Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)

Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 60


__ADS_3

Di sebuah restoran di dalam Mal.


"Mama, suapin aku." ucap V manja dengan menatap wajah mama Susy yang duduk disampingnya.


"Vi, apa-apaan kamu ini?"


"Mamaaa..." rengek V makin manja.


Mama Susy memandang temannya yang duduk di hadapan di samping gadis cantik yang pasti anaknya itu.


"Maaf ya jeng gina, biasanya dia tidak begini...." ucap Mama Susy dengan wajah tak enak dengan sikap v yang terkesan seperti bocah manja itu.


"Aaaa.... mama...." V membuka mulutnya lebar-lebar.


"Vi!"


Sementara jeng Gina tampak sangat tak nyaman dan berwajah aneh, tak kalah dengan putrinya. Gadis itu melihat Vi dengan pandangan yang ilfil. Kedua wanita itu lalu berpandangan dan mengangguk pelan.


"Maaf ya jeng Susy. Aku harus pergi, kami masih ada urusan."


"Urusan?" mama Susy terlihat bingung temannya itu tiba-tiba punya urusan mendadak.


"Iya, aku baru ingat ada arisan di komplek sebelah. sudah lama aku tidak ikut. Jadi kali ini kami harus datang. Karena itu, kami pamit dulu ya." jeng Gina beranjak dari duduk nya buru-buru sambil menarik sang anak.


"Tunggu! Tunggu dulu, jeng Gina!"


"Maaf yah, Daahh!"


jeng Gina berlarian kecil sambil melambaikan tangan nya. Yang di balas lambaian tangan oleh V dengan senyum menang.


Mama Susy yang merasa sangat kesal dan geram karena temannya itu pergi yang pasti karena sikap manja V yang di buat-buat itu. Mama Susy menatap tajam dan sebal pada V yang sedang menjejalkan cumi ring ke dalam mulutnya setelah di cicol saus. Wajah tak berdosa V dan senyum mengejek membuat Mama Susy makin geram.


"Apa kau bilang tadi hah?"


"Apa ma?"


"Suapi hah??" Mama Susy yang sudah sangat marah itu meraup cumi ring dengan genggaman tangan nya lalu menjejalkan nya ke mulut Vi.


"Mama.. Apa mama mau membunuhku dengan makanan?" ucap V dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Aku menyuapi mu! Tadi kamu bilang minta suapi kan? makan ini.." kesal mama Susy terus menjejalkan makanan ke mulut V dengan brutal.


"Mama! Ampuunn..."


###


"Kenapa dengan V ini?" gerutu mama Susy dengan sangat kesal. Saat ia kembali ke kediaman nya.

__ADS_1


"Apa dia sudah punya pacar? kenapa begitu licin?" sambung nya lagi masih menggerutu.


Arya sang asisten dengan setia menungu.


"Arya!"


"Selidiki, apakah V punya pacar atau tidak, dan apakah dia dekat dengan seseorang"


"Baik nyonya."


"kali ini aku harus mendapatkan mu anak muda."


Hari berikutnya, mama Susi sengaja mengundang salah satu teman nya yang lain untuk datang ke mansionnya. Tentu saja dengan misi yang sama, menjodohkan anak masing-masing.


Dari pihak wanita langsung setuju begitu melihat foto V. Di tambah pria itu memiliki latar belakang keluarga yang sangat bagus.


"Hmmmm... Harusnya sih, V ada di rumah hari ini, entah kenapa dia tidak terlihat. Biar ku minta seseorang mencarinya. Mungkin dia sedang melakukan sesuatu di sisi lain bangunan ini." ucap mama Susi karena tamu nya sudah cukup lama menunggu.


Dua jam sudah. tidak masalah, karena yang di tunggu pria setampan Vi dengan kelebihan yang dia punya.


"MMM... tuan V sebenarnya..." ucap salah satu pelayan terlihat ragu.


"Ma, celana dalamm ku mana?" teriak Vi membuat mama dan tamunya mendelik kaget.


"Ce-celana dallam?" reflek wanita mudah yang bermaksud di jodohkan dengan Vi berubah berwajah aneh.


"Mama,, apa celana dallam ku ada di kamar mama?" suara Vi di buat secentil mungkin dengan lilitan handuk di tubuhnya.


"Viiiii...." Mama Susy menggeram.


"Oohh, maaf, aku lupa ada tamu ya?" ucap Vi dengan tangan yang dia tempatkan di depan mulutnya tersipu malu."Tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu. ho-ho-ho."


Vi lalu menghilang, wajah teman mama Susy sangat terkejut melihat penampilan V yang terkesan seperti wanita jadi-jadian itu.


"Apa anak jeng Susi menyimpang?"


"Tidak! tentu saja tidak. Aku tidak tau jeng Hera, kenapa anak itu berpenampilan seperti itu." elak mama Susy malu dengan nada kesal yang tertahan.


"Anak ku itu normal kok jeng...." imbuhnya lagi.


"Maaf jeng, anak ku sepertinya sangat terkejut. Dia tak ingin melanjutkan perjodohan ini. Maaf jeng, kami pamit." sambil beranjak dari sofa tamu dengan sangat tergesa.


"Tunggu," mama Susi ikut berdiri berusaha mencegah. "Anak saya itu normal, dia hanya...."


"Maaf jeng. Kami pergi ya.." pamit tamunya yang berwajah semakin aneh, berlari dengan kecepatan cahaya.


"Jeng Hera! Tunggu jeng!" teriak mama Susy "Aaahhh!!" Mama Susi sudah frustasi.

__ADS_1


"Anak sialan!"umpat mama Susy berjalan cepat ke kamar V.


"Vii!!"


BRAK! membuka pintu dengan kasar.


"Apa-apaan kamu hah?"


"Mama yang apa-apaan? Tiba-tiba menyuruhku pulang hanya untuk di jodohkan dengan anak teman mama." tukas v tak kalah vokal pada mamanya.


"Mama lakukan ini juga demi kamu, V! mau sampai kapan kamu melajang?" mama Susy menjewer telinga V dengan gemas.


"Aww.. awww.. sakit ma! Kenapa mama sangat kasar pada anak sendiri?"


Mama Susi mencoba dengan sangat sabar memahami anak bungsu nya. Mengatur nafasnya yang sudah naik turun.


"Sekarang katakan dengan jelas pada mama. Kenapa kamu terus bersikap seperti ini dan memalukan mama?"


"Karena aku nggak mau di jodohkan."


"Oke! mama terima, kamu nggak mau di jodohkan berarti kamu sudah punya pacar atau calon istri."


"Yaahh, itu..." Vi menjawab dengan sangat ragu.


"kalau bilang tak punya berarti kamu harus siap di jodohkan oleh mama." tegas mama Susi.


"Jodoh itu di tangan Tuhan ma, mama nggak bisa memaksakan."


"Oohh begitu?" mama Susi mendessaah pelan."oke, kalau begitu bagaimana kamu menjemput jodoh itu?"


"Ya kan di tangan tuhan, aku aja nggak tau ada dimana."


"Vii!" geram mama Susy siapa menjewer Vi lagi, namun bungsunya itu lebih sigap menghindar.


"Kalau begitu kamu harus terima jodoh dari tangan mama."


"Mana? mama aja nggak bawa apa-apa!"


"Anak sialan!" mama Susy menerjang hendak menjewer lagi telinga Vi, namun Vi lebih cepat menangkap tangan ibunya. menangkup kedua tangan itu.


"Mama, aku sudah ada orang yang di sukai. Aku sedang dalam usaha meluluhkan dia. Bisakah mama tunggu sebentar lagi?"


"Benarkah kamu sudah ada wanita yang di sukai? Siapa? Anak mana?"


"Sabar mama, nanti akan V perkenalkan jika sudah berhasil. Karena itu, berhentilah menjodohkan aku."


Mama Susy menarik tangannya dan merapikan pakaian nya.

__ADS_1


"Katakan siapa namanya?"


bersambung ...


__ADS_2