
"Kamu tidak bisa selalu mengandalkan ku, sayang. Kau tahu jika kamu terus seperti ini, tidak akan ada gadis atau perempuan yang ingin menjadi istri mu"
Gadis tersebut mulai terus mengoceh, merapikan jas laki-laki dihadapan nya tersebut secara perlahan.
"Aku tidak membutuhkan mereka"
Laki-laki tersebut menjawab dengan nada yang dingin dan datar.
"Kau membutuhkan mereka untuk menggantikan aku"
"Kau tidak akan tergantikan"
"Oh come sanders, aku tidak ingin jadi gadis tua hanya untuk terus berada di sisi mu"
"Kalau begitu menikah dengan ku"
"Yakkkk Sialan, aku ini bibi mu, saudara perempuan dari ayah mu, dan aku sudah punya kekasih, kau itu seperti anak ku sendiri"
Rasanya bicara dengan Sanders membuat kepalanya berasap-asap, dia mulai gila menghadapi laki-laki psikopat gila ini, hanya berharap ada gadis yang mampu menggantikan posisi nya dengan cepat dan dua bebas dari Sanders.
Fuhhhh.
Dia menghela kasar nafasnya.
"Batalkan pertunangan kalian, jangan bermimpi untuk menikah, aku dan kamu bisa hidup bersama*
"Kau gila"
"Tidak perlu cinta dalam hubungan rumah tangga, kita hanya perlu melewati percintaan panas setiap malam dan itu bisa menambah gai..rah dalam sebuah hubungan"
"Aku tidak habis pikir saat hamil kamu kakak ipar makan apa?"
"Aku akan menanyakan nya di alam baka, mencoba mencari mimpi malam ini dan memastikan 4 angka keluar besok pagi"
"Sanders...."
Apa dia harus berteriak melengking saat ini juga?.
__ADS_1
"Oh god"
"Mood ku sedang tidak baik, jangan berteriak didepan ku, aku bisa membunuh seseorang untuk kamu sekali lagi, Gwen"
"Aku tahu kau mampu melakukan nya"
Gadis yang dipanggil Gwen hanya bisa menghela kasar nafasnya.
"berhentilah menyakiti orang dan membunuh orang"
Dia bicara sambil menatap lawan bicaranya untuk beberapa waktu.
"Rasanya begitu nikmat saat aku marah"
"Mereka manusia Sanders, punya keluarga"
"Mereka terlalu bodoh, bahkan keledai masih bisa di andalkan, seekor an..Jing seharusnya lebih pintar dalam dalam hal termasuk mencari informasi"
Laki-laki tersebut bergerak menuju kearah pintu keluar, Membiarkan seorang laki-laki membuka pintu tersebut dan dia perlahan keluar dari sana diikuti Gwen.
mendengar ucapan Sanders, Gwen buru-buru menarik lengan Sanders.
"Sangat sulit sekali menyakinkan kamu soal masa lalu, Sanders?"
Tanya gadis tersebut sambil menyentuh lembut wajah Sanders.
"Apa kamu akan terus begini? membuang kenyataan soal masa lalu? dia sudah meninggal pada tragedi masa lalu"
Mendengar Gwen berkata begitu, seketika bola mata Sanders membulat dengan sempurna, dia mengepalkan tangannya.
"She's still live, aku yakin dia masih hidup, Gwen"
"Tapi kita mendapatkan mayatnya"
Gwen mencoba mengingatkan laki-laki dihadapan nya tersebut.
"Itu bukan jasad nya, aku kenal betul bagaimana Sabrina, seseorang memanipulasi kematian nya di masa lalu, dan Bianca pasti terlibat didalamnya"
__ADS_1
"Dia telah keluar dari pekerjaan nya kala itu Sanders, dia tidak mungkin melakukan nya, dia bahkan menikah dengan laki-laki baik-baik untuk mengubah seluruh hidupnya"
"Aku tahu dia menyembunyikan sesuatu"
"Sanders"
Laki-laki tersebut mengeratkan rahangnya, tidak terima dengan ucapan gadis dihadapannya.
"Aku menginginkan putri nya untuk penebusan bersalah nya pada masa lalu"
Tiba-tiba sebuah perintah keluar dari bibir laki-laki tersebut, tangan nya naik keatas, memberikan perintah pada laki-laki disisi kanan nya yang berdiri sejak tadi.
"2*24 jam, aku ingin Airin Alexandria berada didalam genggaman Sanders Efron bagaimanapun caranya"
Gwen seketika tercekat.
"Sanders Efron"
Gwen tercekat.
Laki-laki disamping Sanders menundukkan kepala.
"Baik tuan"
"No... Sanders"
Gwen menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak suka penolakan"
klatakkk.
sebuah pistol terarah tepat di depan kening Gwen, seketika gadis tersebut menelan salivanya.
Bola mata Sanders Efron dipenuhi kilatan kemarahan, menatap kearah Gwen seolah-olah berkata pada gadis tersebut.
"Tidak ada yang bisa menghentikan aku, bahkan kau sekalipun."
__ADS_1