GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
mencoba untuk membuat rencana


__ADS_3

Disisi lain.


Karla meremas telapak tangan nya dengan gelisah, menatap kearah kakak laki-laki nya untuk beberapa waktu di mana Frans terlihat fokus membawa mobilnya menjauh dari kediaman nenek tua Alexander.


Dia memperhatikan kakak laki-laki nya seolah-olah dia membutuhkan saran terbaik dari kakak laki-lakinya itu, karena sedikit banyak Frans tahu soal hubungan dirinya dan Lucas.


tapi kakak nya memilih belum juga mau membuka suaranya sejak tadi, masih fokus pada jalanan untuk waktu yang cukup lama.


Hingga pada akhirnya mereka memilih sama-sama untuk diam, tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka untuk beberapa waktu seolah-olah mereka tenggelam pada pemikiran masing-masing yang begitu rumit dan sulit.


Karla akhirnya membuang pandangannya memilih menatap ke arah depan sembari berusaha untuk memejamkan sejenak bola matanya.


"aku tahu ini rumit untuk hubungan kalian"


Frans pada akhirnya mulai membuka suara, sembari tangannya terus berfokus pada setir mobil.


Karla terlihat diam kali ini dia hanya membuka bola matanya namun tidak menoleh ke arah kakak laki-lakinya tersebut, perempuan itu mengehela nafasnya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Meskipun aku bisa menebak nya, tapi respon untie Bianca jelas cukup berlebihan"


Lanjut laki-laki itu lagi.


Karla masih diam, belum bergeming.


"seharusnya sejak awal aku tahu keadaan ini cepat atau lamban akan terjadi, seharusnya aku dan Lucas sudah tidak mesti terkejut lagi saat untie Bianca akan menentang habis-habisan hubungan kami"


Karla akhirnya mulai bicara sembari perempuan tersebut membiarkan pandangannya tertuju ke arah depan memperhatikan barisan-barisan kendaraan yang melaju lebih dulu dihadapan mereka menembus jalanan ke arah ibukota.


"dalam keluarga manapun pasti akan menentang hubungan persepupuan ini, aku saja yang terlalu naif dan berpikir hubungan kami pasti akan direstui bagaimanapun caranya Secara perlahan"


"tidak ada yang salah karena pada dasarnya kau dan Lucas hanya saudara seibu dan bukan saudara satu ayah"


Frans mencoba mengingatkan adik perempuannya agar Karla tidak terlalu pusing memikirkan nya.


Yang dia tahu sepupu ibu bukanlah hal rumit untuk semua orang, mereka bisa menikah dan banyak orang melakukan nya, kecuali saudara sepupu dari ayah sedikit sulit, banyak yang menentang hubungan seperti itu.

__ADS_1


"ini hanya soal waktu hingga Mommy merestui kalian"


Lanjut laki-laki tersebut lagi, dia sama sekali tidak melirik ke arah adiknya memilih untuk terus berkonsentrasi menyetir ke arah depan, pemikirannya saat ini bercabang entah menjadi berapa, sebenarnya ingin membantu tapi ada beberapa hal yang memberatkan dirinya dan menjadi pertimbangan.


"cukup sulit untuk aku bergerak mengingat mommy bukan type seorang ibu yang terbuka dan suka di ajak Bicara, aku hanya bisa mengawasi kalian dan memberikan sedikit saran'


Laki-laki itu kemudian berkata dengan begitu serius, menatap sejenak kearah adik perempuan nya.


"Aku punya rencana untuk semua nya, mungkin terdengar sedikit menyulitkan dan akan cukup beresiko untuk kalian"


Mendengar Ucapan kakak laki-laki nya tersebut membuat Karla sejenak mengerutkan keningnya, dia menatap kearah Frans untuk beberapa waktu.


"Maksud kakak?"


Dia bertanya dengan serius.


"Kembali lah ke Paris sementara waktu, biarkan Lucas dan aku menyelesaikan semuanya disini"

__ADS_1


ucap laki-laki tersebut kemudian dan hal tersebut jelas membuat Karla langsung mengerutkan keningnya.


__ADS_2