
Disisi lain.
"Aku pergi sebentar Mom"
Ucap Karla cepat kearah mommy nya saat dia baru saja meluncur keluar dari lantai atas, Perempuan tersebut mencium mommy nya Begitu tiba di lantai bawah.
"Yakin tidak mau pergi menyusul Lucas?"
Nyonya Wilona bertanya cepat dengan putri nya, menatap Karla untuk beberapa waktu.
Karla sama sekali tidak menjawab, perempuan tersebut hanya memilih diam.
"Sayang?"
Nyonya Wilona kembali bertanya.
"Apakah harus semarah itu pada Lucas? apakah laki-laki tersebut melakukan kesalahan fatal kemarin? mommy ingin tahu se fatal apa, mungkin mommy bisa memberikan solusinya"
Wanita tersebut benar-benar bertanya dengan perasaan penasaran, ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya saat di Jepang.
"Masih hanya merasa kesal saja, tidak ada masalah lainnya"
Akhirnya Karla berkata cepat ke arah mommy nya, kemudian berniat untuk bergerak menjauh dari wanita tersebut.
Mendengar ucapan putrinya seketika wanita tersebut mengerutkan keningnya.
"Tapi bukan berarti harus seburuk itu bukan hubungan kalian? mommy pikir kemarahan mu sudah tidak wajar"
Protes wanita tersebut dengan cepat.
__ADS_1
"aku akan menghubungi Lucas nanti, mom"
pada akhirnya perempuan tersebut berkata dengan cepat.
"tapi tetap tidak ingin mengantarnya malam ini?"
mommy Wilona kembali bertanya.
Karla terlihat menggeleng kan kepala nya.
"benar-benar yakin tidak ingin mengantarnya? kamu akan menyesalinya baby, Lucas bilang mungkin hanya tahun ini kembali ke rumah, kemungkinan besar untuk kembali ke Indonesia lagi dalam dua tiga tahun ini tidak, karena dia bilang setelah pernikahan mungkin dia akan fokus pada keluarga baru nya"
Wanita tersebut bicara cepat, kemudian dia bergerak ke samping.
Mendengar ucapan mommy nya seketika membuat Karla membeku, dia tampak sedikit terdiam mendengar ucapan mommy nya.
"Aku harus pergi sekarang"
***
Karla melajukan mobilnya secara perlahan menuju ke arah depan, perempuan tersebut pikir dia akan pergi ke rumah Hayat.
sembari dia mengendarai mobilnya pikiran perempuan tersebut berkelana entah ke mana, tidak tahu kenapa hatinya gundah atas ucapan dari kakak fransnya, entahlah dia masih belum bisa memutuskan apa yang harus dia lakukan.
Bergerak pergi atau tidak sama sekali.
Perempuan tersebut menatap lurus kearah jalanan untuk beberapa waktu, mencoba terus memfokuskan pandangannya ke arah depan, berusaha untuk melupakan segala sesuatu tentang Lucas.
Dia pikir mungkin sebaiknya dia menepis semua rasa yang ada, mengabaikan semua keinginan, ingat dengan baik bagaimana hubungannya dengan Lucas saat ini, mereka jelas tidak mungkin bersama meski bagaimanapun juga.
__ADS_1
ditengah pemikiran nya yang berkacamuk menjadi satu, Perempuan tersebut seketika terkejut saat mendengar suara seseorang mengejutkan dirinya.
"Kau melamun?"
Tiba-tiba saja suara Seseorang bicara di belakang nya.
Karla terlihat diam, melirik Sejenak dari kaca spion tengah.
"Aku hampir lupa kamu ada di sini"
Ucap Karla pelan.
Dia termakan lamunan,lupa jika Wilona ada di belakang nya.
Alih-alih mendengarkan ucapan Hayat, gadis tersebut kemudian berkata.
"Aku harap kamu tidak akan menyesali semua keputusan mu, Karla"
gadis tersebut bicara dengan cepat kemudian dia menghela pelan nafasnya.
Karla diam seribu bahasa.
******
Bandara Soekarno Hatta.
Karla berlarian dengan kencang menuju ke arah dalam bandara tanpa berpikir dua tiga kali ketika dia turun dari dalam mobilnya, perempuan tersebut melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa dengan perasaan panik sembari bola matanya terus menetap ke arah depan.
Berulang kali dia melirik ke arah jam di tangannya dia pikir dia sudah benar-benar terlambat tiba di sana.
__ADS_1
Kepanikan terlihat jelas dibalik wajah perempuan tersebut.
Please!.