GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Sanders Efron


__ADS_3

Disisi lain


Mansion utama Sanders Efron.


"Akhhhhhhh"


Suara lengkingan terdengar memecah keheningan malam, membuat semua orang yang berada di dalam kediaman mension utama Sanders Efron seketika terdiam, beberapa orang saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, mereka pikir lagi-lagi ini terjadi.


Sanders Efron pasti berada pada puncak kemarahannya, dan mungkin tidak akan ada yang mampu menenangkan perasaannya ketika laki-laki tersebut marah.


mungkin benar gadis yang selalu berada di samping Sanders Efron bisa sedikit menyenangkan dirinya karena keahlian tapi tidak menjamin Sanders bener-bener akan mendingin karena keadaan, tapi setidaknya laki-laki tersebut butuh sesuatu yang mampu mendamaikan hati dan pikirannya.


Brakkkkkkk.


selanjutnya terdengar suara jatuh yang begitu menyakitkan dan memekakkan telinga di beberapa sisi ruangan hingga membuat beberapa orang yang sejak tadi menegang seketika memejamkan bola mata mereka.


"Oh shi..t apa dia melukai bahkan membunuh orang lagi?"


seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahunan mengumpan sembari bicara pada laki-laki yang ada di sisi kirinya yang berusia tidak jauh darinya, laki-laki tersebut memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu.


"dia benar-benar tidak bisa mengendalikan kemarahannya, apa yang dia lakukan menambah daftar panjang hitam dalam dunia mafia"

__ADS_1


Ucap laki-laki tersebut lagi.


"Aku pikir dia melakukan nya lagi"


Laki-laki di sampingnya bicara cepat menyahut perkataan dari teman nya tersebut.


"Biarkan dia melakukan apa yang dia mau, dia belum mendapatkan Sabrina hingga hari ini, wajar saja dia semakin menggila, bahkan mendapatkan kabar soal Bianca membuat dia semakin marah"


lanjut nya lagi sambil menyamankan dirinya di atas kursi sofa.


Di lantai atas dimana di dalam satu ruangan tempat suara lengkingan tadi terdengar, seorang laki-laki terlihat melepaskan sarung tangan kulit nya dengan ekspresi wajah yang begitu dingin dan mengerikan, seolah-olah dia siap membunuh siapapun yang ada disekitar nya yang membuat dia marah besar.


Setelah melepaskan sarung tangan nya, laki-laki tersebut langsung mencuci tangan nya ke bagian sisi wastafel yang seperti nya sejak awal pembangunan gedung tersebut sengaja membuat nya disana untuk keadaan darurat.


"Sial"


Dia mengumpat kesal.


"Masih belum reda dalam kemarahan?"


Tidak begitu lama suara seseorang memecah keadaan, seorang gadis berusia sekitar 27 tahunan berdiri dari kursi sofa mendominasi berwarna merah, Memilih bergerak mendekati laki-laki yang masih terlihat begitu marah tersebut.

__ADS_1


Alih-alih menjawab laki-laki tersebut lebih memilih sebuah kameja yang diberikan kepada dirinya oleh seorang laki-laki, dia menyambar kameja tersebut dan menggunakan nya dengan cepat, satu persatu mengancing kancing kemeja tersebut dengan gerakan perlahan.


Dua orang laki-laki bertubuh kekar masuk, menyeret satu sosok laki-laki yang rupanya tersungkur tidak berdaya tanpa pergerakan sejak tadi.


mereka membawa keluar sosok tersebut tanpa menunggu perintah lagi.


"Aku pikir kamu harus ikut masa terapi untuk bisa mengendalikan emosi mu yang terus semakin tidak terkendali, Sanders"


Gadis yang berdiri di samping laki-laki yang di panggil Sanders kembali bicara, dia Secara perlahan meraih jas dari seorang laki-laki lain dan perlahan memakaikan jas mendominasi berwarna silver untuk diri laki-laki dihadapan nya tersebut dari arah belakang.


"Aku tidak membutuhkan nya karena aku tidak gila"


Suata bariton laki-laki tersebut memecah keadaan, suara datar dan dingin terdengar dari balik bibir nya.


"Aku tidak bilang kamu gila, tapi kamu tidak bisa mengendalikan emosi mu dikala kemarahan mu membuncah"


Lagi gadis tersebut bicara.


"Bukankah ada kau yang bisa melakukan nya?"


Laki-laki tersebut kembali bicara sambil membalikkan tubuhnya, dia menatap gadis dihadapannya sambil menaikkan ujung alisnya.

__ADS_1


Gadis tersebut menghela kasar nafasnya.


__ADS_2