
Disisi lain.
mansion utama Wilona dan Marck.
Kamar tidur Karla.
Wilona terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu di mana bola matanya menatap pintu kamar putrinya yang sama sekali tidak terbuka sejak kemarin, Karla memilih untuk diam dan tidak bicara pada siapapun, bahkan perempuan tersebut tidak ingin bertemu dengan siapapun di sekitar mereka.
jangankan orang lain Karla pun tidak ingin bertemu dengan dirinya sama sekali, meskipun beberapa kali dia mencoba untuk mengetuk pintu kamar tersebut bahkan berkata ingin bicara pada tanggal namun realita perempuan itu sama sekali tidak menjawab juga tidak ingin keluar dari posisi nya.
Wilona tahu keadaan tidak baik-baik saja, dia bahkan tidak pernah berpikir jika beritanya akan cepat pecah seperti hari ini, namun siapa sangka beritanya langsung terdengar center di seluruh keluarga besar mereka tentang hubungan Karla dan juga Lucas.
meskipun sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan yang belasan diberikan kepada dirinya dari para Anggota keluarga, Wilona bersatu tidak bicara atau membuat klarifikasi sama sekali, membiarkan orang-orang bergosip tentang mereka, meskipun tidak dipungkiri dia harus berterima kasih ada beberapa Anggota keluarga yang mulut nya bisa meredam gosip yang terus bergerak dan menjalar kemana-mana.
ada sebagian orang yang berpikir Karla dan Lucas telah menikah, namun tidak sedikit juga yang berpikir jika kedua orang tersebut hanya melewati kencan sembunyi-sembunyi di belakang semua orang.
Wilona mengehela nafasnya untuk beberapa waktu, dia bergerak mendekati pintu kamar Putri tersebut, mencoba mengetuknya beberapa kali dan juga mencoba untuk bicara dengan Karla, namun perempuan itu sama sekali tidak ingin menyahut atau menjawab ucapannya.
"sayang hari sudah menggelap, tidakkah kamu ingin pergi untuk makan?"
dia bertanya dari balik pintu kepada putrinya, Karla sama sekali belum menyentuh makanannya sejak pagi tadi, dia cukup takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada putrinya.
"tidak ingin ke kamu datang ke ruang tamu dan kita mengobrol bersama?"
dia kembali bertanya sembari menempelkan telinganya di balik pintu, menunggu jawaban putrinya atas tanya yang dia lesatkan.
tapi sayang nya selama apapun dia menunggu dari putrinya tersebut.
"Mommy pikir baru akan tidur tengah malam, mommy akan menonton televisi di ruang tamu sambil menunggu Daddy mu pulang karena daddy mu lembur hari ini"
wanita tersebut kembali berucap dan berharap putri nya mendengar kan apa yang dia katakan.
hingga akhirnya dia memilih untuk diam lantas secara perlahan bergerak menjauhi pintu kamar anaknya tersebut.
di dalam kamar dalam memilih untuk duduk menyundul di tepian pinggir ranjang di lantai, meneguhkan kedua lutut yang dan membiarkan dirinya tenggelam bersama untuk waktu yang cukup lama.
bisa dia dengar mobilnya Yang mondar-mandir bolak-balik terus mencoba untuk bicara padanya sejak pagi, dia hanya belum ingin bicara kepada siapapun, dia butuh waktu untuk berpikir dengan baik dan mencerna semua keadaan, apa yang harus dia lakukan apa yang harus dia kerjakan, berikutnya bagaimana caranya mendapatkan kembali Airin dan juga dia tidak ingin Lucas kehilangan haknya di dalam Alexander.
perempuan itu mencoba untuk menarik nafasnya beberapa kali, netralisasi yang ada di dalam dirinya, kemudian dia mencoba untuk mendongakkan kepalanya, Karla pada akhirnya memilih untuk beranjak dari posisinya, Karla berusaha untuk bergerak menuju ke arah lemari meja hias yang ada di sisi kirinya kemudian perempuan itu menyambar cepat handphone nya.
Dia mencoba untuk menghubungi seseorang, cukup lama hingga akhirnya panggilannya tersambungkan juga.
__ADS_1
"Halo...ini aku"
Ucap Karla kemudian.
*****
Ruang Televisi.
Wilona tanpa mengalami nafasnya untuk beberapa kali kemudian dia beranjak menuju ke arah kursi sofa yang ada di ujung sana, wanita itu memilih untuk menduduki dirinya di situ, menghempaskan tubuhnya kemudian menyandarkan dirinya pada kursi sofa mendominasi berwarna krim tersebut.
wanita itu memejamkan sejenak bola matanya sembari dia memijat-mijar kepalanya yang terasa berdenyut-denyut tidak menentu selama beberapa hari ini.
cukup lama wanita itu bertahan pada posisinya seperti itu, hingga akhirnya dia membuka bola matanya kemudian secara perlahan dia meraih remote TV dan mencoba untuk menonton salah satu siaran televisi yang ada di hadapannya.
meski sebenarnya tidak dipungkiri sangat sulit sekali untuknya fokus saat ini karena pikirannya berkelana pada soal putri nya.
wanita itu berusaha untuk memfokuskan dirinya nomor realitanya dia sama sekali tidak mampu melakukannya.
pada akhirnya Wilona memilih untuk mematikan televisi dan dia memutuskan untuk menenggelamkan dirinya ke dalam kursi sofa dan mungkin melelapkan dirinya di sana sembari menunggu suaminya pulang dari perusahaan.
namun belum juga dia berhasil melelapkan dirinya tiba-tiba putranya datang menghampiri dirinya.
"Ada apa mom?"
seketika Wilona tertawa saat putranya memijat dirinya.
"kamu selalu mengerti dengan apa yang dirasakan orang tua, beberapa hari ini rasanya begitu lelah sekali"
wanita tersebut bicara dengan cepat pada putranya, membiarkan Frans memijat punggungnya untuk beberapa waktu.
"Mommy belakangan tidur selalu saja malam"
alih-alih menjawab apa yang diucapkan oleh maminya dia lebih memilih untuk membuka pembicaraan lain.
"aku takut kesehatan mommy terganggu, pergilah beristirahat lebih cepat atau coba pergi ke pusat refleksi untuk menenangkan mommy"
laki-laki itu berucap dengan cepat sembari terus membiarkan kedua tangannya terus memijat punggung mommy nya.
"mobil hanya proses stres saja belakangan ini karena itu tidurnya terlalu malam, sangat sulit sekali mengucapkan bola mata karena keadaan"
wanita tersebut mulai bicara sembari menghela berat nafasnya.
__ADS_1
mereka tanpa diam untuk beberapa waktu, seolah-olah membiarkan diri mereka tenggelam pada pemikiran mereka masing-masing.
"jangan terlalu memikirkannya, nikmati saja semuanya mom"
laki-laki tersebut kembali bicara, kemudian dia meminta mommy nya berbalik lantas secara perlahan kemudian Frans meraih telapak tangan mommy nya untuk beberapa waktu.
"setiap orang memiliki persoalan hidup dan masalah bukan? Setiap orang sempurna memiliki dilema, tetapi tidak setiap orang bisa mengatasi problem menggunakan cara yang baik. Kadang-kadang, duduk perkara kehidupan yg besar membuat seseorang menjadi emosi serta tak bisa berpikir secara jernih. Padahal, buat menghadapi persoalan diperlukan ketenangan pikiran menjadi kuncinya"
Frans bicara sambil mengembangkan senyuman nya.
"Jangan memikirkan apapun, dan biarkan Karla juga Lucas menyelesaikan persoalannya"
Saat putranya bicara seperti itu Wilona tampak diam sembari dia menatap dalam wajah putranya tersebut.
"Biarkan mereka memikirkan sendiri pemecahan persoalan ini, mari tidak ikut terlibat didalamnya hmmm"
Pinta Frans lagi kemudian.
"Mommy hanya khawatir"
"semua orang seperti itu mom, tapi pada masanya kita masuk dan dapat membantu dan ada masanya kita cukup menunggu."
seulas senyuman mengembang dari bibir laki-laki itu, membuat Wilona pada akhirnya menganggukkan kepalanya.
******
Catatan \=
berbagi ilmu, kunci menghadapi masalah
Berpikir Positif
Terlepas asal seberapa jelek persoalan yang Anda hadapi, cobalah buat tetap positif. sebaiknya buat tidak memandang suatu duduk perkara berasal satu sisi saja, karena seburuk apapun dirimu, absolut masing-masing punya model serta hal positif yang mampu dia
Jangan fokus pada Masalahnya
Seburuk apapun dilema yang engkau hadapi, cobalah buat permanen berpikir positif. Jangan melihat dilema asal satu sisi saja, sebab seburuk apapun duduk perkara yang engkau alami, pasti seluruh menyimpan pelajaran yg mampu diambil serta ada hikmahnya.
Ambil Tindakan
jika hanya memikirkan persoalan tanpa merogoh tindakan, duduk perkara tidak akan selesai menggunakan sendirinya. Bila engkau sudah memikirkan jalan munculnya, ambil tindakan yang menurut engkau benar. Semakin cepat engkau mengambil tindakan, semakin baik juga hasilnya.
__ADS_1
tidak ada manusia yg terbebas berasal duduk perkara sesempurna apapun hidupnya, jadi jika saat ini engkau menghadapi problem, ingatlah bahwa engkau tidak sendiri. masalah hayati itu absolut ada, tetapi kamu mampu menggunakan cara yg hening buat menghadapinya.