
Kembali ke masa sekarang.
Bola mata Karla menatap kearah Lucas untuk waktu yang begitu lama, dia memperhatikan tiap ritme ucapan terakhir yang di ucapkan oleh Lucas, ingatan atas beberapa peristiwa di masa lalu berputar dikepalanya satu persatu, hanya beberapa ingatan belum lagi beberapa ingatan lainnya yang dia anggap itu hanya ucapan candaan yang dilontarkan oleh kakak sepupunya untuk dirinya.
perempuan tersebut mengerutkan keningnya, mencoba mengingat satu peristiwa lainnya yang sebenarnya masih menjadi tanda tanya besar di dalam dirinya hingga hari ini.
"Kenapa dada mu memerah?"
Hayat yang polos bertanya pada nya saat gadis tersebut tidur dirumahnya setelah keesokan harinya Lucas tidur dikamar nya.
"Ah?"
Karla mengerutkan keningnya, dia baru saja menyelesaikan sesi mandi nya, menggunakan handuk mendominasi berwarna putih yang hanya menutupi separuh bagian dadanya.
Bisa dia lihat dua tanda merah terlihat jelas disana, sebenarnya saat bangun tidur dia merasa sesuatu yang nyeri di bagian dada nya, tapi dia tidak terlalu memperhatikan nya, mengabaikan nya karena Karla pikir mungkin karena efek akan datang tamu bulanan, terkadang mereka akan terasa sakit dan berdenyut-denyut meskipun tidak seperti saat ini rasanya.
Sebenarnya semalam dia seperti mimpi basah, tapi malu mengatakannya, seolah-olah ada yang menjelajahi tubuh nya. Dia terlalu lelah karena itu berpikir itu mimpi paling indah yang pernah dia alami.
tidak pernah memikirkan hal lain meskipun Lucas semalam tidur bersamanya didalam satu kasur bahkan dia tidur memeluk laki-laki tersebut.
"Dia benar-benar memerah?"
Hayat kembali bertanya, memperhatikan dua tanda merah di dada nya.
"Aneh?"
Karla mengerutkan keningnya, mencoba menghadap ke arah cermin, menggosok-gosok dengan cepat dan berusaha menghilangkan nya.
"Di gigit nyamuk kah?".
Karla bertanya dengan polos.
mereka berdua sama-sama polos,mana mengerti tanda-tanda aneh seperti itu.
"Cuci kembali dengan air"
Hayat mengeluarkan pendapat nya, mencoba membantu Karla melakukanya.
__ADS_1
Karla menurut.
Tapi tanda itu sama sekali tidak mau hilang.
"Apa ada hewan di kasur mu?"
Hayat sedikit panik, membuka pakaian nya dengan cepat dan berusaha memberikan tubuhnya juga.
"Apa aku juga memiliki nya?"
Karla mengerutkan keningnya, mencari tanda yang sama disana.
"Tidak ada"
setelah menjelajah dia tidak menemukan nya, gadis tersebut menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aneh, kenapa mereka menyerang mu saja?"
Karla terlihat bingung, bergerak mendekati walk in closet, mencari pakaian nya dengan cepat.
"Aku akan tanya Lucas, mungkin dia tahu hewan apa yang menggigit ku"
Seketika gadis itu tersadar dari ingatan nya, dia kembali menatap kearah Lucas, memperhatikan wajah laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.
"Apa tanda merah itu dari kakak?"
Dia memberanikan diri untuk bertanya.
Lucas terlihat diam, Membiarkan dirinya menatap Karla dengan tatapan yang sangat sulit untuk di ungkapkan dengan akal sehat.
Itu jelas bukan tatapan biasa, bukan tatapan kakak pada adiknya, tapi tatapan seorang laki-laki pada perempuan yang dicintai nya.
"Masih tidakkah kamu menyadarinya?"
Pada akhirnya Lucas bertanya, dia berharap Karla bisa menyambung dan merangkai semua perlakuan nya selama ini pada gadis tersebut.
dia tidak pernah memperlakukan Anka atau bahkan saudara sepupu Perempuan nya seperti dia memperlakukan Karla, satu-satunya yang diperlakukan istimewa olehnya selama ini hanya Karla, apapun yang diinginkan oleh gadis itu di masa lalu, perlakuan manja yang berlebihan bahkan kelembutan dan kehangatan yang diberikannya jelas tidak pernah diberikan bahkan kepada adik sepupu nya yang lain.
__ADS_1
tidakkah pernah Karla menyadari nya?.
semua perlakuannya seperti kata Frans, jelas diluar batas normal antar sepupu, bahkan tidak pernah ada seorang laki-laki pun yang pernah berhasil mendekati Karla apalagi berani menyatakan cinta pada Karla.
sejak awal laki-laki tersebut yang mengatur seluruh kehidupan sepupu kesayangannya itu, sejak awal pula dialah yang membuat semua laki-laki yang ingin mendekati Karla dan yang jatuh cinta pada gadis tersebut disingkirkan satu persatu oleh dirinya secara diam-diam.
bahkan setiap kali Karla merasa patah hati dia adalah laki-laki yang ada di hadapan Karla yang selalu ada waktu untuk Karla, dan dia adalah satu-satunya laki-laki yang bisa hilir mudik ke kamar saudara sepupunya tersebut, memeluknya, merangkul nya, mencium nya dan memperlakukan Karla jelas sebenarnya di luar batas normal seorang kakak sepupu kepada adik sepupunya.
tapi gadis tersebut tidak pernah merasakannya, tidak pernah merasakan perlakuan istimewa dan khusus yang diberikannya, bahkan ciuman demi ciuman dan pelukan hangat yang dia berikan Karla anggap sebagai salah satu dari cara sayang Lucas kepada perempuan tersebut.
yah Karla terlalu polos dan naif, menganggap apa pokoknya dilakukan Lucas adalah cinta dan kasih dari seorang kakak terhadap adik perempuan nya, tidak sedikitpun ada kecurigaan di dalam perlakuan laki-laki tersebut selama kebersamaan mereka sejak kecil hingga dewasa.
bahkan meskipun pernah dia marah saat Lucas mencium bibirnya beberapa kali, tapi laki-laki tersebut berkata karena dia mencintainya layaknya seorang kakak kepada adiknya, pada akhirnya karena mengganggu perlakuan laki-laki itu biasa saja dan dia menikmatinya.
tidak pernah terlintas pun di dalam pikirannya, ciuman bibir yang dilakukan oleh Lucas beberapa kali adalah ciuman penuh hasrat seorang laki-laki pada seorang perempuan yang disukainya.
demi apapun Karla tidak pernah berpikir hingga sejauh itu, dia benar-benar buta akan kasih sayang laki-laki di hadapannya itu.
meskipun berkali-kali dia merasa jantungnya berdebar-debar dan berdetak jauh di batas akal normalnya, Karla selalu berpikir perasaan mereka tidak lebih daripada hubungan kakak dan adik.
"Bagaimana bisa?"
perempuan tersebut bertanya dengan nada sedikit tercekat, saat dia mendengar pernyataan Lucas yang menyatakan jika laki-laki itu mencintai nya.
"Aku tidak memaksamu untuk menjawabnya sekarang, aku akan kembali ke Paris dalam beberapa hari, jika kamu menerima lamaranku, Mari kita menikah di Paris dan selesaikan kuliahmu di sana bersamaku dan mari melewati hari-hari bersama disana sebagai pasangan suami istri"
Ucap Lucas kemudian.
"hingga kamu menyelesaikan kuliahmu kita akan menikah dibelakang semua orang, setelah kuliahmu selesai baru kita akan bicara pada keluarga kita dan meminta Restu mereka"
lanjut laki-laki itu lagi kemudian.
"aku tidak mau mengatakannya sekarang pada keluarga kita karena itu akan mengganggu seluruh aktivitas pendidikanmu, Sebab untuk mendapatkan restu dari orang tua kita tidak akan semudah membalikan telapak tangan, jika kita bicara sekarang maka semuanya akan hancur berantakan, tidak ada pendidikan dan tidak akan ada pernikahan yang sesungguhnya, karena semua jelas akan menentang kita"
setelah berkata seperti itu menyentuh lembut kedua belah pipi Karla, kemudian laki-laki itu kembali berkata.
"bukankah beberapa kali aku pernah berkata? aku akan menikahimu meski bagaimanapun caranya"
__ADS_1
lanjut laki-laki tersebut lagi.
"Waktu ku hanya 3 hari di Indonesia, jika kamu bilang iya, aku akan menunggu mu di bandara bahkan hingga di Paris sekalipun, semua telah aku persiapkan dengan matang jauh sebelum hari ini"