GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Tidak akan pernah merestui mereka


__ADS_3

Entah bagaimana menjabarkan perasaan nyonya Bianca saat ini yang jelas api kemarahan tersulut di balik bola matanya bahkan dia terlihat begitu terbakar emosi yang membara dimana saat ini seolah-olah dia siap untuk menghabisi putranya hari ini juga.


Kira-kira ibu mana yang tidak akan marah mendengar ucapan putranya yang berkata jika dia telah menikahi sepupunya sendiri, apa yang paling ditakutkannya sejak dulu hingga kini tiba-tiba saja terjadi.


Tidak pernah sedikitpun sampai kecurigaan di dalam hatinya soal hubungan Lucas dan Karla, bahkan 3 tahun lebih yang lalu saat Karla berkata dia ingin melanjutkan kuliahnya dan tinggal bersama Lucas dia begitu mempercayai gadis tersebut dan juga mempercayai Lucas jika putra nya pasti mampu menjaga keponakannya tersebut.


Tapi bayangkan saat Karla telah menyelesaikan semuanya dan siap kembali ke Indonesia satu berita mengerikan meluncur deras dari bibir putranya sendiri soal hubungan tersembunyi yang tidak pernah diketahui oleh semua orang.


"Menikah? 3 tahun?"


bibirnya bergetar bertanya ke arah putranya menatap tidak percaya jika laki-laki itu yang seharusnya melindungi Karla malah menikahi Putri adiknya sendiri.


Apakah dia harus berteriak histeris atau menangis histeris saat ini? dia tidak pernah berpikir jika kedua orang itu akan bergerak melampaui batasannya bahkan di luar kapasitas pemikiran mereka.


"Maafkan aku, mom"


hanya itu yang mampu Lucas ucapkan kepada mommy nya.


plakkkkkkk.


Sekali lagi dia menampar wajah putranya, tidak peduli bagaimana pada akhirnya Karla menangis dan berusaha meraih tangan nya yang ingin memukul Lucas sekali lagi.

__ADS_1


"No ... untie...mom....maafkan kak Lucas, kami saling mencintai, aku mencintai nya, kak Lucas mencintai ku ...".


Karla pada akhirnya mengeluarkan kata-katanya juga, dia mencoba untuk terus menahan gerakan tangan untie nya tesebut, menangis tapi tidak berani berteriak histeris karena takut semua anggota keluarga yang ada didepan melihat nya.


"Cinta? kau bilang ini cinta? no... aku tidak akan mengizinkan hubungan kalian sampai mati sekalipun, jika kalian ingin terus bertahan, maka aku akan memastikan kalian berdua akan melihat mayat ku dalam waktu dekat"


Wanita tersebut berucap cepat, menekan setiap kata-kata nya kepada Karla dan Lucas.


"Kau memberikan celah pada adik mu untuk melakukan hal tidak terpuji?"


Nyonya Bianca menoleh kearah Frans.


"Mereka bukan sepupu satu ayah untie, aku pikir...."


Seketika Nyonya Bianca bergerak menuju kearah meja kitchen set, mendapatkan sebuah pisau dibarisan pisau dengan berbagai macam ukuran, meraih dengan cepat salah satunya.


"Mom...."


"Untie..."


"Kak?"

__ADS_1


Semua orang jelas histeris melihat tindakan Nyonya Bianca yang tidak terduga.


"Aku tidak peduli apapun itu, jika kalian meneruskan hubungan kalian, maka aku akan mati hari ini juga"


Air mata Nyonya Bianca tumpah, dia menatap penuh kekecewaan pada semua orang yang ada di hadapannya sembari tangan kanannya meletakkan satu bisa tepat di atas lehernya, bisa dipastikan satu Kali saja dia bergerak pisau tersebut pasti akan melancar di dalam lehernya dan semuanya selesai pada hari ini juga.


"No mom"


Lucas jelas langsung menggelengkan kepalanya.


"Mom..."


"jika kalian meneruskan hubungan ini dan membuat malu keluarga, maka akan aku pastikan kalian semua menyesal malam ini"


bola mata wanita tersebut mulai menggelap, dan nyonya Bianca telah bersiap dengan banyak kemungkinan.


"hentikan semuanya dan kau bawa adikmu pulang sekarang juga"


lanjut nyonya Bianca lagi sembari meminta Frans untuk membawa Karla menjauh dari hadapannya.


semua jelas terdiam tidak ada yang berani untuk mengeluarkan suara mereka.

__ADS_1


"Mom?"


lagi Lucas hanya mampu berusaha untuk menenangkan mommy nya.


__ADS_2