
Tuan besar. Ada tamu di depan." Ucap Bu Ijah pada Roman yang sedang duduk menonton tv di ruang keluarga.
"Siapa?"
"Itu... Seorang pria muda yang menyebut diri nya Suga dari Relay Grup."
"Oohh, akhirnya, bocah itu datang juga." Roman menyeringai jahat.
"Kenapa pa? Siapa dia?"
"Bocah yang sudah melecehkan anak gadis kita di depan umum." Terang papa Roman sembari beranjak dari duduk.
"Apa?"
Roman menatap Suga yang berdiri dari duduknya di sofa ruang tamu. Tentu saja bersama dengan Kenzo asisten kepercayaan.
"Selamat malam."sapa Suga berusaha ramah dan menahan kekesalannya setiap mengingat bagaimana keras nya orang pernah menjadi rekan bisnisnya itu.
"Heemmm..."
Roman bersikap acuh dan duduk tanpa sedikitpun melepaskan mata elangnya dari Suga. Roman duduk di sofa seberang Suga. Barulah Suga ikut menjatuhkan bobotnya. Di ikuti oleh sang asisten Kenzo.
Dari dalam, mama Diana dan bi Ijah tampak ikut bergabung, bi ijah Hanya mengantarkan minum dan beberapa camilan lalu kembali masuk ke pintu dimana dia muncul tadi.
Mama Diana duduk tak jauh dari suaminya. Wanita itu pun memberikan tatapan tak suka pada kedua tamu itu.
"Tujuan kedatangan saya kemarin adalah, untuk meminta maaf atas tindakan sepontan saya yang justru malah menjadi viral, dan tentu aja membuat Jeni dan keluarga merasa malu." Tutur Suga lalu memberi isyarat kepada asisten nya.
Kenzo mengeluarkan beberapa bekas dan hantaran berupa barang-barang mewah dan makanan enak.
" Ini adalah bentuk rasa menyesal dan ketulusan saya. Mohon diterima."
"Heemmm..." Roman masih menaggapy dengan acuh. Tentu saja itu cukup membuat Suga sedikit mengendorkan dasinya.
"Untuk memperbaiki, saya bermaksud untuk melamar Jeni." Ungkap Suga dengan keringat dingin yang meluncur di balik punggungnya, karna tatapan elang sang calon mertua begitu tajam dan siap mencabiknya menjadi bagian-bagian kecil.
'Sial, ternyata melamar jauh lebih menakutkan dari pada sekedar membuat kesepakatan kerja sama.' batin Suga menelan ludahnya yang tercekat.
"Atas insiden yang ramai belakangan ini. Tentu saya ingin bertanggung jawab. Saya menawarkan sebuah pernikahan untuk menjaga nama baik putri anda dan citra perusahaan kami. Selain itu..."
__ADS_1
"Ha-ha-ha..." Papa Roman tertawa menggelegar. Membuat Kenzo apalagi Suga terkejut bukan kepalang.
'kenapa dengan pak tua ini? Apa dia kwsurupan?' batin Suga menatap roman.
"Apa kamu pikir aku akan melepaskan anak tersayang ku pada pria licik sepertimu?"
"Apaa maksud anda pak Roman?" Suga sudah kesal .
Roman kembali terkekeh, lalu berkata:
"Yah, memang benar, karena insiden ini tentunya anakku harus menanggung malu. Juga ini adalah kasus pelecehan di depan umum. Kasus yang sangat berat menurutku.
"Dan kau hanya membawakan ku beberapa lembar saham Relay. Itu sungguh tidak sebanding dengan beban mental yang anakku tersayang itu rasakan."
"Jadi enyahlah anak muda. Aku tidak mau Jeni ku berumah tangga dengan pria sepertimu." Tutup papa Roman dengan penuh penekanan.
"Pak tua..."
"Apa kau bilang...."
"Ini bukan beberapa lembar. 10 persan saham Relay sebagai kompensasinya. Dan tentu saja masih ada mahar yang tidak sedikit untuk putri anda. Sebaiknya anda menerima lamaran saya. Ada banyak keuntungan yang saya tawarkan." Suga yang sudah dengan mode tawar-menawar mulai sedikit kesal.
"Anak Gadis, anak anda tersayang? Maksud nya, anak yang sudah anda usir dari rumah ini dan anda pecat dari perusahaan karena berpacaran dengan seorang penipu. Apakah tersayang yang sepeti itu?" Ucap Suga yang semakin kesal dengan sikap Roman.
"nikahkan saja dia padaku. Kau berlagak menjadi papa yang baik, padahal mengusir nya dengan sangat kejam...."
"Kurang ajar! Keluar dari rumahku!" hardik Roman menunjuk pintu keluar dengan emosi. "Bawa sekalian barang-barang tak bergunamu ini!"
_________
Beberapa saat kemudian di mansion utama keluarga Arzetty.
"Apa kau bilang? Gagal?" Suara lantang mama Susy memenuhi ruang keluarga yang tentu membuat Suga terpaksa menutup telinganya rapat-rapat.
"Membujuk calon ayah mertua saja kamu tak bisa, bagaimana kau akan memimpin perusahaan nanti!"
"Mama, ini dan itu adalah dua hal yang berbeda."
"Nggak usah ngeles! Katakan! Kenapa kau bisa gagal?"
__ADS_1
"Yeah, itu karena pak tua itu pikirannya terlalu kolot..."
Mama Susy sudah melemparkan beberapa barang kearah Suga, yang tentu saja anak sulung nya itu menghindar dengan sangat lihai. Mama Susi makin kesal menepuk dadanya yang sesak oleh kelakuan sang anak.
"Anak tidak berguna! Kenzo!"
Mama Susi melirik sadis pada asisten putranya itu, lirikan yang membuat bulu kuduknya meremang.
"Katakan sejujurnya."
Suga mendelik, mengisyaratkan Kenzo untuk tidak berhianat.
"Kau tau aku lebih punya kuasa dibanding dia. Mau kubuat kalian berdua gembel?" Ancam mama Susy dengan sangat mengintimidasi.
Nyali Kenzo menciut, emak-emak tiada lawannya.
"Tuan Suga....."
Kenzo pun menjelaskan secara jelas, padat dan cepat. Termasuk dengan ucapan Suga yang menyinggung calon mertuanya itu.
"Dasar penghianat!" Umpat Suga menatap Kenzo setajam pisau belati.
Mama tertawa sadis,
"Anak sialan! Mati kau malam ini!" Pekik Mama Susy mengamuk.
bersambung....
My Readers kasih Othor ini dukungan dong, biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Kasih Gift dan vote Othor tambah seneng.
Terima kasih.
Salam hangat.
__ADS_1
☺️