
Tubuhnya terasa terguncang, entah makhluk terkutuk mana yang melakukan nya, mengganggu tidur panjang Airin saja.
Biasanya tidak ada yang berani membangunkan dirinya jika dirumah, karena dia ratu nya dan diperlakukan dengan sangat istimewa, jangankan mengganggu nya langsung dengan mengguncang tubuhnya, seekor nyamuk pun di larang mendekat jika tidak ada monster pencabut nyawa yang akan menghantam mereka dengan pukulan seribu tangan dari China siapa lagi jika bukan mama nya.
Lalu kenapa tidur nya kali ini begitu terusik? dia masih mengantuk, urusan Lucas dan Karla membuat kepalanya berdenyut-denyut tidak menentu, belum lagi kegalauan nya saat memikirkan soal Mike dan pernikahan menggalaukan diri nya semakin membuat sakit kepalanya.
Dia butuh sedikit istirahat ekstra, tenggelam dalam tidur panjangnya dan masuk ke alam mimpi, terlalu nyaman sejak tadi tenggelam dalam kasur empuk yang menghangatkan diri, hingga akhirnya seseorang dengan begitu menyebalkan membangunkan dirinya.
Airin tersentak dari tidurnya, mencoba membiasakan bola matanya sejenak pada pemandangan disekitar nya.
"Gelap dan Hitam?"
Airin membatin.
"Hei...bangun...ja.lang"
Gadis tersebut jelas mengerutkan keningnya.
"Apa? siapa yang berani bilang ja.lang pada ku?"
Dia kembali membatin.
"Dia benar-benar seperti babi"
Lagi dia mendengar suara seseorang dibalik telinga nya.
"Babi 🐷?"
Airin kembali mengerut kan keningnya, membayangkan kata babi yang sangat mengerikan, gundul, licin, buntal, menggemaskan.
__ADS_1
"Yakkkk bangun ja.lang"
Lagi dia merasakan guncangan.
Ja.lang?!. Kau...!!!.
"Yakkkkkk"
Kali ini Airin bangun, berteriak kesal sambil mengacak-acak rambut nya, dia duduk dengan cepat sambil menampilkan ekspresi mengerikan nya, bola mata nya mencari makhluk sialan yang memanggil nya babi dan ja.lang.
Hahhh?!.
Seketika Airin membulatkan bola matanya saat dia melihat makhluk asing yang tiba-tiba muncul dihadapan nya dalam kegelapan ruangan dimana dia berada.
"Ommo...?!"
Gadis tersebut mundur beberapa langkah, mencoba menetralisir perasaan terkejut nya, dia mengerjapkan sejenak bola matanya, berusaha untuk membiasakan pandangannya, belum terlalu jelas melihat tadi, maklum ruangan kamar terlalu gelap dan mengganggu.
Airin mengerutkan keningnya, sejenak dia menyadari soal sesuatu, buru-buru mengintip tubuhnya dan menelusuri ruangan tersebut.
"Untunglah"
Dia bernafas lega, pakaian nya masih lengkap.
"Dimana ini?"
Airin bertanya, memegang kepala nya dan mencoba mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi, kepalanya terasa berdenyut-denyut.
"Seperti yang kau lihat, selamat datang di surga orang kaya "
__ADS_1
Sanders bicara sambil mendekati wajahnya pada Airin, nada bicara nya sangat dingin dan sombong.
Surga orang kaya?!.
Airin ternganga sejenak kemudian didetik berikut nya dia mendengus.
"Ini seperti neraka orang kaya, kau pikir warna surga gelap gulita?"
Dia menjawab dengan cepat, sangat tidak suka dengan laki-laki sombong didepan nya, tapi..yah yah yah laki-laki tersebut tampan, kalau tidak tampan dia sudah menghajar nya.
Wajah laki-laki tersebut begitu mendominasi, persis seperti malaikat di bagian surga yang baru dia impikan tadi.
Tunggu dulu apa aku sudah mati? mereka menggunakan pakaian serba hitam? apakah ini benar-benar neraka? apa harus mati dulu baru bertemu Malaikat tampan?!.
Isi kepala Airin seolah-olah sedang berjalan kesana-kemari, dia cukup pusing memikirkan keadaan, dia mencoba mengingat-ingat, yah dia pikir Bukankah terakhir kali dia mengalami kecelakaan?!.
"Nooo apa aku sudah mati? apa kalian Malaika di neraka jahanam? aku pikir aku tidak punya terlalu banyak salah, banyak melakukan kebaikan di dunia, dan lagi bisakah kematian ku ditunda dulu? oh shi.t seharusnya aku menikmati masa muda ku dengan baik, bahkan aku belum pernah merasakan bagaimana rasanya ber.. cinta, catat malaikat aku bahkan masih perawan"
Gadis tersebut mulai mengoceh panik, benar-benar berpikir dia berada di neraka saat ini, Airin gelagapan, berharap dia masih hidup dan kembali ke dunia.
"Apa kau gila?"
Sanders mengerutkan keningnya.
"Kau yang gila, seharusnya kau berdiskusi pada Tuhan, jangan mencabut nyawa anak perawan orang sebelum dia menikmati penuh kebebasan nya, Ohhh Malaikat gila sialan, wajah tampan mu benar-benar tidak berguna"
"Kau... malaikat gila, kau pikir aku gila?"
"Oh ya Tuhan apakah ada tangga untuk turun kembali kedunia?"
__ADS_1
Sanders jelas mengerutkan keningnya, dia pikir apakah putri Bianca mengalami gangguan mental, sungguh mengerikan kehidupan perempuan sialan itu pikir nya.
Gwen dan laki-laki disamping nya terlihat saling menatap, mereka seolah-olah berpikir seperti nya Sanders akan menghadapi gadis yang cukup seimbang dan ini tidak akan mudah.