Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
bab 29


__ADS_3

Mega menyaut baju tidur kimononya dan memekainya sembari berjalan ke depan. Tepat di depan pintu apartemen. Dia melihat melalui interkom.


"Siapa sih?" Gumamnya melihat seorang wanita dengan ful make up di depan pintu.


Suara bel kembali terdengar. Membuat Mega makin kesal. Ia membuka pintu, hendak memprotes pada si wanita.


"Apa mau jalaaanng!! Haaahh??"


Wajah Mega berubah jadi sangat tegang dan gugup. Ia mencoba menutup lagi pintu apartemennya, namun tamunya lebih sigap dan menerobos masuk hingga Mega terdorong dan jatuh.


"Ma-mau apa kamu kemari?"


"Tentu saja menjemput tuanku yang kamu sekap." ucap Kenzo santai sambil melangkah dengan santai.


Mega terkejut sangat. Matanya sampai hampir melompat keluar. "Kau, bagaimana bisa tau..."


"Aku dapat Ilham dari seseorang yang tiba-tiba mengirimi aku pesan untuk segera kemari." jelas Kenzo menatap Mega dengan senyum sinis nya.


" Semoga, kamu belum menyentuhnya, atau, kau akan atau sendiri akibatnya..." lanjutnya mengancam, karena dia juga tidak suka pada Mega, suka mempermainkan perasaan, terutama bosnya. walau ia sama brengseknya, tapi kalau Kenzo tak apa. kan laki-laki. begitulah batin dan pemikiran Kenzo.


Kenzo menerobos masuk kedalam kamar Mega.


"Kau! Jangan sembarangan masuk! Atau aku akan..." Protes Mega hendak menyusul namun tangan wanita dengan ful make up itu menahan baju Mega,


"Kau sebaiknya di sini saja temani aku. Aku jadi susah gara-gara kau!" Ucap wanita itu masih menarik baju Mega, Mega berontak namun hasilnya baju kimono nya terlepas hingga tampak lah ia mengenakan lingerie saja.


Wanita full make up itu menggeleng sambil berdecak. Dari arah dalam kamar Mega, Kenzo sudah memapah tubuh Suga yang menampakkan keseksian tubuh pria itu. Karen Kenzo langsung membawa Suga tanpa merapikan kemejanya.


Wanita ful make up yang datang bersama Kenzo bersiul riang.


"Aku jadi ingin menikmati tubuh itu." Selorohnya. Mega berbalik dan hendak menampar si Wanita, namun wanita itu lebih gesit menangkap tangan Mega.


"Kurang ajar kau!" Geram Mega.


"Anita bereskan dia. Kalian sama-sama jallaanng, pasti tau apa hukuman yang pantas untuk wanita ini." Gumam Kenzo sembari berjalan melewati dua wanita dengan kepayahan memapah Suga.


"Oke, apa imbalannya?"


"Satu malam yang panas." Ucap Kenzo dengan senyum mesum nya.


"Hanya itu?"


Kenzo memutar matanya malas.


"80 juta." Lanjut Kenzo sembari berlalu keluar apartemen Mega.

__ADS_1


"Deal!"


Wanita yang di sebut Anita itu melirik pada Mega. "Mumpung kamu sedang seperti ini, aku akan panggilkan anak-anak." Ucapnya menyeringai jahat.


.


.


Kenzo membawa Suga yang masih belum sadarkan diri itu ke dalam mobilnya. Kemudian melesat jauh.


"Jika sudah tau, kenapa tidak menjauh saja? Dasar tuan, bikin aku repot saja." Gerutunya melempar hp yang menyala dengan titik merah yang berkedip.


Semasa sebelum Suga mengantar Mega kembali ke apartemennya, Suga lebih dulu mengirimkan GPS dan pesan pada Kenzo. Kenzo yang saat itu sedang enak-enak dengan Anita pun menunda kencannya demi menyelamatkan sang bos. Karena itu sangat genting. Apa lagi ia juga tau jika Jeni tengah Hamil anak bosnya.


"Okey, kemana aku harus membawanya sekarang?" Gumam Kenzo lagi melihat jam yang melingkar di lengannya.


###


"Apa?"


Suara roman yang mendengar V hendak menjadi pengantin pengganti itu terdengar tak terima.


"Apa-apa an ini nyonya Susy? Kami menerima lamaran kalian bukan untuk di permalukan seperti ini. Kenapa Suga? Bagaimana bisa dia tak datang di hari seperti ini?"


"Maaf, sungguh pak Roman, ini di luar kuasa kami. Kami juga sedang mencarinya. Nomornya tak aktif dan aku udah mengirim beberapa orang untuk mencarinya."


"Saya mohon maafkan kami.."


"Maaf? Apa dengan maaf rasa malu ini akan hilang?"


"Karena itu, biarkan saya yang menjadi penggantinya." Ucap V yakin menepuk dadanya.


"Apa? Kau?"


"Bukankah dia gelandangan yang kau hidupi Jeni?" Papa Roman tampak marah menatap nyalang pada anaknya." Jangan bilang ini bagian dari rencanamu!" Menunjuk pada Jeni.


"Apa maksud papa?" Tanya Jeni tak terima dengan tuduhan Sang papa mengangkat kepalanya, wajahnya yang ber make up itu menjadi basah oleh air mata.


"Iya, kau bersekongkol.dengan dia dan menyembunyikan Suga, lalu pria ini jadi sok pahlawan menjadi pengantin pengganti Suga."


"Papa!" Jeni jadi tak habis pikir dengan tuduhan Sang papa yang begitu jahat.


"Maaf, apa maksud anda pak Roman?" Sela Susy menatap Roman yang masih mendelik emosi."Vi ini anakku, adik Suga. Dia memang keluar dari Rumah tapi bukan berarti dia gelandangan!" Sambung mama Susi tak terima.


"Apa? Anak mu?"

__ADS_1


"Iya, dia V anakku."


Seorang WO datang lagi mendekat. "Maaf, pak penghulu hendak pergi, apa yang harus saya lakukan pak? Kapan pengantin pria nya datang."


Semua orang di sana saling berpandangan.


"Biar kan aku yang jadi pengantin nya. " Ucap V cepat memecahkan ketegangan."Agar kita semua terhindar dari rasa malu, dan acara ini tetap berlangsung."


"Ijinkan aku paman Roman." Lanjut Vi dengan menatap papa Roman.


"APA KAU PIKIR PERNIKAHAN INI MAIN-MAIN NAK? MAIN GANTI-GANTI HANYA UNTUK MENGHINDARI RASA MALU?"


"Aku mencintai nya paman, jika aku sudah menjadi suaminya. aku akan menjaganya dengan seluruh hidupku. itu janjiku!" Vi menatap wajah Roman dengan mata bersungguh-sungguh.


ucapan yang terlontar dari mulut V tentu membuat Mama Susy terkejut. bagaimana bisa kini kedua anaknya terlibat hati dengan satu orang wanita yang sama?


.


.


.


Pak penghulu terlihat sangat kesal duduk lagi di kursinya.


"Baiklah, biar kulihat, mempelai pria bernama Suga..."


"Bukan tapi Vicky Argantara."


"Apa?" Pak penghulu memastikan lagi nama yang tertulis di lembaran di depannya. "Tapi di sini tertulis Suga Afgantara."


Bersambung...


Hmmmm.... kalau menurut kalian Jeni bakal sama Suga atau V ya nikahnya?


Readers, kasih Othor semangat ya, biar up terus setiap hari.


like


komen


masukin rak


kasih Gift


kasih vote

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2