
Mansion Lucas dan Karla.
"Tidak bisakah aku ikut? memangnya kamu mau kemana?"
malam ini Anka terlihat gelisah bertanya pada Karla yang sejak tadi telah bersiap diri untuk pergi, baginya gadis tersebut terlihat sangat cantik malam ini, seperti bukan mengikuti pertemuan antar teman kuliah melainkan ingin berkencan dengan seseorang.
"demi apapun Karla kau seperti ingin berkencan bukan ingin bertemu teman"
Anka tampak mulai rese ingin tahu soal sepupunya tersebut, dia berteman begitu akrab dengan Karla, bukan hanya sebagai sesama sepupu tapi juga sebagai sesama sahabat baik, tapi anehnya sejak dulu hingga sekarang dia tidak pernah melihat Karla berkencan dengan seorang laki-laki, beberapa kali teman-temannya mendekati dirinya atau bahkan menembaknya realitanya Karla sama sekali tidak pernah menerima satupun diantara laki-laki tersebut.
saat di zaman di SMP dan SMA para laki-laki tidak pernah jadi menembaknya katanya sih diancam oleh seseorang, tapi setelah kuliah tidak ada sama sekali yang mengancam para laki-laki tersebut melainkan sepupunya sendiri yang menolaknya mentah-mentah dengan alasan ingin fokus kuliah.
sezaman ini mana mungkin untuk ukuran gadis seusia Karla tidak pernah dan tidak mau berkencan dengan seorang laki-laki kecuali gadis itu tidak normal pikirnya.
hal itu jelas saja membuat Anka curiga dan juga gelisah sebagai sepupunya.
__ADS_1
apalagi pengaruh sepupu laki-lakinya Lucas cukup membuat dia khawatir dengan keadaan, laki-laki tersebut terlihat begitu overprotektif dengan Karla, mengatur semua kehidupan gadis tersebut dari ujung hingga ke ujung kepalanya.
meskipun tidak dipungkiri Lucas juga sangat disiplin dan tegas kepada dirinya, tapi perlakuannya pada Karla jelas beberapa kali lipat terlalu berlebihan daripada perlakuannya dengan dirinya.
"apakah aku cantik?"
gadis itu malah bertanya pada Anka, meminta pendapat pakaian dan riasan make up yang dia gunakan malam ini, dia tidak peduli pertanyaan dari sepupunya tersebut, baginya malam ini dia harus berdandan secantik mungkin karena dia akan pergi bersama Lucas.
"yah kamu sangat cantik bahkan jika kamu memilih untung ikut pemilihan model internasional aku harus akui kau berada di titik paling terbaik untuk mendapatkan nilai sempurna dan kau pasti akan memenangkan top 3 nya"
Anka memuji sepupunya tersebut dengan cepat, apa yang dia ucapkan jelas saja bukan dusta, Karla memang begitu cantik di matanya, tidak heran sangat banyak laki-laki atau bahkan teman-temannya yang menyukai sepupunya tersebut.
sebenarnya dia sering bertanya kepada daddy dan mommy nya, kenapa wajah Karla dibanding dengan para keluarganya sedikit berbeda dan memiliki bola mata abu-abu, bibir seksi yang sedikit sensual dan juga kulit yang begitu indah, cukup berbeda dengan Anka dan keluarga lainnya, bahkan tidak ada persamaan sama sekali antara dirinya, Karla ataupun Lucas.
Dan demi apapun, Karla yang notabene nya adik kandung Frans, sama sekali tidak memiliki persamaan di antara keduanya, terkadang dia menyimpan sejuta tanda tanya di dalam kepalanya tapi takut untuk menjabarkannya atau menanyakannya kepada semua orang.
__ADS_1
"kamu belum menjawab pertanyaanku apa kamu ingin berangkat berkencan? jika iya maka aku tidak akan pergi bersamamu dan jika tidak maka bisakah aku pergi bersamamu? aku cukup bosan sendirian di rumah dan ini membuatku sedikit menggila"
Anka kembali bertanya.
"aku tidak mungkin membawamu malam ini, please malam lain saja Anka"
Karla bicara sambil menyatukan kedua belah tangannya, berharap gadis di hadapannya tersebut mengerti maksudnya.
"ada sedikit pertemuan penting yang harus aku lakukan"
lanjut gadis itu lagi.
Anka menganggukan kepalanya dengan cepat.
"oke baiklah aku tidak akan lagi memaksa"
__ADS_1
dia menjawab sembari menaikkan ujung alisnya mengintip ke arah handphone Karla untuk beberapa waktu.
Seringai nakal terbit di balik bibirnya, dia pikir mungkin dia tidak ikut secara langsung, tapi tidak bisa dipastikan jika dia mungkin akan ikut dari arah belakang.