
Disisi lain.
Alexander company.
Ruang kerja Lucas.
Lucas terlihat meraup kasar wajah nya untuk beberapa waktu, mencoba untuk berpikir dengan keras apa yang harus dia lakukan saat ini, dia jelas akan menolak pernikahan dengan keluarga Azzurra, ditambah lagi dia jelas mengenal baik Putri tuan Azzurra, Zuu. Hayat tidak mungkin menjadi bagian didalam hidup nya, bahkan dia hanya menganggap hayat tidak lebih dari seorang adik tidak pernah sedikitpun terselip perasaan pada gadis tersebut selama ini.
keputusan telak yang diberikan oleh daddy nya jelas tidak bisa dihindari, bahkan Karla tiba-tiba tampak menyerah,n istrinya kemarin berkata.
"Berkencan lah dengan Hayat"
Saat Karla berkata begitu, jelas saja Lucas terkejut.
"Apa kamu gila?"
Dia bertanya tidak percaya, bagaimana bisa istrinya menyetuju ucapan dari daddy nya.
"lakukanlah dan menikahlah dengan jika memang itu jalan yang terbaik untuk semua orang"
"Apa kamu tidak mencintai ku?"
Lucas jelas saja langsung bertanya pada istrinya soal perasaan perempuan tersebut, dia pikir bagaimana bisa Karla bicara seperti itu dengan nada yang begitu tenang, bahkan tidak menampilkan kesedihan sedikitpun saat menghadapi dirinya.
sudah perlu cas pada saat ini hancur saat ini karena perasaan yang ditentang baik dari sisi kiri, kanan depan maupun belakang.
tapi bisa-bisanya Karla berkata agar dia mengencani sahabat perempuan tersebut, dan menerima apa yang diinginkan daddy nya.
"Kau benar-benar gila"
Ucap Lucas pelan dengan tatapan penuh kecewa.
__ADS_1
laki-laki tersebut berpikir dia harus memiliki cara untuk bisa terhindar dari keadaan ini. dia butuh seseorang yang bisa membantu dirinya untuk keluar dari persoalan yang menghantam dirinya.
tapi yang jadi pertanyaannya adalah siapa orang yang bisa diandalkan untuk menghentikan semua keadaan ini ditambah lagi dia harus punya rencana untuk sampai pada masa ini di mana dia harus menyatu bersama Karla bagaimanapun caranya.
di tengah pemikirannya yang berkacamuk menjadi satu tiba-tiba saja terdengar ketukan dari arah pintu depan, Lucas seketika langsung menatap ke arah depan memperhatikan siapa yang datang dari luar sana.
Seseorang muncul dari luar, bergerak masuk dengan gaya yang begitu santai.
"Apa kau baik-baik saja?"
Itu adalah Frans, kakak laki-laki Karla.
Lucas yang didatangi oleh laki-laki tersebut seketika berkata.
"seperti yang kamu lihat, semua tidak berjalan sesuai dengan rencana"
dicas bicara cepat ke arah Frans, laki-laki tersebut terlihat mulai duduk di depan dirinya di kursi berwarna hitam tersebut.
ucap Lucas kemudian.
"Bahkan Karla terlihat begitu pasrah,sama sekali tidak ada keinginan membantah"
Tambah Lucas lagi.
mendengar ucapan dari Lucas seketika membuat Frans diam untuk beberapa waktu dia menatap laki-laki yang ada di hadapannya itu dengan seksama.
"aku tidak bilang jika keadaan ini baik, setidaknya buatlah sebuah rencana dan perencanaan matang ke mana seharusnya keadaan ini berlangsung"
Frans pada akhirnya mulai bicara pada Lucas, berharap laki-laki tersebut tidak bertindak gegabah atau merasa grasak-grusuk mengingat kondisi saat ini jelas tidak bisa dikatakan sebagai kondisi yang cukup baik-baik saja.
semua orang dalam situasi yang cukup memanas, apalagi berita Lucas menyebar dengan cepat, bahkan Grand Alexander begitu marah besar dengan keadaan, tidak percaya jika cucunya akan berbuat di luar logika, mempermalukan keluarga mereka karena berkencan dengan adik sepupunya sendiri dan dikabarkan akan menikah dengan Karla.
__ADS_1
meskipun semua tidak ada yang tahu jika mereka benar-benar telah menikah hanya sekedar desas-desus yang ada, tapi realitanya hubungan Lucas dan Karla menjadi perbincangan hangat bahkan menjadi trending topik utama di dalam setiap pertemuan keluarga yang mengatakan Lucas telah gila mengencani adik sepupunya sendiri.
"kau setidaknya harus bisa meyakinkan Uncle lebih dulu jika kamu tidak akan bergerak terus mencintai Karla saat ini, aku pikir kau tidak akan menjadi laki-laki gila yang mau melepaskan semuanya hanya karena seorang perempuan, karena pada dasarnya perempuan membutuhkan uang dan kau tidak mungkin kehilangan uang"
Frans mengingatkan dirinya agar Lucas jangan bergerak seenak hatinya tanpa berpikir matang.
"jika kau telah mendapatkan Alexander kau bisa bergerak sesuka hatimu tapi jika kau belum mendapatkannya maka kau hanya bisa menuruti sang pemimpinnya, menjilat di bawah kakinya hingga kau disahkan menjadi penerusnya"
lanjut laki-laki tersebut lagi sembari menatap Lucas secara lekat.
"bagiku ini terlalu sulit Frans, pilihannya membuatku sedikit kehilangan pegangan, aku mana mungkin menikahi gadis lain dikala aku adalah suami Karla, dan aku tidak bisa melepaskan Alexander karena karena pada dasarnya sama seperti perempuan lain yang membutuhkan uang untuk kehidupannya dan juga kejayaannya apalagi jika nanti kami memiliki seorang anak aku tidak ingin jadi laki-laki munafik yang berkata akan melepaskan semuanya hanya karena perempuan itu hanya ada di drama atau film-film dan juga novel fiksi, tidak ada satu laki-laki pun yang akan melepaskan hak warisnya hanya untuk seorang perempuan dan tanpa memikirkan kebahagiaan perempuan tersebut, aku terlalu naif dan juga terlalu melodrama jika melepaskan hak Alexander demi berkata aku menikahi Karla karena mencintai nya dan rela menjadi gembel bersamanya"
Ucap Lucas kemudian.
tentu saja dia berani berkata seperti itu karena realitanya kehidupan yang membuang hak waris demi seorang perempuan hanya ada di film drama, atau bahkan novel fiksi yang suka dibaca oleh para kaum perempuan dengan khayalan tingkat tinggi, ini adalah dunia nyata dia tidak mungkin melepaskan Alexander company hanya demi berkata dia rela menjadi gembel untuk terus hidup bersama Karla hanya demi cinta karena pada dasarnya cinta tidak akan kenyang dengan dimakan, segala sesuatu di muka bumi ini harus dihitung berdasarkan uang bahkan dia yakin beberapa tahun ke depan kentut pun harus dibayar dengan uang.
karena tidak ada lagi yang gratis untuk hidup di dunia ini, seorang perempuan membutuhkan uang untuk banyak hal, mereka tidak pantas dijadikan tulang punggung untuk ikut mencari nafkah mati-matian.
"Karena itu, buat perencanaan matang sebelum semua diputuskan"
Frans bicara dengan cepat, menatap ipar nya dengan lekat.
"Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada Karla"
Ucap laki-laki itu pelan,dia menatap Frans untuk beberapa waktu.
"bergeraklah dan buatlah sebuah perencanaan, ikuti apa yang dikatakan oleh uncle Alexander, kita lihat sejauh mana permainan akan terus berjalan, dan katakan kau siap meminang gadis tersebut setelah mengajaknya berkencan lebih dulu"
Frans menatap Lucas sejenak, memberitahukan dia apa yang seharusnya dia lakukan di awal.
"bawa dia berkencan sesuai permintaan semua orang"
__ADS_1