
"V.... Apa aku boleh bekerja lagi?" tanya Lia duduk di sisi kiri suaminya.
V menoleh pada sang istri dari bermain game di hp nya. Menatap Lia sejenak saat mereka sedang duduk di kasur lantai ruang depan.
"Kamu bosan di rumah?"
Lia mengangguk.
"Mau balik lagi ke Relay?"
"nggak tau sih." jawab Lia bimbang, "aku nunggu ijin dari kamu dulu. Baru nanti di putuskan mau ke mana."
"Oo gitu, apa mau ikut aku aja kerja di resto?" tawar V masih menatap Lia setelah meletakkan hp nya ke rak tv.
"Mmmm... Aku nggak paham kerja di resto. Lagi pula, aku takut malah menyusahkan mu."
"Enggak, santai aja. Lagian kita kan mau buka satu cabang lagi Deket kampung halaman mu."
Lia tertegun, "Emang jadi mau buka di sana?"
"Jadi dong." jawab V merangkak semakin mendekat pada istrinya.
Lia mematung tak bergerak, wajah V semakin dekat hingga membuat matanya juling. Kedua mata insan berbeda jenis itu menutup. Sesapan kecil Lia rasakan, perlahan bibir nya bergerak membalas. Lidah V menyusup masuk melalui celah bibir Lia yang terbuka.
Dua lidah bertemu dan beradu. Tangan V menekan tengkuk Lia, sedang tangannya yang lain memeluk pinggang sang istri. Tangan Lia terangkat memeluk leher V. Di kasur lantai, tubuh Lia terjatuh dengan lembut. Kedua bibir mereka masih beradu. Seolah enggan untuk berjarak. Suara nafas yang bersahutan kian memburu.
"Apa siklus mu sudah selesai?" V menyatukan keningnya dengan kening milik Lia.
"Sudah." Jawab Lia dengan nafas cepat, dadanya naik turun mengisyaratkan hal yang sama V rasakan.
V mengukir senyum, wajahnya mendekat lagi dan menautkan bibirnya.
"Kamu semakin pandai bermain lidah."
"kamu yang mengajariku." jawab Lia, matanya yang tak terbuka dengan sempurna. V tersenyum nakal.
"Aku ajari kamu hal lain yang menyenangkan." Kembali menautkan bibirnya, lalu turun ke leher Lia.
"Sepertinya kamu cukup berpengalaman." Lia mendessaah pelan menggigit bibir bawahnya.
V tertawa kecil.
Bibir V menyusuri leher Lia, turun ke bawah, semakin ke bawah. Membuka beberapa kancing piyama Lia. Tangan Lia reflek meremas rambut V, hingga kepala nya tegak dan jauh dari kulit dada atasnya.
"Lia jangan terlalu kasar." racau V dengan kekehan.
"Maaf..."
__ADS_1
Cengkraman tangan Lia lepas dari kepala suaminya. V kembali menempelkan bibirnya di dada atas Lia. Menyesapi nya hingga meninggal noda merah di sana.
V mencium lagi bibir ranum istrinya. Semakin lama semakin bersemangat. Aktifitas itu terjeda sesaat, dan kembali menyatukan bibir begitu semua pakaian teronggok di lantai samping kasur.
Bibir V mengecupi wajah Lia, menyusuri leher hingga ke dadanya. Merremass gundukan kenyal yang mengeras. Tangan Lia menekan kepala V.
"Apa yang harus aku lakukan V?" erang Lia dengan suara terputus.
V tersenyum,
"Diam saja dan nikmati." bisik nya menggulum daun telinga Lia. Gadis itu menggeliat kegelian, tertawa kecil. Mencoba mengikuti apa yang V katakan, ia diam saja. Namun tubuhnya terus menggelinjang tak karuan.
Lia mengerang, kala tangan nakal V menyentuh area sensitif nya. Bermain-main di sana. jari V bergerak ke dalam Jalur lahir Lia, bergerak maju dan mundur. Memaksa Lia mengerang dan menginginkan lebih.
"Kamu suka?"
Tanpa jawaban, hanya suara erangan dan nafas yang tak beraturan. V tersenyum menatap wajah Lia.
"Basah Li." ungkapnya impulsif.
Bibir V menyesapi pucuk gundukan kenyal di depannya. Tangannya terus mempercepat ritme pergerakan maju mundur. Lia mengerang lagi, lebih keras dari sebelumnya. Mulutnya terbuka lebar. Tangannya reflek menjambak rambut V, tubuhnya semakin tegang dan sulit ia kendalikan.
"Cu-cukup V." racau Lia mengerang semakin keras.
"Tidak mau..." kekeh V merasakan milik Lia yang makin berkedut. ia mempercepat gerakan tangannya.
"Aaaakkkhhh...." tubuh Lia bergetar, perlahan remassan tangannya di rambut V melonggar.
V menarik tangannya, memeluk pinggang Lia dan melummat bibir seksi Lia yang terbuka.
"Aku beri kamu jeda lima belas menit." lirih V di telinga Lia. "Tunggu yang lebih besar menghujam mu dengan keras."
"Ka-mu bilang jeda lima belas menit, tapi kamu masih tak melepaskan ku."
Mata Lia terpejam menikmati sentuhan V di tubuhnya. Ia mulai terbiasa, sentuhan V membuat nya makin gila dan serakah.
"Kamu milikku malam ini Lia." bisik V
Lia menggerang lagi, Saat V mencoba masuk ke area pribadi yang baru saja jari nya masuki.
"V...."
"Terus.... Sebut namaku... lebih...."
"V...."
V tertawa
__ADS_1
"Kamu milikku Lia. Jangan pernah berpikir untuk pergi..."
"Kenapa aku harus pergi? Kamu sudah memberiku segalanya."
"Oohh yaa?" V menghujam Lia dengan keras.
Lia mengerang lagi,
"Aaaakkkhhh......"
"Apa yang sudah ku berikan?"
"Kenikmatan...." racau Lia makin menggila.
V tertawa lagi, dia suka dengan jawaban Lia.
"Kenikmatan apa?" V menghentakkan lebih keras, Lia mengerang menyebut nama Vicky lagi.
"Heemm? Jawab aku Lia...."
"Yang barusan...." racau Lia lagi.
V terdiam, dengan sengaja tak membuat pergerakan.
"Hujam aku V!"
V mengulas senyum nya, ini yang pertama kali untuk Lia, namun gadis itu terus meminta lebih. V yakin, ia akan bisa membuat istri nya candu.
"Sesuai permintaan mu, sayang."
"Lebih dalam...." Lia meracau lagi.
Sesuai permintaan istrinya, V menghujam Lia dengan keras, dan semakin dalam. Berulang, hingga peluhnya sendiri menyatu dengan peluh Lia.
"Akan kubuat kamu tak bisa tidur malam ini."
Tubuh Lia bergetar untuk kedua kalinya. Tangannya mencengkram kuat punggung V dan meninggal goresan di kulit yang berkilat oleh peluh.
"Kamu milikku Lia. Sekarang dan seterusnya... Hanya milikku..."
Mata Lia terpejam. Tubuhnya terasa remuk, Ia merasa sangat lelah hingga terlelap. Ia membuka matanya lagi selang hampir satu jam tak sadarkan diri. Tubuhnya merespon sentuhan V yang tak henti mengganggu nya.
"Aku menyerah V..."
"Aku belum. Diam lah.... Aku bisa lakukan sendiri."
Lia mengerang, "Bagaimana aku bisa diam jika kamu terus memancing ku ..."
__ADS_1
V hanya menjawab dengan kekehan.
"kamu sungguh tak akan membiarkanku tidur malam ini?"