
Alexander company
ruang kerja tuan Alexander
pusat kota.
Laki-laki paruh baya tersebut mengerutkan keningnya saat dia menerima satu map mendominasi berwarna coklat di hadapannya, dia pikir dia sedang tidak meminta data apapun hari ini, karena dia tidak dalam keadaan memiliki waktu luang untuk mengecek satu persatu dokumen yang ada sebab dia harus segera pergi untuk menemui salah satu investor di perusahaan yang berbeda.
waktu sudah cukup terjepit ketika dia melihat ke arah jam tangannya, dia cukup takut terlambat saat ini mengingat dia merupakan laki-laki yang cukup on time dalam waktu dan tidak pernah menyia-nyiakan waktunya.
namun tidak tahu kenapa map yang ada di hadapannya tersebut cukup mengganggu dirinya, diantara banyak keraguan yang terjadi laki-laki itu sejenak menatap ke arah map yang kini secara perlahan diraih olehnya.
laki-laki itu mencoba untuk membuka map tersebut sembari berpikir sebenarnya apa isi map tersebut.
hingga akhirnya secara perlahan laki-laki tersebut membuka map itu dengan gerakan lamban sembari memperhatikan apa saja isi map tersebut, cukup lama bola mata laki-laki tersebut menatap setiap bagian isi daripada Mam yang ada di hadapannya itu, demi lembaran kertas dan juga beberapa foto yang ada di dalam sana hingga akhirnya ekspresi wajah laki-laki itu seketika berubah dimulai dari ekspresi biasa yang terlihat dengan penuh rasa penasaran kini tiba-tiba berubah menjadi ekspresi penuh dengan rasa kemarahan yang mendalam.
Seketika dalam hitungan detik wajah tuan Alexander memerah, dia tampak marah, laki-laki tersebut mengerat kan rahangnya, laki-laki tersebut menggenggam erat map yang ada dihadapan nya itu dengan sangat kencang saat dia melihat apa yang seharusnya tidak dia lihat.
di dalam mad tersebut terdapat beberapa foto-foto romantis sepasang kekasih, ada juga lebaran surat pernikahan dan lain sebagainya yang difotokopi dan dilampirkan di dalam map tersebut.
Dan bayangkan bagaimana perasaan laki-laki itu ketika dia tahu putranya menjalin ikatan cinta dengan Putri iparnya Bahkan Lucas telah menikahi Karla.
"apa kau sudah gila, Lucas?"
Dan bayangkan bagaimana kemarahan laki-laki tersebut pecah pada hari ini, tanpa berpikir dua tiga kali tuan Alexander langsung keluar dari ruangan kerjanya, melesat pergi menjauh dari sana dan turun menuju ke lantai bawah dia mencari barisan mobilnya di bagian area parkiran kemudian tanpa harus menunggu waktu lama laki-laki tersebut langsung masuk ke dalam mobilnya dan melihat pergi dari sana dipenuhi dengan kabut kemarahan dan juga emosionalisme yang begitu mendalam.
laki-laki itu menggenggam setir mobilnya sembari dia berusaha untuk memfokuskan pandangannya ke arah jalanan, dia beberapa kali mencoba untuk menetralisir amarahnya di mana sebenarnya saat ini ingin sekali dia menghajar putranya.
__ADS_1
bagaimana bisa dia pikir dia kehilangan pengawasan terhadap putranya dan juga keponakannya tersebut, tidak pernah terlintas sedikitpun kecurigaan diantara kedua orang tersebut selama ini di mana dia begitu mempercayai putranya jika Lucas akan menjaga adik sepupunya dengan baik dan benar selama berada di Paris.
nama siapa sangka putranya tersebut melakukan segala sesuatu di luar batas norma, bagaimana mungkin dua sepupu menjalin ikatan cinta, menjalin Asmara dan bahkan menikah tanpa sepengetahuan dirinya.
Bugggggggg.
laki-laki tersebut memukul setir mobilnya tanpa berpikir dua tiga kali, kilatan api amarah terlihat dari balik bola matanya, tuan Alexander tidak pernah menyangka jika kedua orang tersebut akan bergerak melampaui batasannya di belakang dirinya.
"Bagaimana bisa?"
laki-laki tersebut membatin dan mencoba untuk membiarkan tangan kirinya menetapkan bagian pelipis kiri dan kanan kepalanya.
pada akhirnya tuan Alexander dengan cepat langsung menyambar handphonenya, dia berusaha untuk menghubungi istrinya saat ini juga, dia pikir apa kamu mungkin kemarahan istrinya pada beberapa hari yang lalu di kediaman mommy nya merupakan kemarahan yang sama yang terjadi pada dirinya saat ini?!.
sebab sejauh ini Bianca sama sekali tidak bercerita kepadanya, setiap kali dia bertanya kenapa Bianca wanita itu hanya menjawab jika Lucas melakukan sedikit kesalahan kepada dirinya hingga membuat dia begitu marah.
namun seperti yang kemarahan istrinya kali ini sangat luar biasa di mana istrinya sama sekali tidak ingin bicara dengan putranya terlebih dahulu, sudah beberapa hari lewat dia tidak melihat hubungan putranya dan istrinya membaik, dan kini tuan Alexander pikir apa mungkin kemarahan istrinya adalah saya tahu jika Lucas menikahi Karla.
nama panggilannya terjadi hingga akhirnya bisa dia dengar sahutan dari ujung sana.
"Halo sayang?"
itu adalah suara istrinya, lagi-lagi tersebut sejenak diam untuk beberapa waktu dan belum menjawab ucapan dari istrinya tersebut.
"sayang apakah itu kamu? apakah hal yang buruk terjadi? apa kamu mendengar suaraku?"
lagi sang istrinya bicara dengan cepat, bisa tuan Alexander dengar Bianca seperti nya mengkhawatirkan dirinya, suara itu penuh kekhawatiran sembari menunggu jawaban dari dirinya.
__ADS_1
sejenak laki-laki itu mengehela pelan nafasnya kemudian pada akhirnya dia berkata.
"katakan padaku di mana kamu kini?"
Tuan Alexander bertanya dengan cepat, dia berharap istrinya belum pergi ke bandara.
cukup lama dia menunggu jawaban hingga pada akhirnya bisa dia dengar kembali suara istrinya.
"aku masih membereskan pakaian, mungkin aku akan berangkat dalam beberapa waktu lagi"
wanita tersebut bicara dengan cepat, meskipun sebenarnya tuan Alexander pikir ada yang aneh dari suara istrinya, seolah-olah suara itu terdengar begitu serak dan baru saja habis menangis.
mendengar suara istrinya seperti itu seketika membuat laki-laki tersebut mengerutkan keningnya.
"Apa kamu habis menangis sayang? Ada apa dengan suaramu? aku pikir kamu seperti habis menangis?!"
laki-laki tersebut jelas saja bertanya sembari terus mengerutkan keningnya, nada khawatir jelas tercetak di balik suara tuan Alexander, dia pikir apakah hal buruk telah terjadi pada istrinya saat ini.
"tentu saja aku tidak menangis, ada apa?"
istrinya menjawab dengan suara yang begitu pelan, dia tahu suara istrinya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"aku akan kembali ke rumah sekarang dan ada yang harus kita bicarakan"
laki-laki tersebut bicara dengan cepat kemudian dengan buru-buru dia langsung menutup panggilannya, tuan Alexander langsung mempercepat laju mobilnya, menembus jalanan kota yang macet tanpa berpikir dua tiga kali.
dia harus kembali ke rumah secepatnya, melihat apa yang terjadi pada istrinya dan dia ingin mereka membicarakan persoalan anak-anak dengan secepatnya.
__ADS_1