagu Lin Xuan.
Sepertinya Yuan Rong benar-benar bukan lawannya. Perbedaan kultivasi yang cukup mencolok, dimana Yuan Rong adalah seorang kultivator Dao Fusion bintang sembilan yang membuat Lin Xuan sebagai seorang kultivator Spirit Severing bintang lima bisa dikalahkan dengan cukup mudah.
__ADS_1
“Lin Xuan? Hahaha ternyata anak itu. Tapi sayangnya kau bukanlah lawan kami.”
Lin Xuan melirik ke arah samping, dia bisa melihat Fen Jihyang tertawa dengan sangat keras. Patriark sekte Langit Biru itu benar-benar senang bahwa Lin Xuan akan menjadi bulan-bulanan oleh Yuan Rong dan juga dirinya sendiri.
Wushhhh!
“Pukulan teratai merak!”
Seseorang wanita yang muncul seketika di hadapan Lin Xuan, memberikan sebuah serangan langsung kepada Yuan Rong. Sayangnya, Yuan Rong hanya terkejut dan mundur untuk menjaga jarak. Kini juga, Wue Yei sudah berada di ranah Nascent Soul bintang kedua.
Pergerakan yang lincah itu, dia langsung bergerak ke arah Huang Yun yang ada di dekatnya. Sedangkan Lin Xuan yang sudah menjaga jarak, dia bisa bergerak dengan cukup bebas dan memberikan sebuah serangan yang cukup cepat ke arah Yuan Rong.
“Tebasan pedang vermillion!”
“Formasi chakra naga!”
Saat Lin Xuan mengayunkan tebasan pedang vermillionnya, secara langsung Yuan Rong mengeluarkan sebuah formasi, dimana formasi itu memunculkan sebuah kubah yang melindungi dirinya dari segala serangan apapun. Bahkan bisa dilihat bahwa kekuatan Lin Xuan benar-benar tertahan dan tidak bisa menembus formasi itu.
Dari dalam formasi, Yuan Rong mengulurkan tangannya, sebuah api hitam muncul dan berkobar, memberikan sebuah serangan yang mematikan kepada Lin Xuan. Untungnya Lin Xuan sanggup untuk menghindar dan juga menyerang dari arah lain untuk mencari kelemahan formasi itu.
Di sisi lain, Wue Yei datang dan memotong rantai yang mengikat Huang Yun. Wajah Huang Yun benar-benar sangat senang bahkan dia menangis dengan cukup keras.
“Senior! Senior, kita sudah aman. Aku menepati janjiku senior.”
Sayangnya, patriark mereka, yaitu Fen Jihyang datang ke arah mereka dengan tatapan yang terkejut. “Wue Yei, bukankah kau sudah ....”
__ADS_1
“Persetan! Aku tidak menyangka patriark, kau benar-benar kejam!” Ucap Wue Yei.