
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Lubuklinggau, 9 November 2022.
Mak teruntuk readers baru bisa mampir ke novel ini sementara nunggu Karla dan Lucas update yah❤️.
Cari di beranda pencarian NOVELTOON atau MANGATOON ketik judul SEMALAM DENGAN PAPA MU.
******
...petikan episode...
...👇👇👇👇...
Bayangkan bagaimana perasaan gerald saat ini ketika Venus tahu-tahu naik ke atas pahanya.
Memaksa menyatukan bibir mereka untuk waktu yang begitu lama.
"Please Ve... aku bisa kehilangan atas kontrol Diri Ku sendiri"
Laki-laki itu berusaha untuk menahan gerakan gadis itu, dia berusaha untuk terus menjauhkan Venus dari dirinya.
Oke berapa lama dia tidak bermain-main dengan seorang perempuan?.
Sudah sangat lama.
Bayangan bagaimana rasanya seorang laki-laki yang telah lama tidak berurusan dengan perempuan tiba-tiba di berikan serangan panas secara tiba-tiba.
Bahkan gadis dihadapannya itu malah membuat dia merasakan satu keinginan yang luar biasa.
Naik ke atas dirinya, memaksa menyatukan bibir mereka bahkan tanpa malu-malu gadis tersebut malah mengeranyangi seluruh tubuhnya.
Belum lagi gadis mencoba menyusuri seluruh leher Milik nya.
apakah itu bukan hal yang gila?.
Laki-laki mana yang bisa bertahan dengan serangan tiba-tiba dan begitu agresif?!.
Gerald Fikir pilihan nya membawa Venus menuju ke tempat tinggal gadis tersebut.
Oh shi..t.
Laki-laki itu mengumpat dan berusaha mencari handphone gadis Tersebut, dia Fikir dia harus menghubungi seseorang saat ini.
Tapi rupanya dia tidak bisa mendapat kan apa pun yang dia inginkan.
Gadis itu tidak memiliki handphone nya sama sekali.
Oh God.
"Venus please"
Ucap Gerald mencoba menghentikan mobilnya, dia berusaha untuk menyingkir kan tubuh gadis tersebut.
"Om... please"
Mendengar jawaban rengekan Venus seketika membuat Gerald menelan salivanya.
Semakin laki-laki itu mencoba menyingkirkan tubuh gadis tersebut, semakin membuat Venus bergerak menggila dan agresif.
Gadis itu sejak tadi terus bergerak menyambar tubuh gerald, dengan tanpa rasa malu gadis muda itu terus bergerak menjelajahi leher dan beberapa bagian tubuh gerald.
Gadis itu fikir anggaplah dia sudah gila, tapi dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
__ADS_1
Satu Hasrat menghantam Diri nya, sentuhan demi sentuhan juga gesekan kulit yang terjadi pada dirinya dan Papa mantan kekasihnya tersebut semakin lama semakin membuat Venus menggila.
Dia butuh laki-laki itu menyentuh dirinya, seolah-olah tangan-tangan laki-laki itu bisa mengobati seluruh perasaan yang tidak menentu didalam diri nya tersebut.
"Om.. plaease"
Venus masih terus merengek, mencoba meraih salah satu tangan Gerald agar bergerak menyambar tubuh manapun Milik nya.
"Ve..."
Gerald terus mencoba membuat pertahanan, kali ini laki-laki itu mencoba melaju kan kembali mobilnya tapi Venus terus berusaha untuk menjelajahi seluruh tubuh gerald.
Oh god.
Gerald mencoba mendorong tubuh Venus agar menjauh dari dirinya.
"Om..."
Satu de..sa..han lolos dari balik bibir Venus.
Gadis itu menarik leher Gerald dan mencoba membenamkan wajah laki-laki tersebut agar masuk ke dalam dadanya.
Alih-alih peduli, Gerald mencoba membiarkan Venus kembali duduk di kursinya, kemudian laki-laki itu secepat kilat langsung melajukan mobil yang dia bawa dengan kecepatan penuh.
Sedangkan Venus terus merasa jika kematian nya akan mendekat jika hasrat nya tidak terpenuhi saat ini juga.
Gerald Fikir seperti nya ini benar-benar kacau, dia memilih membawa gadis itu Menuju ke arah mansion nya.
Kembali ke tempat tinggal gadis tersebut jelas akan berbahaya, bisa-bisa gadis itu mencari seseorang untuk menyelesaikan puncak Hasrat nya.
Dan jelas laki-laki manapun akan memanfaat kan keadaan tersebut dan menghancurkan gadis tersebut tanpa perasaan.
"Please...om"
"Kau akan menyesali nya"
Ucap Gerald sambil menatap wajah Venus untuk beberapa waktu.
"No..."
Mendengar Jawaban gadis tersebut jelas membuat Gerald terdiam sambil menelan salivanya.
Apa dia boleh mengumpat atau dia harus berkata sesuatu yang membuat dia keluar dari jalur keinginan nya?!.
Gerald Fikir siapa teman-teman gadis tersebut yang begitu tega mencoba menjebak teman nya sendiri?!.
Laki-laki itu yakin bukan hanya afrodisiak yang diberikan kepada Venus, seperti nya ada kandungan Saffron yang juga diberikan oleh seseorang kepada Venus.
Sebab gadis itu benar-benar berada diluar kendali nya.
Dia nyaris tidak bisa menghentikan gadis tersebut, benar-benar luar biasa bagi dirinya.
Has.rat nya meningkat begitu besar dan parah.
Gerald fikir Apa yang Venus lakukan pada nya saat ini benar-benar menyiksa diri nya.
Bahkan dia mencoba berkali-kali menahan Segala macam hasrat didalam dirinya tapi sekuat-kuatnya seorang laki-laki godaan seperti itu jelas sangat menyiksa dirinya.
Dia bukan seorang laki-laki yang sanggup menahan hawa naf..su nya, Gerald hanya laki-laki biasa yang telah lama tidak merasakan sentuhan dari seseorang.
Dia mencoba terus fokus dalam menyetir sejak tadi, berusaha menahan setiap hasrat nya dari pancingan Venus.
Berkali-kali laki-laki itu mencoba menyingkirkan seluruh perasaan nya, berusaha tidak memperdulikan gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh gadis tersebut.
Hingga akhirnya mereka tiba di mansion laki-laki tersebut.
__ADS_1
Begitu Mobil milik nya berhenti di sebuah mansion mendominasi berwarna putih, Gerald dengan gerakan cepat membàwa Venus masuk kedalam sana.
Laki-laki itu membàwa gadis tersebut dengan bersusah payah menuju kesalah satu kamar di tempat tinggal nya tersebut.
Venus jelas merasakan tubuhnya semakin tidak bisa dikendalikan, alih-alih peduli dengan respon Gerald, gadis tersebut terus bergerak sambil merengek manja ke arah laki-laki tersebut.
Bayangkan ketika seseorang menginginkan sesuatu namun di tolak dengan mentah-mentah bagaimana rasanya?!.
Jelas membuat Venus merasa kesal.
"I can't di it, baby"
Bisik Gerald pelan.
Laki-laki itu menyeret langkah Venus, membawa gadis itu menuju ke dalam kamar mandi.
Tanpa berfikir dua tiga kali dia langsung memandikan Venus di bawah air shower 🚿 dan mengguyur tubuh Venus tanpa basa basi.
Hal tersebut jelas membuat Venus terkejut, gadis itu langsung memeluk tubuh nya sendiri dengan kedua belah tangannya.
"Mereka bilang ini bisa meredakan efek obat sejenis afrodisiak"
Ucap Gerald masih sambil membiarkan tangan nya menyirami tubuh Venus dari ujung kepalanya.
Awalnya Gerald fikir ini obat mujarab untuk menekan keadaan, sebab setau dirinya satu-satunya cara untuk menekan keadaan dari pengaruh obat sialan itu memang seperti itu.
Tidak ada obat yang bisa mengalahkan hal Tersebut meskipun dia meminta seorang dokter sekalipun untuk menghentikan efek dari semua pengaruh afrodisiak dan Safron.
Rata-rata orang berkata belum mereka mendapatkan pelampiasan nya maka semua tidak akan selesai.
Namun beberapa orang berkata biasanya pengaruh seperti itu mereka takut pada efek dingin yang berlebih.
Karena itu Gerald Fikir mandi akan menjadi pilihan baik'untuk Venus.
Namun hingga akhirnya tiba-tiba saja Venus kembali menyambar dirinya secara tiba-tiba.
Yah.. haruskah Venus munafik?.
realita nya dia memang merasa kedinginan, tapi dia tidak bisa menekan satu hasrat luar biasa didalam dirinya.
Seolah-olah dia memang membutuhkan satu sentuhan didalam dirinya.
hingga tanpa berfikir dua tiga kali dia langsung menyambar laki-laki yang ada di hadapannya itu tanpa berfikir dua tiga kali.
Gadis itu langsung membiarkan kedua tangan menyambar wajah tua namun masih begitu tampan dihadapan nya tersebut kemudian tanpa harus mengeluarkan aba-aba, gadis tersebut langsung menautkan bibir mereka tanpa sedikitpun ada rasa malu.
Gerald jelas terkejut, mencoba menjauhi Venus namun gadis tersebut malah semakin menggila.
"Kau...ve..kau benar-benar membuat ku kehilangan kendali atas diriku, oh shi..t"
Gerald mengumpat kesal.
"Sentuh dan puaskan aku, Om"
Alih-alih peduli ucapan gerald, gadis itu menjawab kemudian mengencangkan pegangan tangan nya ke leher sang calon mertua tidak jadinya tersebut.
Dan gadis itu memaksa mereka terus saling menautkan bibir, menyesap dan membelit lidah.
Jika awalnya Gerald mati-matian menolak nya, maka kini jangan salahkan Dirinya yang juga ikut menggila.
"Kau yang meminta nya"
Ucap Gerald ditengah hasrat nya yang ikut membuncah.
Laki-laki itu kemudian langsung menyambar balik bibir tersebut untuk beberapa waktu dan Saling berbagi Saliva.
__ADS_1