
Bayangkan bagaimana ekspresi Karla saat ini, dia menatap kearah kakak sepupu nya tersebut dengan tatapan tidak percaya.
Tatapan mata mereka bertemu untuk waktu yang cukup lama, seolah-olah mereka larut sendiri dalam pemikiran mereka masing-masing.
Entahlah berapa lama mereka berkutat pada pemikiran mereka, sama-sama terdiam tanpa tahu harus Berkata apa.
Ucapan Lucas membuat gadis tersebut membeku untuk waktu yang cukup lama.
menikah? kata-kata tersebut mampu membuat Karla kehilangan kata-katanya, tapi apa mungkin? jelas saja itu tidak mungkin terjadi untuk mereka, bagaimana saudara sepupu melebur menjadi satu kemudian menikah?!
"Kau pasti sudah gila"
Ucap Karla memecah keadaan, dia mencoba membuang kembali pandangan nya, ucapan Lucas sangatlah tidak masuk akal bagi nya.
tapi belum sempat Karla membalikkan wajahnya dan membuang pandangannya, Lucas dengan cepat memajukan tubuhnya dan dia meraih wajah perempuan tersebut dengan cepat.
"Aku tidak gila, kamu pikir aku tidak memikirkannya dengan matang dalam beberapa bulan ini? aku memikirkan nya dengan sangat baik Karla, bahkan sebelum aku bicara dengan kamu saat ini pun, aku sudah sangat memikirkannya dengan cara yang luar biasa dan memutuskannya jika ini adalah keputusan paling tepat yang akan kita jalani berdua"
kali ini laki-laki di hadapan Karla itu bicara dengan cepat sembari menatap bola mata sepupunya dengan tatapan yang begitu dalam dan tajam, tidak peduli apa jawaban dari Perempuan yang ada di hadapannya tersebut, yang jelas Lucas telah memutuskan dengan keputusan paling matang soal hubungan mereka berdua, dia tidak bisa lagi menunda segalanya saat ini karena dia tahu malam itu adalah perbuatan paling berdosa di antara mereka berdua.
"apa kau lupa status hubungan kita?"
Karla bertanya dengan serius, menatap sepupunya itu dengan tatapan yang begitu tajam dan dingin, dia ingin Lucas memikirkan segala sesuatu dengan kepala dingin, dia tahu laki-laki itu kalut dan sama bingungnya dengan dirinya.
"kau dan aku adalah saudara sepupu yang tidak mungkin mengubah status kita menjadi suami dan istri"
__ADS_1
perempuan tersebut berusaha untuk mengingatkan saudara sepupunya itu perihal status mereka berdua yang tidak mungkin untuk disatukan, mana mungkin dua saudara sepupu harus menikah.
"tidak kah kakak membayangkan bagaimana hubungan antara dua keluarga setelah kita menikah nanti? kau hanya ingin menghancurkan semuanya saat ini dan membuat orang tua kita saling membunuh antara satu dengan yang lainnya"
tambah gadis itu lagi kemudian.
"tentu saja kita bisa menikah, kau dan aku dimana orang tua kita yang memiliki hubungan persaudaraan adalah mommy kita berdua bukan daddy kita, dalam ruang lingkup manapun itu tidak ada larangannya bahkan di dalam kepercayaan manapun itu juga tidak ada larangan yang sama sekali"
Lucas bicara dengan cepat sembari mengingatkan Karla soal status mereka berdua.
mereka tentu saja bisa bersama, siapa bilang mereka tidak bisa bersama saat ini, tidak ada pintu penghalang di antara mereka berdua mengingat hubungan mereka berdua saat ini hanya hubungan sepupu dari pihak ibu.
"tapi tetap saja kita tidak mungkin menikah kau tahu bagaimana tradisi keluarga di dalam kehidupan keluarga Alexander"
kali ini Karla sedikit meninggikan suaranya menganggap apa yang diucapkan Lucas sangat tidak masuk akal.
laki-laki itu bicara dengan cepat sembari menahan kedua bahu Karla agar terus menatap dirinya dan mendengarkan apa yang diucapkan olehnya.
"Apa?"
bayangkan bagaimana ekspresi perempuan tersebut saat mendengar apa yang diucapkan oleh Lucas.
"Kakak bilang apa? kau... pasti sudah gila Lucas"
"iya aku gila dan aku benar-benar gila saat ini memikirkan tentang kita berdua"
__ADS_1
proses tidak tahu lagi harus meyakinkan karena bagaimana dan mungkin benar saat ini dia benar-benar gila, dia tidak mungkin mengabaikan sepupunya tersebut Dan menganggap apa yang terjadi malam itu berlalu begitu saja.
bagaimana bisa dia berpikir jika dia tidak menghancurkan masa depan dan kehidupan Karla, jadi bayangkan bagaimana gilanya dia saat ini hingga akhirnya tercetus ide seperti itu di dalam kepalanya.
"saking gilanya aku tidak bisa menahan semuanya lagi dan aku nyaris mati saat berjauhan denganmu bahkan tidak berbicara denganmu meskipun hanya sedetik, berbulan-bulan kau tahu betapa tersiksanya diriku? diabaikanmu sama seperti pusara kematian benar-benar mendekatiku"
laki-laki itu bicara dengan cepat dan lantang sembari dia tidak ingin melepaskan pandangannya pada Karla, dia ingin perempuan itu tahu jika dia benar-benar dengan apa yang diucapkan saat ini.
"karena ini satu-satunya solusi yang membuat kita tidak menciptakan jarak antara satu dengan yang lainnya, Dan ini juga akan membuatmu bisa menjalani seluruh kehidupanmu dengan normal tanpa takut tidak ada seorangpun yang tidak bisa menerimamu"
lanjut laki-laki itu lagi kemudian.
Karla sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sembari bola matanya terus menatap ke arah Lucas, dia membiarkan laki-laki tersebut bicara sesuai dengan apa yang laki-laki itu inginkan.
tidak tahu kenapa laki-laki itu bisa sampai berpikir hingga seperti itu tapi baginya apa yang dipikirkan oleh Lucas terlalu simpel dan sederhana.
di mana dia sama sekali tidak ingin terikat pada pernikahan saat ini dan belum siap, belum lagi dia sebelum melangkahkan memikirkan resiko demi risiko yang akan terjadi kedepannya, apa yang akan dikatakan oleh para keluarganya dan juga konflik apa yang akan terjadi jika orang-orang tahu apa yang terjadi kepada dirinya dan Lucas di masa yang akan datang.
tapi dia pikir bagaimana mungkin laki-laki di hadapannya tersebut dengan sesimpel itu berkata untuk menikah, mengikat dirinya dalam ikatan yang sama sekali tidak dia inginkan dan ikatan tersebut dari hubungan kakak adik berubah menjadi ikatan suami istri yang jelas sangat tidak masuk akal untuk dirinya.
untuk seorang laki-laki kasus yang perkara kemarin mungkin tidak apa-apa tapi untuk seorang perempuan kasus dan perkara kemarin benar-benar sangat luar biasa mengganggu kehidupan masa depannya, tapi pernikahan jelas bukan solusi yang paling bijaksana di antara mereka, melainkan hal tersebut akan memicu dan menambah permasalahan baru yang pada akhirnya akan membuat skandal besar tentang hubungan mereka berdua di dalam keluarga Alexander.
"lalu katakan padaku dengan jujur, kamu menikahiku karena rasa bersalah bukan, Lucas? apakah benar kamu menikahi kau dan aku benar-benar merasa bersalah atas semuanya dan kau bermaksud untuk menghibur ku atas apa yang telah kau lakukan malam itu? dan kamu merasa itu menjadi tanggung jawab besar yang harus kamu pikul dalam seumur hidup?"
tiba-tiba barisan demi barisan pertanyaan tersebut meluncur dari balik bibir Karla, dia menatap laki-laki di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Lucas yang mendengar pertanyaan itu seketika terdiam dan membisu.