Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
bab 28


__ADS_3

Mobil Suga berhenti di depan apartemen milik Mega.


"Sudah sampai, keluarlah."


"Apa, kamu nggak mau mampir dulu Suga?"


"Enggak. Keluarlah." Suga mempersilahkan dengan kepalanya.


Mega mengerucutkan bibirnya, ia lalu keluar dari mobil Suga. Mega melangkah pelan, Suga hanya memandangnya dan hendak menjalankan mobilnya, akan tetapi melihat Mega jatuh terpeleset, ia kemudian keluar menghampiri.


"Kamu baik-baik aja?"


"Aaahhh...." Mega mengaduh, memegangi kakinya.


"Sepertinya terkilir." Gumam Suga merasa iba pada Mega. Hingga ia mau tak mau memapah gadis itu ke apartemennya.


Pintu terbuka dari luar, Suga memapah tubuh Mega memasuki ruangan yang menyala otomatis. Dia mendudukkan Mega diatas sofa tamu berwarna biru.


"Terima kasih Suga " ucap Mega mengelonjorkan kakinya di sofa.


"Bibi,"


"Iya non Mega." Sahut seorang wanita paruh baya datang dari arah dalam.


"Tolong ambilkan minum untuk Suga."


"Tidak perlu. Aku langsung saja." Tolak Suga halus sembari berdiri.


"Tolonglah Suga, jangan begini. Setidaknya sebagai tanda terima kasih ku." Ucap Mega memohon.


Suga merasa tak nyaman namun wajah memelas Mega sedikit mengusik hatinya, walau ia sesungguhnya sudah tak ingin berusan dengan mantan kekasihnya itu.


Bibi art Mega datang dengan segelas minuman di nampan. Dengan cepat dan sedikit terpincang, Mega berdiri dan mendorong tubuh Suga hingga jatuh terduduk di sofa.


"Tunggulah di sini temani aku sebentar saja." Pinta Mega berbisik di telinga Suga.

__ADS_1


Mega mengambil minuman dari nampan dan menyerahkannya pada Suga.


"Minumlah."


Suga mengambil gelas itu lalu menatap Mega yang lalu mendudukkan diri sofa samping mantan kekasihnya itu.


"Suga, beri aku kesempatan. Aku janji, tidak akan berselingkuh lagi dari mu. Maafkan aku, aku sangat menyesal. Selama ini aku terus menderita, memikirkan mu dan menyadari jika hanya kamu yang aku cintai." Ucap Mega mengiba,"kembalilah pada ku Suga. Mari kita mulai lagi yang sudah..."


Suga mengangkat tangannya setelah meletakkan gelas yang dia belum sempat minum itu ke meja.


"Mega, aku masih bisa memaafkan kesalahan sebesar apapun, hanya tidak bisa mentolerir perselingkuhan. Karena itu berhentilah."


Mega menangis dengan tersedu, airmatanya terus membanjir.


"Mega, hadapilah ini, aku akan segera menikah, dan kamu.. aku yakin kamu akan menemukan sendiri jalan mu, menemukan pasanganmu. Menemukan pria baik yang bisa tulus padamu. Kuharap saat itu kamu bisa berubah."


Mega tak menanggapi, ia hanya terus menangis tersengal.


"Mega, aku harus kembali." Suga beranjak dari duduknya hendak mengayunkan kakinya.


"Suga." Tahan Mega masih dengan wajah yang sembab."Aku tau, aku memang tak bisa di maafkan. Aku... Jika kamu tak keberatan, bolehkan, aku meminta satu pelukan terakhir? Setelah ini aku akan melupakan segalanya."


"Apa ini cukup?"


Mega mengangguk dan tersenyum kecil."terima kasih Suga. Terima kasih."


"Aku pergi." Pamit Suga pelan sambil membalikkan badannya.


"Tunggu,"


Suga menoleh.


"Minumlah dulu, bibi sudah capek-capek membuatkannya untukmu." Ucap Mega sembari mengambil gelas di meja dan menyerahkannya pada Suga.


Suga menatap ragu pada minuman itu, namun ia angkat tangannya, mengambil gelas dan meminumnya.

__ADS_1


"Aku pulang, datanglah ke acara pernikahan kami besok." Suga meletakkan gelas itu di meja tersenyum kecil pada Mega mungkin untuk yang terakhir kalinya.


Suga berbalik dan melangkahkan kaki. Perlahan pandangan matanya kabur. Beberapa kali Suga menggelengkan kepalanya. Dan tubuhnya ambruk tak bertenaga. Ia menatap Mega yang berjalan mendekat, tak terlihat jika dia sedang terkilir.


'haaahh,, rupanya benar ini trik murahan yang dia pakai?' pikir Suga sebelum kesadarannya benar-benar hilang.


.


.


"Suga, kau milikku, selamanya. Tak akan kubiarkan siapapun memilikimu."


Mega berjalan memasuki kamar, diatas ranjang, Suga sudah terlelap. Dengan pakaian tipis yang minim itu dan riasan wajah yang sensual Mega merangkak diatas tubuh Suga. Mencium lembut bibirnya, tangannya meraba tubuh yang masih mengenakan pakaian lengkap itu. Mega mulai membuka satu per satu kancing kemeja Suga. Menyibak hingga tampak otot tubuh pria matang itu.


Tangan nakalnya mulai menyentuh ikat pinggang dan hendak membukanya, suara bel apartemennya berbunyi. Membuatnya berhenti.


"Siapa sih malam-malam begini bertamu?"


Mega tak menghiraukan, ia memainkan jari nya hendak memulai lagi aktifitasnya yang sempat terhenti. Namun suara bel itu kembali berbunyi. Kali ini terdengar berkali-kali dan tidak sabar. Tentu, itu membuat Mega berang.


Mega menyaut baju tidur kimononya dan memekainya sembari berjalan kedepan. Tepat di depan pintu apartemen. Dia melihat melalui interkom.


bersambung....


_______


Hemmm... siapa ya kira-kira yang datang?


Readers kasih semangat dong, biar Othor up terus setiap hari.


like


komen


kasih vote

__ADS_1


kasih Gift


terima kasih


__ADS_2