
Airin masih ternganga mendengar apa ini ucapkan laki-laki dihadapan nya tersebut jika dirinya saat ini sudah berada di Swiss.
"Apa kau bercanda?"
bagaimana dia tidak membeku dengan keadaan, bagaimana bisa dia berpindah negara tanpa dia sadari sama sekali, bahkan dia ikut bersama laki-laki yang tidak diketahui siapa.
Lalu tiba-tiba laki-laki tersebut berkata laki-laki itu mengenal keluarganya dan juga mommy nya, bukankah itu sangat gila menurut dirinya?!.
dia saja belum pernah bertemu dengan laki-laki tersebut bagaimana mungkin keluarganya mengenal laki-laki tersebut bahkan mungkin juga mengenalnya.
Bahkan dia saja tidak tahu siapa nama laki-laki itu, yang usia nya lebih tua dari kakak laki-lakinya itu.
Yah lebih tua dari kakak laki-lakinya.
berapa? Airin tidak pandai menghitung usia seseorang, yang jelas lebih tua, dan apa perempuan bersama nya tadi istri laki-laki tersebut?!.
Aishhhh Airin tidak peduli.
"Oh God apa kau gila Om? aku ada di Swiss? bagaimana cara mu membawa ku ke mari?"
perempuan tersebut jelas bertanya dengan penasaran bagaimana cara laki-laki di hadapannya itu membawanya ke Swiss, karena seingatnya terakhir kali dia berada di Indonesia, pusing memikirkan urusan dan hubungan soal kakak laki-lakinya dan juga Karla, gimana hubungan percintaan dan juga pernikahan kedua orang tersebut diketahui oleh orang tua nya dan untie Wilona nya.
belum lagi keputusan semua orang yang berkata jika dia harus pergi ke Swiss untuk masuk ke perusahaan keluarga mereka yang ada di sana.
dia bahkan belum membeli tiket untuk pergi ke Swiss, lalu bagaimana bisa dia berada di Swiss hari ini bahkan bersama laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali.
Saat Airin bertanya sembari memanggilnya Om seketika membuat Sanders Efron menaikkan ujung alisnya, dia sedikit tersinggung karena merasa begitu tua ketika dipanggil dengan kata 'Om'.
"Om?"
Laki-laki tersebut bertanya, menatap tajam bola mata Airin.
"Apa aku setua itu?"
ketika laki-laki di hadapan dia bertanya seperti itu seketika membuat Airin tertawa begitu saja sembari sedikit mendengus.
"kenapa laki-laki zaman sekarang tidak mau disebut tua? tentu saja kau seorang Om, tidakkah kau menyadarinya? kau lebih tua daripada kakak laki-lakiku, kenapa seusia kakak laki-lakiku mungkin aku akan memanggilmu kakak, tapi kau jauh lebih tua beberapa tahun lagi daripada kakak laki-lakiku, jadi bagaimana caranya aku manggilnya, sir?"
Airin bertanya sembari memutar bola matanya, kenapa laki-laki sekarang terkadang tidak sadar dengan usia.
meskipun laki-laki itu tampan Mbak dewa Yunani tapi usia bukannya tidak bisa menipu? karismatik orang tua dan juga remaja itu jelas berbeda, ditambah lagi dia tidak peduli pada laki-laki yang ada di hadapan itu mau setua apapun, pedulikan adalah bagaimana caranya dia bisa kabur dari sana dan keluar dari kediaman laki-laki gila tersebut yang dia tidak ketahui apa maunya membawa dirinya ke sana.
__ADS_1
"yah terserah padamu jika ingin memanggilku Om, aku pikir itu bukan permasalahan besar"
Sanders Efron berusaha untuk berlapang dada atas panggilannya meskipun sebenarnya dia tidak suka, rasanya terkesan terlalu tua karena dia belum merasa umurnya begitu tua.
"dan aku pikir saat kau memanggil namaku ketika kita melewati sisi panas bersama dengan kata 'Om'
pasti terdengar begitu seksi dan manis, aku ingin mendengarmu men.desah, berteriak dan berkata 'Om berhenti, please' Oh god itu membuat ku jadi bersemangat"
Tiba-tiba ucapan laki-laki dihadapan Airin membuat perempuan tersebut bergidik ngeri, dia langsung menarik selimut yang ada di tubuh bawahnya.
"Kau bilang apa?"
Jelas saja dia meremang, dia pikir apa otak laki-laki tersebut sudah terkontaminasi, bicara melantur di pagi hari?!
Sanders Efron terkekeh, dia menatap Airin dari ujung kaki hingga ke ujung kepala nya, tidak tahu kenapa dia jadi kembali menginginkan nya.
Oh shi.t kenapa kau seperti marijuana baby? Membuat ku kecanduan akan rasa mu? ini kali pertama aku menginginkan 1 orang tidak hanya sekali saja, aku pikir aku mengingin nya lagi, lagi dan lagi, hanya dengan mu.
Sanders Efron ingin sekali mengumpat didalam hati nya atas keinginan nya tiba-tiba.
dia pikir dia pasti gila.
Laki-laki tersebut berusaha menepis pemikiran nya.
Tiba-tiba dia bertanya ke arah Airin.
"aku membawamu dengan cara menggendong, persis seperti bayi mungil yang tidak berdaya, kau tertidur begitu pulas dan tenggelam ke alam mimpimu untuk waktu yang cukup lama"
laki-laki itu berusaha untuk menjelaskan dan penjelasan Sanders Efron seketika membuat Airin kembali bergidik ngeri, cukup tidak percaya atas ucapan laki-laki tersebut sejak tadi.
"aku tidak bisa membawa mu dalam kondisi sadar, kau pasti akan cukup sulit untuk dikendalikan"
lagi laki-laki tersebut lagi kemudian.
apakah Airin boleh mengumpat? dia pikir bagaimana bisa dia bertemu dengan laki-laki sialan seperti laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
tidak dia bayangkan bagaimana caranya dia bisa sampai ke Swiss apakah benar dia telah diberikan obat tidur? kalau ada cara lain yang laki-laki tersebut lakukan kepada dirinya? dan demi apapun dia sama sekali lupa juga tidak menyadarinya sama sekali.
dan benar sekali seperti apa yang dikatakan oleh laki-laki di hadapannya itu, jika dalam keadaan sadar laki-laki itu tidak mungkin mampu membawanya mengingat bagaimana sifatnya yang merupakan seorang pemberontak dan sangat sulit untuk diatur.
sudah pasti dia akan melarikan diri dengan caranya sebelum tiba di Swiss.
__ADS_1
"kau menculikku?"
perempuan tersebut bertanya sambil menatap laki-laki dihadapannya dengan tatapan penuh intimidasi, cukup curiga dengan keadaan.
"Lebih dan kurang"
Sanders Efron menjawab apa adanya
Hah?!.
Airin mendengus kasar.
"Ok katakan pada ku, aku ingin tahu kenapa kamu membawa ku ke sini?"
Pada akhirnya perempuan itu bertanya dengan cepat sembari menata tajam bola mata Sanders Efron.
yang ditanya seketika menjongkokan tubuhnya dan mencoba untuk merapatkan wajahnya ke wajah Airin, membuat perempuan itu sedikit terkejut dan mencoba untuk memundurkan kepalanya.
"What?"
Airin bertanya sembari mengerutkan dahinya.
"aku tidak harus menjelaskan alasanku kenapa membawamu ke sini tapi, apakah tahu mommy mu telah merestui apa yang aku lakukan"
laki-laki tersebut bicara sambil menaikan ujung bibirnya, kemudian tiba-tiba Sanders Efron menegakkan kembali tubuhnya.
"Ya?"
dan Airin jelas terkejut dengan apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut.
"Kau bilang apa?"
perempuan itu bertanya dengan sedikit tercepat.
"dan kau tahu baby? pernikahan mu telah di batalkan saat ini"
dan lagi Airin kembali terkejut mendengar apa yang di sampaikan oleh laki-laki tersebut.
"A..pa?"
Tanya nya dengan tatapan terkejut dan tubuh gemetaran.
__ADS_1
Dan bagi nya kenapa pagi ini ada terlalu banyak kejutan yang dia dapatkan?!.