GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Mendapat kan nya


__ADS_3

Kembali ke beberapa hari kemarin.


Airin terus melajukan mobilnya kearah depan, membiarkan dirinya berjibaku pada pemikiran tentang Mike tunangannya.


"Apa kamu benar-benar mencintai Mike? pernikahan itu adalah ikatan yang dilakukan dalam seumur hidup, pagi ke pagi kamu akan melihat satu orang yang sama dalam setiap hari nya Airin"


"Aku tidak melihat cinta disini, hanya sepihak dalam kebahagiaan nya, dan kamu hanya ingin keluar dari zona paling aman kamu saja,


"pikirkan lah sekali lagi"


Airin sejenak menghela kasar nafasnya.


dia yang biasanya masa bodoh saat ini merasa begitu kacau, seolah-olah keadaan ini menjadi beban besar untuk dirinya.


Pergi bertahan atau pergi berhenti sebelum terlambat? tiba-tiba dia meragukan perasaan nya sendiri, terlihat gelisah karena keadaan, merasa jika hubungan ini tiba-tiba terasa salah.


Airin secara perlahan mencoba meraih kembali handphonenya, dia berusaha untuk menghubungi seseorang di seberang sana.


Cukup lama dia menunggu hingga Akhir nya panggilan nya terhubung tapi belum sempat dia bicara tiba-tiba sebuah mobil menyalip dan mengejutkan dirinya.


Ciiittttt.


"Hahhh?'


Airin seketika terkejut, melepaskan handphone nya dengan cepat dan mencoba mengendalikan stir mobilnya dengan cepat tapi....


"Akhhhhh"

__ADS_1


Brakkkkkkk.


Satu hantaman keras terdengar, awalnya dari depan tapi tiba-tiba dia merasa ada hantaman berbeda dari belakang.


Kepala Airin seketika membentur stir mobilnya, dia lupa itu bukan mobil nya, dia tidak menemukan airbag yang melindungi dirinya dari kecelakaan tidak terduga.


Seketika Airin merasa seluruh tubuhnya terguncang, didetik berikutnya dia merasa tubuhnya melemas, kesadaran nya menipis kemudian secara samar-samar dia melihat seseorang mengetuk kaca mobil nya.


Airin masih bisa melihat dengan jelas, satu sosok laki-laki membuka pintu mobilnya dengan cepat, dan didetik berikutnya dia merasa tubuhnya di angkat oleh seseorang dengan gerakan cepat.


"Mom?"


Airin berguman pelan, menenggelamkan dirinya pada alam bawah sadar nya tanpa dia inginkan.


******


Sanders bergerak membawa mobilnya dengan cepat, memperhatikan layar monitor yang ada di hadapannya yang ukurannya tidak lebih dari telapak tangan nya untuk beberapa waktu, disana terdapat sebuah wajah yang muncul sambil bicara dihadapan nya.


"Bisakah kita ubah mangsa nya? aku pikir gadis tersebut masih terlalu muda, Sanders?"


Laki-laki tersebut bertanya cepat kearah Sanders, berharap lawan bicaranya tersebut mau mengubah keputusan nya.


"Tutup mulutmu dan kerjakan tugas mu dengan becus"


Sanders bicara sambil memfokuskan pandangannya ke arah depan.


"Oh shi.t, dia masih anak-anak sial"

__ADS_1


"Usia nya bukan anak-anak, dia sudah 23 tahun"


"Baiklah maksud ku dia masih terlalu muda"


Laki-laki tersebut terlalu gusar.


"Usia nya sama seperti Sabrina, setelah mendapatkan dia, pastikan aku bisa terhubung dengan Bianca, ahhhh aku begitu merindukan nya, aku ingin lihat apa yang akan dilakukan nya saat dia tahu aku mendapatkan putri nya?"


Laki-laki tersebut bicara dengan nada yang sedikit mengerikan, menaikkan ujung bibirnya dengan cara yang mengerikan.


"Setelah belasan tahun menghilang sangat senang bisa menemukan nya sekarang, siapa sangka dia berlindung di balik keluarga pengusaha yang berbalut bisnis luar biasa, aku jadi ingin tahu dimana dia menyembunyikan Sabrina"


Sanders Efron masih percaya Bianca dan saudaranya pasti menyembunyikan penerus Efron berikut nya.


"Aku ragu jika Sabrina ada bersama nya"


laki-laki dibalik layar tersebut bicara ragu-ragu.


"Dan sayangnya aku yakin Sabrina ada bersama nya"


Ucap Sanders Efron kemudian.


"Berikan aku titik lokasi putri Bianca"


Dia memberikan perintah, laki-laki diseberang sana hanya bisa menghela kasar nafasnya.


"Tidak lebih 200 meter dari posisi mu, kau bisa mendapatkan nya sekarang, Sanders"

__ADS_1


Ucap nya sambil memijat pelipisnya pelan.


__ADS_2