
Laki-laki tersebut gelagapan mendengar ucapan daddy nya, bagaimana bisa dia menikah dengan gadis lain sedangkan dia dan Karla jelas sudah menikah, daddy nya pasti sudah gila.
"Aku dan Karla sudah menikah"
Ucap Lucas cepat, menatap daddy nya yang masih diliputi jutaan kemarahan, laki-laki tua tersebut masih mengencangkan tangan nya pada kera pakaian Lucas.
"Aku tidak peduli itu, kau tahu apa yang akan dikatakan oleh para keluarga besar Alexander dan Cameron? kau menikahi sepupu mu sendiri, didalam keluarga kita tidak ada pernikahan seperti itu, kau mencoba menghancurkan banyak hubungan dan mengajarkan pada penerus generasi muda untuk membangkang Ucapan orang tua"
Laki-laki tersebut mengencangkan pegangan nya, menatap putra nya dengan penuh kemarahan.
iya jelaskan hubungan tersebut karena dagingnya di keluarga Alexander atau Cameron hubungan tersebut dianggap hubungan paling mengerikan dan juga menjijikan di dalam keluarga besar mereka.
sejak dulu hingga sekarang tidak pernah ada pernikahan antara keluarga di dalam keluarga besar keduanya, karena jika itu terjadi bersama saja mempermalukan keluarga dan akan menjadi konsumsi publik di dalam kehidupan keluarga mereka.
hal tersebut akan menggiring berbagai macam opini dan juga orang-orang akan mulai memberitakan hal yang terjadi dan gosip dan gosip akan saling berhembusan antara satu dengan yang lainnya.
keluarga besar mereka akan merasa malu begitu luar biasa atas tindakan Lucas dimana laki-laki tersebut dengan tidak tahu malu nya menikahi adik sepupunya sendiri.
"Hubungan kami...."
Lucas mencoba terus membantah, sudah pasrah dengan keadaan ketika daddy nya tahu semuanya, ketakutan nya jika daddy nya menemukan Karla, dimana istrinya?!.
Ditengah kekhawatiran nya, tiba-tiba satu suara memekakkan telinga mengejutkan diri nya, dia dan daddy nya menoleh, Karla terlihat melepaskan pegangannya dari beberapa barang di tangan nya.
Barang-barang tersebut jatuh berhamburan
"Uncle?"
Perempuan tersebut terlihat terkejut, entahlah tapi Karla begitu pandai memasang raut wajah panik dan bingung menatap ke arah dua laki-laki dihadapan nya yang jelas tidak baik-baik saja, bisa dia lihat Uncle Alexander mengencang kan pegangan nya pada kerah pakaian Lucas, wajah laki-laki tua tersebut diliputi kemarahan yang begitu mendalam, membuat Karla bergidik ngeri dibuat nya.
"Kak.?"
__ADS_1
Dia menatap kearah Lucas, seakan-akan sedang berusaha meminta penjelasan.
"Masuk ke kamar"
Lucas memberikan titah nya pada Karla, tapi suara menggelegar tuan Alexander memecah situasi.
"keluar dan masuk ke mobil uncle"
Laki-laki tua tersebut juga memberi kan titah nya, membuat Karla seketika membeku.
"No dad...jangan libatkan Karla, dia tidak tahu apa-apa, semua karena salah ku, aku yang memulai semuanya...."
Bugggggggg.
Lagi-lagi satu hantaman menghantam wajah Lucas, Karla kali ini benar-benar terkejut, tidak menyangka uncle Alexander bisa melakukan hal itu, dia tidak membayangkan jika laki-laki tersebut sanggup melukai Lucas, dia tercekat sejenak, di detik berikut nya Karla langsung berlarian mendekati kedua orang tersebut, dia mencoba melerai, berusaha membuat uncle Alexander tidak lagi memukul Lucas.
"No... Please... Uncle jangan lakukan itu"
Kali ini tangis Karla pecah, seketika ketakutan terjadi dan semua seolah-olah berada di luar pemikiran nya, tidak percaya jika laki-laki tua di hadapannya itu bisa melakukan hal yang ekstrem dan melukai Lucas.
Yang dia tahu Uncle Alexander tidak pernah melakukan kekerasan tapi selama dia mengenal laki-laki tersebut ini kali pertama dia melihat Uncle Alexander melukai putra nya sendiri.
Karla jelas histeris, mencoba meraih dengan laki-laki tua itu agar tidak kembali memukul suami nya.
Alexander langsung mencekal lengan Karla, dia terlihat sangat marah, tangan kanan nya menunjuk ke arah Lucas setelah laki-laki tersebut melepaskan genggamannya pada kerah leher putranya.
"kau dengarkan aku dan jangan membuat malu keluarga Alexander, aku akan mengatur pertemuan pada keluarga Azzurra, pergi temui gadis itu dan berkencan dengannya atau jika tidak selain mencoret namamu pada daftar keluarga Alexander aku tidak main-main akan membuat karya keluar juga dari data keluarga kita dan aku akan mengirimnya ke negara yang tidak akan pernah bisa kau kunjungi, dan aku akan menikahkan dia dengan laki-laki pilihan ku juga uncle Marck mu"
Alexander bicara dengan cepat, dia menggenggam erat lengan Karla dan tidak akan melepas kan nya.
Seketika mendengar ucapan daddy nya membuat Lucas membulat kan bola mata nya,dia menatap tidak percaya pada ucapan laki-laki tua tersebut.
__ADS_1
"Dad...no... bagaimana daddy bisa?"
Lucas berusaha menarik Karla, dia tidak ingin daddy nya membawanl istri nya tersebut.
"Kau pikir aku tidak sanggup melakukan nya? kau tahu Alexander belum menjadi milikmu jadi aku masih berkuasa atas semuanya aku bisa mencoretmu dari daftar keluarga aku bisa membuangmu dan aku juga bisa melakukannya pada Karla"
ucapannya jelas adalah satu kata-kata mutlak yang tidak bisa diganggu gugat, Alexander jelas bisa melakukan semuanya karena seluruh kehidupan pada keluarga Alexander berada di tangannya sedangkan Lucas belum menjadi pewarisannya jadi Lucas tidak akan bisa membantah setiap ucapannya karena laki-laki tersebut mana mungkin mampu menanggalkan kehidupan nya.
Lucas tidak mungkin angkat kaki dari rumah tanpa membawa apapun.
"Turuti apa yang di ucapkan oleh ku, atau jika tidak aku yang akan mengatur pernikahan Karla lebih dulu"
"No..dad..."
Lucas berusaha memohon, dia panik, mencoba meraih tubuh daddy nya tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba dua orang berbadan kekar masuk, meraih tubuh Karla dan membawa nya menjauh dari hadapan Lucas dan Alexander.
"Putuskan dan pilih, jika kamu menolak dari sisi kamu, daddy akan mengatur pertemuan Karla pada keluarga teman daddy, aku akan mengatur pernikahan Karla tidak kurang dari 2x24 jam"
lagi laki-laki tersebut bicara dandy nya itu tidak pernah bermain-main dengan ucapannya dan Lucas tahu betul dengan sifat daddy nya tersebut.
Lucas berusaha mengejar langkah tapi sia-sia, laki-laki tua tersebut memiliki kekuatan untuk menghancurkan siapapun yang ada dihadapan nya tanpa terkecuali anak-anak nya sendiri.
Lucas seketika membeku dan mematung dalam posisinya di mana dia telah kehilangan sosok Karla saat ini, pilihan yang diberikan jadinya jelas begitu berat dan dia cukup kehilangan kata-katanya.
dia tidak memiliki pilihan saat ini dan dia pikir dia butuh pertolongan seseorang.
tapi yang jadi pertanyaan siapa karena hubungan ini jelas pasti ditentang mati-matian oleh siapapun yang ada di dalam keluarga mereka.
Perintah daddy nya tidak pernah mampu terbantahkan, padahal bukan seperti ini rencana awal nya,dia ingin bicara pada posisi baik-baik, Secara halus dan pelan tapi kenapa daddy nya bisa tahu semua nya? padahal dia meyakini telah menyimpan rapat-rapat hubungan dia dan Karla selama 3 tahun lebih ini.
Lucas seketika meraup kasar wajah nya, rasa pening menghantam kepalanya.
__ADS_1