
Susy memijit pelipisnya, rasa pening masih terus setia bergelayut di kepalanya. Susy yang telah segar sehabis mandi dengan aroma terapi dan bunga-bunga an itu, duduk di sofa kamarnya.
Arya sang asisten Setia Susy sudah berdiri disana dengan tangan yang membawa beberapa berkas dan sebuah tablet.
"Baiklah. Sampai dimana anakku yang satu lagi? Aku sudah terlalu pusing memikirkan Suga. Selama ini dia tenang saja tanpa membuat masalah, entah sejak kapan dia jadi begitu pembangkang."
"Saya rasa, tuan Suga juga tak berkehendak begitu."
"Jadi kau membelanya, Arya! Kau ini asisten siapa? Kepada siapa kau seharusnya berpihak?" Menatap tajam dan sadis pada asisten yang berusia dua tahun diatasnya itu.
"Tentu saja, saya berpihak pada yang benar, nyonya." Jawab Arya sehalus mungkin pada istri mendiang bos nya.
"Jadi kau mau bilang aku yang salah?" Tanya Susy dengan tatapan mengintimidasi sembari berdiri dengan angkuh.
"Tentu saja tidak nyonya. Hanya, terkadang anda bersikap seperti tuan muda pertama."
"Huuuhh, kau terlalu lama menjadi asisten suamiku, sampai berani menentangku seperti ini.." ungkap Susy dengan jengkel melirik mantan asisten setia mendiang sang suami. Yang kini menjadi asisten pribadinya.
"Nyonya ..." Arya berucap lembut dan halus bin sabar, menghadapi sikap Susy yang sebenarnya hampir sama dengan Suga.
"Langsung saja, dimana V?"tukas Susy tak sabar kembali menjatuhkan bobotnya di sofa.
"Tuan muda kedua masih berkeliaran di jalanan nyonya. Akan tetapi...." Arya mengambangkan ucapannya melirik pada nyonyahnya. Wanita paruh baya itu masih tampak menanti dengan penasaran.
"Akan tetapi?"
"Tuan muda kedua mengembangkan beberapa restoran dan carwash di pusat kota."
Susy bernafas berat, mengalihkan pandangannya ke samping.
"Anak itu, sebenarnya apa maunya?" Bergumam-gumam."sudah dikasih posisi enak di Relay grub, malah pergi dan memilih jalan yang sulit."
"Itu... Sudah jadi karakter tuan muda Vicky, nyonya."
"Haaahhh.. aku tau. Anak itu sejak peristiwa itu, ia sama sekali tidak pulang, juga tidak menghubungi sama sekali. Kenapa dia begitu keras. Seperti papanya."
Susy menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Ada perkembangan apa lagi?"
"Sebenarnya, saya tidak tau ini penting atau tidak, tapi... Nona Mega baru aja mendarat dari Italia beberapa jam yang lalu."
"Apa?" Susy tampak sangat terkejut mendengar seseorang yang pernah dekat dan jadi rebutan kedua anak lelakinya itu kembali ke tanah air.
Susy tampak berfikir keras."kita harus bergerak cepat. Malam ini persiapkan ke kediaman direktur Roman."
"Baik nyonya."
________
V duduk bersandar diatas motor klasik nya. Dengan setelan jaket Dongker di atas kaus berwarna putih dipadukan celana jeans dan sepatu sneaker berwarna gelap. Membuat pria itu tampak sangat menawan.
Ia menunggu di depan gedung sebuah perusahaan raksasa milik keluarganya. Sesungguhnya ia sangat enggan untuk berada di sana jika tidak karena sesuatu.
"V?"
V menoleh kearah sumber suara yang menyebut namanya. Wajah pria itu yang semula terlihat sendu, kini menerbitkan senyum walaupun tidak sampai ke matanya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Menunggumu." Vi mendekat kearah Jeni lalu memakainya helm. Pria itu masih tersenyum dengan sangat tampan. Yang tentu saja bisa membuat gadis normal seperti Jeni berdebar kencang.
'Ya tuhan, kenapa bisa ada pria tampan seperti ini?' batinnya mengagumi. Yeah, hanya mengagumi.
"Kita mau kemana?" Tanya Jeni begitu mereka sudah di atas motor yang bergerak.
"Apa aku boleh membawamu berkencan sore ini?"
"Aaa... Memang nya kita mau kemana?"
Vi mengulas senyum walau tak terlihat oleh Jeni. "Mau menikmati pemandangan kota di atas bukit?"
Motor klasik itu melaju ke arah bukit lintang.
"Waahh, indahnya.." seru Jeni menatap hamparan bintang di langit, yang di bawahnya terdapat Lampu kota dan kendaraan yang berjalan sesuai rute jalan yang melintang sana sini.
"Kapan kamu terakhir kemari?"
"MMM... udah lama banget mungkin lima tahun yang lalu. Dengan berondong mudaku Adrian." ucap Jeni dengan diakhiri suara tawa kecil.
"Adrian?"
__ADS_1
"Jadi mantan mu bernama Adrian?"
"Bukan mantan, dia memang masih kekasih ku sampai sekarang..."
Wajah v sedikit berubah, ia ingat Jeni baru saja putus dengan mantannya Verel. Dan dekat dengan kakaknya Suga. Tapi, Adrian? Ia tak yakin Jeni adalah gadis seperti itu ..
"Adri adik laki-laki ku." kekeh Jeni yang melihat wajah Vi terlihat sangat tak sedap dipandang, walau masih terlihat sama tampannya.
"Sekarang dia masih sekolah."
"Aahh . begitu..." gumam V sedikit lega.
Malam itu mereka membicarakan banyak hal, dan menikmati malam yang semakin larut itu. Tiba-tiba saja, hp Jeni berdering. Ia menatap layar pipih itu, mengerutkan dahi.
"Kenapa?"
"Papa menelpon."
"Bicaralah, aku tak akan bersuara."
"Memangnya kenapa kalau kamu bersuara?" Jeni tersenyum dengan sangat manis.
"Iya pa?"
("Nanti pulanglah kerumah. Ada yang mau papa bicarakan.")
"Baiklah."
Sambungan telpon di putus. Jeni menghela nafasnya. ia cukup tau kenapa sang papa tiba-tiba menyuruhnya pulang, pastilah masalah terkait insiden cicak. Jeni sadar, cepat atau lambat, Papa Roman pasti akan memanggilnya.
###
Di sisi lain beberapa waktu sebelum Roman menghubungi Jeni, Susy dan Suga yang berpenampilan sangat rapi dan berdiri didepan pintu kediaman Roman.
"Dengar anak muda. Kau diam saja dan jangan ikut bicara. Mama tak mau kau membuat kacau lagi." Sinis Susy pada Suga yang mengencangkan dasi nya.
"Iya ma."
Susy menendang betis anaknya hingga mengerang.
"Mama, sudah kukatakan beberapa kali, jangan di depan Mereka." Lontar Suga melirik pada dua asisten beda generasi bernama Arya dan Kenzo itu.
Pintu dibuka, seketika pertengkaran ibu dan anak itu terhenti dan memasang ekspresi seolah tidak terjadi apa-apa.
"Selamat malam nyonya dan tuan Roman. Kami datang berkunjung lagi." Sapa mama Susy dengan wajah manis dan ramah. Tak lupa senyum yang di buat sangat manis itu terkembang sempurna.
'mama hebat sekali, pandai berpura-pura, harusnya dia masuk nominasi Grammy award. Sebagai aktris terbaik.' batin Suga melihat mamanya begitu pandai mendrama di depan calon besan.
Bersambung...
Hemmm.. kira-kira jika mama Susy yang bertindak langsung, apakah papa Roman akan menerimanya?
______
Othor kasih visualnya sekalian ya..
Jeni
usia 22th.
Liana
usia 22 tahun, sahabat Jeni.
Suga
usia 27 th anak pertama Susy. CEO GRUP RELAY.
__ADS_1
Vicky
Usia 25th, adik Suga yang lebih memilih tinggal di jalanan. Ramah dan baik.
Mama Susy
usia 49 THN. walau galak namun sangat menyayangi kedua anaknya.
papa Roman ayah Jeni
mama Diana ibu Jeni
Kenzo asisten Suga
Adrian Adik Jeni
Verel
Yovie
Mega
oke, semoga suka sama visual nya ya. Untuk Verel, belum dapat yang pas visualnya. nanti ya.
__ADS_1