GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Satu umpan 2 mangsa


__ADS_3

Kembali ke


SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia


Istana utama Sanders Efron


Ruang rahasia


Swiss.


Sanders Efron langsung mematikan handphone nya dengan cepat, menatap ke salah satu dari orang-orang nya sambil dia menaikkan ujung bibirnya.


"Kita menemukan titik lokasi mereka"


Ucap laki-laki yang duduk tepat dihadapan Sanders Efron, menatap ke layar monitor yang mengunci titik lokasi mereka.


"Kunci posisi mereka, bergerak perlahan dan dapatkan orang-orang nya"


Ucap Sanders Efron sambil menyeringai licik.


"Baik tuan"


Orang-orang nya dengan cepat menganggukkan kepala mereka.


Sanders Efron pikir pergerakan nya benar-benar tidak sia-sia, menarik Airin demi untuk mendapatkan Mike.


Laki-laki tersebut kini langsung membalikkan tubuhnya, meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah senang.


*****

__ADS_1


Kembali ke beberapa Minggu sebelum nya.


SWISS MAFIA HEADQUARTERS (ˈHEDˌKWÔRDƏRZ)


markas besar mafia.


Sanders Efron terlihan duduk santai di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah sembari menatap orang-orang yang ada di sekitar nya, dia menikmati wine yang ada di tangan nya dengan gaya yang begitu tenang.


"Mencari L Duck dan putra nya tidak mudah, bahkan ibu nya bukan orang yang gampang untuk dilacak keberadaannya"


Satu laki-laki bicara sambil melirik kearah Sanders Efron, disamping laki-laki tersebut terlihat seorang perempuan menempel bagaikan seekor lalat, terlalu nakal dan juga berisik, dia sama sekali tidak terganggu, suka karena perempuan tersebut mampu membuat laki-laki tersebut seketika merasa terjaga.


Perempuan tersebut bahkan sesekali menuangkan minuman untuk laki-laki tersebut.


"Kita butuh pion penting untuk menarik nya datang kemari"


Satu laki-laki lagi bicara, menaikkan gelas Wine nya dengan cepat.


"Kembali pada Sabrina"


Tiba-tiba Sanders Efron bicara pada laki-laki berbaju hitam.


"Aku menemukan keberadaan nya"


Mendengar jawaban laki-laki tersebut seketika membuat Sanders Efron membulatkan bola matanya.


"Benarkah?"


Dia bertanya, membenahi posisi duduknya dengan cepat, menatap laki-laki dihadapan nya dengan serius.


"Bianca menyembunyikan nya dengan sangat rapat, menjadikan nya putri dari Wilona dan mengganti identitas nya dengan sempurna"

__ADS_1


Laki-laki tersebut bicara cepat, menyesap wine yang ada di gelas di tangan kanan nya secara perlahan, membiarkan perempuan di sisi kirinya masuk kedalam pelukannya dengan manja.


"Jadi dia hidup dalam ketenangan, membawa Sabrina ku dengan cara yang picik?"


Sanders Efron bertanya, menatap tajam bola mata laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"Mungkin benar, tapi aku pikir itu tidak terlalu buru"


Laki-laki tersebut bicara cepat, menyandarkan tubuhnya sejenak, kemudian dia bicara pada perempuan yang ada disampingnya, berbisik seolah-olah memberikan perintah.


Beberapa waktu kemudian perempuan tersebut bergerak menjauh dari mereka, setelah itu laki-laki tersebut kembali menatap kearah Sanders Efron.


"Ada satu sisi keuntungan dia membawa Sabrina pada masa itu, kau tidak dalam kondisi baik begitu juga paman Pertama, lebih tepatnya dia mencoba melindungi Sabrina dibalik keterjepitan nya"


Ucap laki-laki tersebut cepat.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut membuat sanders Efron mendengus.


"L Duck ingin memusnahkan Efron dan generasi nya tanpa sisa, meraih penerus terakhir untuk dijadikan alat kendali dalam kegelapan, mengendalikan L Duck dari Sabrina, tapi siapa sangka putra L Duck jatuh cinta pada seseorang di keluarga Bianca dan Wilona"


Saat laki-laki tersebut berkata begitu, seketika membuat Sanders Efron menaikkan ujung alisnya.


"Penerus L Duck jatuh cinta pada putri Bianca"


Mendengar ucapan laki-laki itu seketika Sanders Efron diam, dia terlihat berpikir dengan keras, sudah paham kemana arah pembicaraan laki-laki dihadapan nya itu.


"Mari sedikit bermain-main, kita akan mendapatkan L Duck San Sabrina secara bersamaan"


Tiba-tiba Sanders Efron berkata dengan cepat.


"Kita butuh satu umpan untuk memancing musuh agar masuk ke dalam perangkap"

__ADS_1


Lanjut nya lagi kemudian, lagi senyuman picik menghiasi bibir laki-laki tersebut.


__ADS_2