Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 93


__ADS_3

Sesampainya di rumah Farah. Ibu Sumi tampak keluar dari dalam dan berdiri di teras. Melihat Sang anak gadis nya baru saja turun dari motor seorang pria.


"Selamat siang buk." sapa Adrian dengan ramah menyalami Bu Sumi.


"Heemm... kamu siapa?"


"saya teman Farah,"


"Teman apa? kok nggak pake seragam?" selidik Bu Sumi tak suka, karena Adrian hanya memakai motor saat mengantar Farah.


"Kami ketemu saat di perkemahan dulu buk, kak Adrian yang bantuin Farah pas terkilir." Farah menjelaskan.


"Ooohh,".Bu Sumi masih melihat tak suka pada Adrian. "Kamu kerja di mana?"


"Saya masih kuliah buk."


"Oohh, kuliah." Dengan mendesssaahh pelan.'Nggak bisa di porotin deh kalau anak kuliah mah.'


"Ya sudah, ibuk jelaskan ya, Farah masih kecil nggak ada pacar-pacaran segala.. Ngerti kamu?"


"ibuk....." Farah sudah sangat malu dengan ucapan ibunya.


Adrian hanya tersenyum kecil.


"Saya tau, saya cuma lihat keadaan Farah aja. Sepertinya dia sudah baikan." ucap Adrian halus. "Kalau begitu saya pergi. Selamat siang." pamit Adrian dengan nada lembut dan halus.


"Hemmm...."


****


Suga dan rombongan sudah tiba di Macau. Di kota yang penuh dengan gemerlap tiada henti. Suga dan Jeni langsung melepas penat dan merebahkan diri atas ranjang.


"Sayang, aku lelah banget."


"Aku juga." Suga merangkak mendekati tubuh istrinya.


"Apa ini? bukankah kamu bilang lelah?"


"Iya, yang lelah tubuhku, yang itu nggak. Satu ronde saja."


"Akkkhhh....Suga!"


****


"Tepat sekali, mereka sedang di Macau." gumam Mega yang saat itu juga sudah pindah ke Macau karena sempat mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan. Hingga ia enggan untuk balik ke tanah air.


"aku harus bisa mendapatkan Suga kali ini. Tapi siapa yang bisa jadi sekutuku?" gumam Mega lagi.

__ADS_1


"Mama Susi....?"


"Tidak...."


"Aahh, sudahlah, aku datangi dulu tempat mereka menginap. Yang lain pikir belakangan." gumam Mega lagi.


Mega mengambil kunci mobilnya lalu berkendara ke hotel tempat Suga menginap.


Sesampainya di lobi,


"Maaf, di mana kamar tuan Suga Afgantara?" tanyanya pada resepsionis.


Yang di tanya hanya melirik Mega, lalu mata petugas resepsionis menatap pada beberapa orang di lobi. Orang berbaju hitam mendekat dan mengapit Mega.


"Silahkan ikut kami."


Mega menatap tiga orang yang mengapitnya dengan marah dan bingung.


"Mau apa kalian?" tanyanya tak terima.


"Ikutlah dengan kami tanpa perlawanan. Tuan Suga menunggu anda."


****


Di balkon kamar tempat Suga menginap.


Di sebelah kamarnya, mama Susi juga berdiri di balkon.


"Mama sudah bereskan calon pengganggu." gumam Mama Susy.


"Untuk apa mama bertindak?"


"Bukankah kamu kemari juga karena mau menyingkirkan Mega?"


Suga tertawa kecil.


"Bagaimana mama bisa tau?"


"Aku mama mu Suga. Mama tak mau kamu kelewat batas, mama Mega juga temanku walau tak terlalu akrab. Tapi mama tidak mau kamu sampai menghancurkan Mega." tegas mama Susy."Karena itu, mama mengambil tindakan lebih dulu."


"Mama nggak tau apa yang dia rencana kan." ucap Suga pelan.


"Mama tau, mama juga mau melindungi kamu dan V. Mama nggak mau, kalian yang sudah bahagia, harus terpisah dari pasangan masing-masing."


Mama Susy menatap anak sulungnya. "Mama sudah dapatkan foto-foto itu agar dia tak bisa menunjukkan nya pada Lia dan Jeni. Juga beberapa berkas yang mungkin akan mempengaruhi saham perusahaan kita." lanjut mama Susi melangkah masuk ke dalam kamarnya. "Mega sudah mama ancam dan kirim ke Hawai. Jadi jangan ke sana. Katakan itu juga pada V."


"baiklah, aku mengerti." jawab Suga lalu kembali ke kamar memeluk tubuh istrinya dalam kehangatan. jeni memelusupkan kepalanya di dada bidang sang suami yang memberinya kecupan bertubi-tubi.

__ADS_1


setelah menghabiskan waktu berlibur di Macau, akhirnya Suga dan jeni kembali ke tanah air. mereka bersepakat untuk bertemu dan kencan ganda di sebuah taman bersama Vi dan Lia.


Di taman yang di penuhi bunga dan kupu-kupu, dua pasangan yang sedang berbahagia itu. Bersaudara dan juga bersahabat. Bersepeda bersama, jeni membonceng Suga, sedangkan Lia membonceng Vicky.


Menyusuri taman di pinggir danau buatan. lalu duduk berpiknik di atas rumput yang hijau.


"Bagaimana liburannya, Jen?"


"menyenangkan, tapi kami lebih banyak menghabiskan waktu di ranjang." Jawab jeni terkekeh kecil melirik Lia. "bagaimana dengan mu?"


Lia tersipu malu lalu mengerluarkan sebuah benda pipih dari saku celananya. dan menunjukan pada Jeni. Jeni membelalak sembari menutup mulutnya yang terbuka.


"positif?"


Lia mengangguk dengan senyum yang lebar. Lalu menempelkan jari di bibirnya. tangan yang satu lagi menunjuk pada Vi yang sedang memancing bersama kakaknya.


"aku ingin memberinya kejutan."


"baiklah...."


"apa ini?"


tiba-tiba saja Suga sudah berada di belakang Jenis dan merebut tespek di tangan istrinya.


"ini? kamu hamil sayang?"


"selamat ya." Vi tiba-tiba ikut nimbrung.


"itu...."


"sayang....." Suga terlihat sangat girang memeluk dan menciumi sang istri.


"itu.... bukan milikku..."


"apa?"


wajah Suga yang semula bahagia seketika berubah.


"jika bukan milikmu lalu milik siapa?"


jeni menangkupkan tangan di depan wajahnya menatap Lia dengan bersalah dan menyesal.


semua mata berganti menatap Lia.


"milik kita?" kalimat tanya yang akhirnya keluar dari bibir Vi. yang di angguki oleh Lia.


V tertawa penuh syukur... "milik kita...."

__ADS_1


dah abis....


__ADS_2