
Wanita tersebut merasa tiba-tiba kepalanya berdenyut-denyut, menatap putrinya yang bicara pada nya dengan bola mata berkaca-kaca jelas membuat dia hancur berantakan, hati ibu mana yang tidak akan terluka di buat nya?!.
tidak ada seorang ibu pun di dunia ini yang ingin melihat anak mereka bersedih atau menderita,pada akhirnya wanita tersebut mencoba untuk mengehela berat nafasnya.
"Mommy tidak menghalangi kamu untuk mencintai siapapun, bahkan meskipun itu adalah Lucas sekalipun"
Kali ini wanita tersebut bicara, menatap putrinya dengan sungguh-sungguh.
Mendengar ucapan mommy nya jelas membuat Karla sedikit terkejut, dia membulatkan bola matanya, masih berusaha untuk mendengarkan dan berpikir apakah ada restu didalam hubungan mereka.
"Tapi ada satu rahasia yang selama puluhan tahun tersimpan rapat di antara semua orang, tidak ingin pecah atau dibeberkan dalam keluarga besar kita, bahkan mommy tidak siap kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya"
tiba-tiba nada bicara nyonya Wilona terdengar sangat serius, wanita tersebut seolah-olah ingin menumpahkan satu rahasia besar diantara semua orang.
"seharusnya semua ini tidak diucapkan juga tidak di ungkapkan sampai mati, namun nyatanya dalam beberapa hari ini mommy pikir pada akhirnya menyadari jika anak-anak telah dewasa, jika kamu pun benar-benar tumbuh dewasa tanpa mommy sadari"
Karla mengerutkan keningnya,.masih menunggu apa yang ingin di ucapkan oleh mommy nya.
"Mommy menghargai cintai yang kamu miliki pada Lucas, mommy bisa saja melepaskan dan mengizinkan kalian meneruskan hubungan dan menikah, memaksa untie Bianca mu untuk merestui hubungan kalian"
__ADS_1
Kini tangan kanan nyonya Wilona menggenggam erat telapak tangan Karla.
"Tapi pada akhirnya kalian tetap tidak akan mungkin bersama meskipun kalian memaksa kami untuk merestui hubungan kalian"
Dan Wanita tersebut berusaha untuk memejamkan bola matanya.
"Ada satu rahasia besar yang mommy simpan rapat-rapat soal kamu dan masa lalu, rasanya begitu berat dan sulit untuk di ungkapkan, mungkin kamu akan membenci mommy, memungkin kamu akan memutuskan hubungan di antara kita pada akhirnya"
Dia bicara sedikit bergetar, menggenggam telapak tangan Karla semakin erat, nyonya Wilona menundukkan kepalanya, dia mencoba menahan air mata nya.
"Keadaan yang membuat mommy terpaksa melakukan nya, ada beberapa alasan yang membuat aku dan untie Bianca mu melakukan nya, di masa lalu dan hingga hari ini kami mencoba mengantisipasi semuanya, melindungi kamu dan anak-anak lainnya, menghindari hubungan yang mungkin akan pecah, tapi realita nya hubungan kalian memancing mereka keluar dan kini menarik Airin keluar bersama mereka"
"Mereka membawa Airin untuk menukar nya dengan kamu, dan mereka berharap tidak ada pernikahan Antara kamu dan Lucas kedepannya"
Karla masih tidak mengerti apa yang diucapkan oleh mommy nya.
"Mom...kamu membuat ku bingung"
Pada akhirnya Karla mengerutkan keningnya, mencoba melepaskan genggaman tangan mommy nya, dia meraih wajah wanita yang dipanggil nya mommy tersebut selama berpuluh-puluh tahun ini.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak paham dengan ucapan mommy?"
Ucap Karla lagi.
Bola mata mereka kini beradu, Sejuta sesal terlihat dibalik bola mata Karla saat melihat mommy nya menangis seperti ini.
"Jangan menangis begini, ini melukai perasaan ku, maafkan aku, benar-benar maafkan aku, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku pada Lucas"
Dia pada akhirnya ikut menangis, menyesali semuanya tanpa terkecuali.
"Kau bukan putri kandung kami"
Tiba-tiba saja nyonya Wilona berkata begitu, bicara sambil menggelengkan kepalanya secara perlahan.
Karla jelas saja terkejut mendengar ucapan mommy nya.
"Mereka mengambil Airin dan meminta kami mengembalikan kamu secepat nya"
Dia bingung, menatap mommy nya dengan tatapan tidak percaya, seketika tangan Karla bergetar karena keterkejutan nya.
__ADS_1
"Mom?"