
MAKKK yang tanya ki.sah Hayat dan Ahem (Hayat gadis yang akan di nikahi Lucas) bisa cuz ke no.vel ini Mak.
cara nya cek pro.fil atau cari di beran.da penca.rian Ntun ketik ju.dul
TUAN.DINGIN.JATUH CINTA WITH.MISS.SOMPLAK.
...petikan epi.sode...
...👇👇👇...
*******
Hayat jelas panik, dia lebih memilih kabur dari laki-laki tadi, dan berlarian menuju kearah toilet belakang.
Di tengah kebingungan nya Karla muncul di hadapannya.
"Ada apa?'
"Oh my god... kau tahu? aku benar-benar sial, aku menabrak seseorang kemudian kembali bertemu dengan nya di depan sana dan aku pikir itu adalah kakak laki-laki sahabat baik kita"
Gadis itu jelas bicara dengan suara yang sedikit tertekan dia menatap ke arah Karla kemudian langsung menggenggam telapak tangan gadis tersebut dengan cepat.
bayangkan bagaimana ekspresi Hayat ketika dia bercerita, wajah panik penuh kebingungan Menghantam dirinya.
Karla jelas Cukup terkejut mendengar ucapan dari sahabat nya itu, bisa dilihat ekspresi bingung dan juga terkejut dari balik wajah gadis cantik yang ada di hadapannya tersebut.
dia pikir apalagi yang telah dilakukan oleh Hayat, gadis itu pasti kembali telah melakukan sebuah kekacauan besar.
"Bisa ceritakan dengan sedikit tidak tergesa-gesa? aku masih bingung menyimpulkan semuanya"
Ucap Karla dengan cepat, dia menelisik wajah sahabat nya sembari berharap Hayat bercerita dengan cara yang sedikit lebih tenang hingga tidak membuatnya bingung dengan semua keadaan meskipun sebenarnya dia bisa menebak jika Hayat pasti telah melakukan kesalahan fatal seperti biasanya.
mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya itu seketika membuat hayat sejenak diam, dia pikir apa yang diucapkan Karla benar adanya jika dia bicara terlalu terburu-buru. Pada akhirnya gadis itu mencoba menarik nafasnya untuk beberapa waktu, dia berusaha menetralisir detak jantungnya dan juga rasa paniknya.
"Begini Karla aku bisa gila,kau tahu Diluar sana tadi aku baru saja menabrak mobil seorang laki-laki kemudian setelah itu aku juga menyemburkan wajahnya dengan minuman dari mulut ku"
Hayat bercerita sembari mencoba mengatur perasaannya.
"Dan laki-laki itu adalah kakak pertama Nadine"
ketika gadis itu bicara soal kakak pertama Nadine bayangkan bagaimana terkejutnya Karla, gadis tersebut jelas menganga dan menatap ke arah Hayat dengan perasaan tidak percaya.
"Ahem? ya ampun Hayat"
dia pikir bisa-bisanya hayat melakukan hal tersebut malam hari ini.
"Sekarang bagaimana? aku benar-benar panik, sumpah demi apapun"
Dikala Hayat terus mengoceh dengan kepanikan nya, Karla terlihat berusaha menghela kasar nafasnya.
"Oh my god Hayat, bagaimana kamu bisa membuat semua kekacauan itu?"
gadis itu bertanya sembari yang menatap dalam bola mata sahabatnya, dia menarik lengan Hayat agar segera menepi pinggir toilet.
Sejenak Karla mengerut kan keningnya, dia seolah-olah sadar soal sesuatu.
"Jangan katakan jika kamu mengorbankan Lucas juga didalam tragedi kecelakaan mu?"
Demi apapun dia langsung bertanya dengan cepat ke arah hayat karena dia tahu Hayat berkata jika Lukas mendatangi hayat malam ini dan dia sama sekali tidak melihat laki-laki tersebut saat ini.
mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Karla seketika membuat gadis itu langsung mengubah ekspresinya, hayat langsung mengeluarkan jurus cengar-cengir kudanya.
"Oh my god, aku pikir kamu sudah gila Hayat"
Oceh gadis itu kemudian sambil memijat-mijat pelipisnya.
mendengarkan pertanyaan dari Karla seketika Hayat mengerutkan bibirnya kebawah, dia mengeluarkan ekspresi lucu nya lantas mencoba untuk menangis.
"Sekarang katakan pada ku bagaimana cara nya aku bisa keluar dari sini? aku harus pergi sekarang sebab terlalu lama di sini aku bisa mati jika bertemu dengan kakak laki-laki Nadine lagi"
gadis itu berusaha untuk mengintip kembali ke arah ujung sana, dia pikir apakah mungkin laki-laki itu akan bergerak menuju ke arah toilet?!.
"Oke kita akan pergi dari sini tapi bisakah kita melakukan nya nanti ? karena perut ku benar-benar terasa tidak nyaman saat ini, aku harus segera pergi ke toilet"
Ucap Karla kemudian.
pada akhirnya gadis itu melepaskan sahabatnya itu membiarkan Karla masuk ke dalam toilet.
ketika Karla masuk ke dalam toilet tersebut seketika hayat mencoba kembali mengintip dan seketika bola matanya membulat saat dia melihat seorang laki-laki yang telah dua kali dia ditemui Tersebut berjalan dari ujung sana menuju ke arah dirinya.
Saking paniknya Hayat langsung bergerak dengan cepat kearah depan, dia mencoba untuk mencari tempat bersembunyi dengan gerakan tergesa-gesa.
"Oh god... dimana? dimana?"
Gadis itu berlarian kecil, mencari tempat persembunyian paling aman untuk dirinya, iya tanpa berpikir bila tiga kali dia masuk ke salah satu tempat yang sebenarnya tidak bisa dia lihat dengan benar karena keadaan lampunya remang-remang.
gadis tersebut langsung menundukkan kepalanya dan sedikit panik dengan keadaan.
ketika dia merasa panik tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya dengan cepat.
"Aku mabukkkk please jangan sentuh akuuuu"
Seketika Hayat memejamkan bola matanya karena terkejut, dia pikir apa mungkin itu adalah laki-laki yang tadi?!.
"Hei ini aku, aku mencari mu sejak tadi?"
tiba-tiba satu suara yang sangat Hayat kenal mengejutkan garis tersebut, begitu dia mengenal baik suara itu Hayat langsung mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh my god, Lucas dimana motor ku? berikan kuncinya pada ku sekarang"
hayat langsung berdiri dari posisinya dan meminta kunci motor kepada laki-laki tersebut, dia pikir laki-laki itu pasti sudah menyelesaikan semuanya.
namun alih-alih mendapatkan apa yang dia harapkan Lucas malah berkata.
"Laki-laki itu menahan kunci dan motor kamu"
"What?"
Hayat langsung membulatkan bola matanya.
"Apa kamu bercanda?"
Tanya nya dengan tatapan tidak percaya.
"No..."
"Oh shi..t"
Hayat mencoba mengacak-acak rambut nya.
"Oke antarkan aku pulang sekarang"
Pinta Hayat kemudian.
"Biarkan aku masuk kedalam toilet sejenak"
pada akhirnya Lucas berkata seperti itu kepada Hayat, meminta gadis itu menunggunya sejenak.
Hayat mengangguk kan kepalanya dengan tidak sabaran dia kembali mengintip ke arah ujung sana dengan perasaan berdebar-debar.
Hingga akhirnya waktu berlalu cukup lama, dia masih menyembul kan Kepala nya dan melirik kearah belakang, saat mendengar suara telapak sepatu seseorang dia pikir itu adalah Lucas sebab secara perlahan sosok tersebut berhenti tepat disampingnya.
Hayat yakin jika itu Lucas, dia masih dalam posisi menyembul kan Kepala nya kearah depan Sembari bola mata nya kembali fokus ke ujung sana.
Tangan Hayat kini menggenggam celana Lucas, seketika dia terkejut saat melihat seseorang berjalan dari ujung sana.
"Kenapa lama sekali? aku pikir aku kembali melihat nya tadi"
Ucap gadis itu kemudian bergerak memutar tubuhnya dan menggeser tangan nya dengan cepat.
Namun didetik berikut nya tiba-tiba dia merasa dia salah menyentuh sesuatu.
Bola mata hayat seketika langsung membulat dengan sempurna.
Sesuatu?!.
Alih-alih melepaskan pegangan nya, gadis itu mencoba untuk meraba-raba nya sejenak.
Aku pikir ini seperti sesuatu?!.
Seperti bongkahan batu, Hmmmm kenyal...dan....hah....?!.
Seketika Hayat terkejut.
Dia mengembang.
Dan detik berikutnya dia sepertinya menyadari soal sesuatu.
Ini adalah...roket Starship Mk1 SpaceX
dan otak Hayat langsung melanglang buana entah kemana.
"Apa kau sengaja memancing di air yang keruh, nona?"
Seketika suara Bariton seorang laki-laki memecah keadaan.
Gadis tersebut langsung mendongakkan kepalanya, dan bayangkan bagaimana terkejutnya nya Hayat saat ini.
Oh my god.
Dan bagaimana perasaan Hayat saat dia mendongakkan kepalanya?!.
Kenapa kau lagi?!.
Aiyooooo.
satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Ngik ngik ngik.....
Bagaikan suara jangkrik yang memenuhi isi kepala Hayat.
Dan di detik berikutnya dia seolah-olah menyadari posisi tangan nya.
Hahhhh?!.
Seketika gadis tersebut melepaskan tangan nya dengan cepat dan detik berikutnya gadis itu langsung menundukkan kepala, dia panik setengah mati saat dia menyadari dia telah menyentuh barang kebanggaan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Hayat....kau pasti sudah gila.
Dan Hayat langsung mengerutkan wajahnya dan mencoba menahan suara teriakan nya karena terkejut.
Oh my god, demi Spongebob Squarepants yang mirip kotak tepung Maizena kenapa aku menyentuh benda miliknya?!.
__ADS_1
Hayat menatap kedua belah tangannya yang terasa begitu terkutuk, dia mengembang dan menutup tangan nya untuk beberapa waktu.
Dan kenapa aku harus 3 kali bertemu orang yang sama dalam satu malam Tuhan?!.
gadis tersebut buru-buru langsung menarik tangan nya dan mencoba untuk menutupi wajahnya dengan cepat, namun dia pikir bukankah sebenarnya sia-sia untuk dirinya? sebab kini laki-laki itu tengah berdiri tepat dihadapannya dan Hayat pikir apakah malam ini akan menjadi hari kematiannya.
"Apa kau sudah gila? tidak kah kau sadar nona jika kamu baru saja mencoba memancing kejahatan?"
laki-laki itu bertanya sembari menatap kearah bawahnya di mana Hayat tampak meringkuk dan tidak berani untuk mendongakkan kepalanya lagi atau bahkan berdiri.
Otak gadis itu berputar dengan sangat cepat, dia pikir tidak akan bisa Tuhan memberikan dia ide untuk menghindari laki-laki tersebut.
Tiba-tiba saja Hayat mendapatkan sebuah ide yang begitu cemerlang.
"Ommo... Hayat?"
tiba-tiba suara Karla mengejutkan dirinya, gadis tersebut secepat kilat mendakwa Hayat.
"Ada apa? apakah.."
Karla terlihat panik mendekati Hayat, dia pikir kenapa sahabatnya ada di lantai dan menjagokan tubuhnya kemudian ada seorang laki-laki tengah berdiri dan menatap dengan penuh tatapan intimidasi ke arah sahabat baiknya itu.
gadis itu mencoba untuk bertanya tapi ketika dia sadar siapa yang ada di hadapannya seketika Karla menelan salivanya.
Kak ahem?!.
gadis itu tercekan karena dia tahu betul siapa laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya tersebut, dia pikir apakah laki-laki itu telah mengetahui soal Hayat dan kelakuan nya.
"Kak...aku..."
Karla buru-buru bicara namun tiba-tiba saja Hayat langsung berdiri Sembari meraba-raba kearah Ahem.
"Maaf tuan...aku...buta..."
Gadis itu bicara sambil berdiri, tiba-tiba saja entah dari mana dia mendapatkan sebuah kacamata hitam dan memasangkannya di kedua belah matanya, Hayat kini kembali pura-pura meraba-raba ke arah laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut dari perut dada hingga ke wajahnya kemudian dia pura-pura terkejut.
"Aiyooooo...."
Secepat kilat gadis tersebut melepas kan pegangan nya dari tubuh Ahem.
"Ya?"
Laki-laki tersebut jelas terkejut mendengar ucapan perempuan itu.
"Apakah aku menyentuh sesuatu yang salah? aku tersesat karena buta dan teman ku pergi ke kamar mandi"
Lagi dia bicara sambil berpura-pura buta, bergerak kearah Karla sambil berusaha sedikit menundukkan kepalanya, gadis itu mengedip-ngedipkan bola mata memberikan kode pada Karla.
"Hah?"
bayangkan bagaimana ekspresi Karla yang bingung dengan apa yang dilakukan oleh Hayat sang sahabat baik nya, seolah-olah terhipnotis dan menjadi bodoh dia mengangguk-anggukkan kepalanya, seakan-akan gadis itu menyetujui ucapan Hayat jika Hayat adalah gadis yang buta.
Sungguh terkutuk diriku.
umpat Karla sambil menatap Hayat dan Ahem secara bergantian, gadis itu mencoba memejamkan bola matanya karena malu dengan kelakuan sahabat nya sendiri.
Dia melirik kearah Hayat seolah-olah berkata.
Apa kau gila? bagaimana kamu bisa menipu kakak Nadine? jika ketahuan bagaimana?!.
Dan seakan-akan Hayat ikut mengeluarkan suara kepalanya.
Dia tidak akan tahu, ini akan menjadi pertemuan terakhir dan mari pergi secepat nya dari sini.
Baiklah aku benar-benar bisa gila memiliki sahabat seperti kamu.
"Karla aku pikir kita harus pulang sekarang"
Hayat kali ini benar-benar mengeluarkan suaranya sembari dia pura-pura meraba-raba wajah Karla.
Kau....!.
Gadis itu terlihat kesal saat Hayat dengan sengaja meraba wajahnya dengan menggemaskan.
Pada akhirnya Karla mencoba mengembangkan senyuman nya kearah Ahem, dia mencoba berpamitan sembari membiarkan Hayat menggenggam erat lengannya.
"Dia buta hahaha kami pergi dulu kak"
Demi apapun dia pikir bagaimana bisa dia menjadi seorang penipu saat ini?!.
Sembari mencoba menundukkan kepalanya berkali-kali dia mencoba bergerak menjauh dari hadapan Ahem.
dan sumpah demi apapun juga Ahem yang biasanya pintar tiba-tiba menjadi seperti orang bodoh, dia menatap kedua garis tersebut dengan perasaan bingung.
Buta?!.
Dia bertanya-tanya di dalam hatinya sembari mengerutkan keningnya.
Yah bukankah tidak aneh jika orang buta bisa salah meraba-raba?!.
Tapi tunggu dulu, bukankah wajahnya sedikit tidak asing?!.
Ahem sejenak mencoba untuk berpikir, tapi....
Oh shi..t.
Laki-laki tersebut mengumpat saat dia sadar sepertinya gadis tadi sudah membangunkan sesuatu miliknya dibawah sana.
"Oh god, Haishhhhh"
__ADS_1