Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 91


__ADS_3

"Kamu sungguh nggak ingin melepaskan ku malam ini?"


"Enggak."


"Aku lelah, V."


"kalau begitu, diam saja. Biar aku mengajarimu..." ucap V tanpa melewatkan sentuhan di setiap inci tubuh Istrinya.


'Uuggghh,, ini sama saja.... Nggak mungkin aku diam saja ketika tubuhku terus bereaksi dengan sentuhannya.' kata Lia dalam hati dengan wajah nya yang semakin memerah dengan sentuhan nakal suaminya.


Lia mengerang menyebut nama suaminya. V tertawa senang, karena berhasil membuat istrinya itu tak lelap malam ini.


Hingga subuh tiba, Lia baru bisa benar-benar tertidur dengan pulas. Seusai membersihkan diri dan menyelesaikan kewajibannya. Begadang semalaman membuat Vu ataupun Lia tepar di atas kasur lantai di ruang depan.


Pukul 11 siang, V membuka matanya. Perut nya terasa melilit minta di isi. V menatap lembut wanitanya, mengecup lembut kening, mata, hidung, pipi dan terakhir jatuh di bibir Lia. V bangkit dan memesan makanan untuk dirinya dan sang istri dari resto Rescue.


Selanjutnya, V membersihkan rumah. Menyapu, mengepel dengan meminimkan suara agar tidur Lia tak terganggu. Dari teras terdengar suara motor yang berhenti, gegas V berjalan keluar mengambil pesanannya.


"Hari ini aku libur, katakan itu pada fajar. Kalau ada apa-apa dia yang charge." pesan V pada pekerja nya.


"Baik, mas."


Setelah pekerjanya pergi, V masuk lagi ke rumah. Pintu depan masih terbuka, ia tertegun kasur lantai di ruang depan sudah kosong.


"Sepertinya Lia sudah bangun, mungkin dia sedang ke kamar mandi." gumam V meletakkan dua bungkus kantong berisi nasi bungkus dan dua es teh di atas meja tamu.


Tak lama dari arah dalam rumah, Lia muncul dengan menyibak gorden penyekat diantara ruang penghubung.


"Aku lapar..."


"ayo makan, aku sudah deliv nasi bungkus dan es teh." ajak V duduk lesehan di depan meja tamu.


Lia berjalan mendekat, duduk di sisi kiri V. Sementara V mengeluarkan nasi bungkus dan es teh dari kantong plastik.


"Ambil sendok giih." titah V membuka bungkusan nasi. "Sama gelas."


"Pake tangan aja deh."


"Jangan!"

__ADS_1


Suara V terlalu keras sampai Lia terlonjak kaget menatap dengan pandangan ada apa ini?


"Maksud ku, pake tangan juga sama aja musti cuci tangan dulu kan? mending sekalian ambil sendok sana! Gelas juga."


Lia terpaksa bangkit."Gelas nggak usah deh, ntar es tehnya di iket dikit terus di cantolin."


"Sendok sama gelas!"


Lia memanyunkan mulutnya beberapa senti.


"Iya iya..." bergumam pelan, "gitu aja ngomel..." sambil berjalan ke dapur.


Tak lama ia muncul dengan membawa dua sendok dan satu gelas jumbo.


"Segini cukup."


"Pinter..." V nyengir,"Harusnya, sendoknya satu aja."


"Ogah, nggak enak. Keburu laper malah berebut sendok sama kamu." Lia masih cemberut, duduk di sisi kiri V


Nasi bungkus baru satu yang di buka, es teh pun cuma satu yang Lia tuang ke gelas jumbo. Keduanya makan dengan nikmat hingga satu bungkus nasi itu tandas.


"Huuummm...."


Lia membuka satu bungkus yang masih tersisa,


"Lauk nya beda sama yang tadi?"


"Iya, sengaja aku pesan yang beda biar nggak bosan. Variasi." ucap V


"ini beli di mana?"


"Rescue." jawab V menyuap satu sendok ke mulutnya.


"Nanti kamu ke resto nggak?"


"Enggak. Libur." jawab V menyuap lagi ke mulutnya.


"Oh iya, Suga ngajak kita bulan madu di Macau mau nggak?"

__ADS_1


"Macau?"


"Hemmm..."


"Kapan?"


"Dua hari lagi"


"Emangnya sempet? aku belum punya paspor dan lainnya."


V terkekeh kecil. "Ya udah nggak usah."


"Tapi aku pingin...." dengan muka memelas.


"Ya udah, bulan depan aja. Eehh, bulan depan nggak bisa sih, bulan depan masih launching. Tunggu agak longgar ya."


Lia mendengus pelan."Iya...."


V nyengir menyeruput es teh sebagai penutup makan siangnya. Sedang Lia memberesi bekas makan mereka, lalu berjalan ke dapur. Lama V menunggu dan rebahan di atas kasur lantai, akhir nya Lia muncul juga.


"Sini." V menepuk ruang kosong di samping kirinya.


"Ya ampun.. abis makan tu jangan tidur.."


"Ini nggak tidur Lia, cuma baringan aja."kelit V menepuk lagi ruang di sisinya." Sini.."


"Sama aja...." Lia memangkas jarak duduk di sisi kiri V.


"Beda lah tidur sama baring." Kilah V lagi menarik lengan Lia hingga ikut terbaring di sisinya.


"Nggak mau! nanti aku jadi gendut!"


"Nggak papa. aku suka kamu gendut." ucap V memeluk tubuh Lia dan menahan dengan dengan kaki.


"Iisshh .. lepasin V..."


"Lanjut yang semalam yuk..."


Mata Lia membola

__ADS_1


__ADS_2