
Anka jelas menganga tidak percaya, dia menaikkan kedua belah tangannya, menatap kearah dirinya yang untung tidak basah kuyup, menjijikkan itu air berasal dari mulut kakak sepupu nya.
"Bagaimana bisa?! ohhhh God."
Dia rasanya ingin berteriak saat ini juga jika bukan di hadapan banyak orang yang mengelilingi meja makan.
"Ewhhhh"
Frans mengeluarkan ekspresi yang begitu mengerikan.
"Ohhhh Shi..t"
Anka mengumpat kesal, berdiri dari posisi nya, terlihat jijik bercampur aduk menjadi marah.
"Pergi mandi dan ganti pakaian mu"
Bisa-bisanya Lucas berkata begitu ringan seperti tanpa dosa, mengusir Anka agar segera beranjak dari sana, dia kemudian menatap kearah Grandma nya.
"Oh god, benar-benar."
Anka menahan perasaan nya, dengan kesal bergerak menjauh dari semua orang dimana bibi pelayan langsung mengejar langkah nya untuk membantu Anka.
__ADS_1
"Nona baik-baik saja? bibi akan ambilkan handuk yang baru"
Wanita tersebut bicara cepat pada Anka, mengejar langkah cucu majikan nya dengan cepat.
"Aku hanya belum sempat mengenalkan nya Grandma, aku normal dan mencintai perempuan"
Di hadapan meja makan Lucas langsung menjawab cepat, dia terlalu naif jika harus berkata tidak memiliki kekasih atau siapapun yang mengisi hatinya.
Lucas pikir mungkin ini waktu yang tepat untuk nya bicara soal hubungan mereka, membiarkan semua orang menyelesaikan makan mereka dulu baru dia membuka suara.
"Kamu memiliki kekasih?"
nyonya Bianca mengerutkan keningnya, agak terkejut sebab sejauh ini laki-laki tersebut tidak pernah mengenalkan kekasihnya pada mereka.
Alih-alih peduli dengan peringatan dan ekspresi Karla, Lucas memilih menjawab pertanyaan mommy nya dan mengabaikan Karla.
"Yah, aku memiliki nya mom"
Jawab laki-laki tersebut cepat.
"Katakan pada ku, siapa? apa mommy mengenal nya?"
__ADS_1
Jelas saja nyonya Bianca langsung cepat tanggap, bertanya penasaran dan ingin tahu, dia pikir ini kesempatan untuk bicara juga pada putra nya, laki-laki tersebut mungkin harus secepatnya menikah.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan secepatnya kemudian dia harus melindungi Karla pula.
"Jadi kalian sudah punya kekasih masing-masing"
Nyonya tua Alexander bicara sambil mengangguk-angguk kan Kepala nya.
Tuan Alexander terlihat tidak menampilkan ekspresi nya, sebenarnya cukup enggan ada pembicaraan di hadapan meja makan, menghilangkan selera makan.
"Nanti akan aku ceritakan, makan lah dan nikmati makan malam kita"
Seolah-olah sadar reaksi daddy nya, Lucas Memilih tahu diri dan menghindari keadaan.
mereka pada akhirnya meneruskan melewati sesi makan malam mereka, beberapa kali karla melirik ke arah Lucas, menunggu laki-laki tersebut menoleh ke arah dirinya, begitu lu cas menoleh dia langsung menggelengkan kepalanya, seolah-olah berkata ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hubungan mereka.
Tapi sepertinya Lucas sama sekali tidak ingin mendengar kan Ucapan nya, laki-laki tersebut mengembangkan senyumannya, Sembari tangan nya dibawah sana menggenggam erat telapak tangan Karla.
Frans memilih ikut diam diiringi Airin, kedua orang tersebut terlihat sibuk dengan pemikiran masing-masing, entahlah seolah-olah mereka juga memiliki satu ketakutan soal hubungan kedua orang yang ada di hadapan mereka dimana sejak tadi kedua orang tersebut terus menoleh ke arah Lucas dan Karla secara bergantian.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka di mana para pelayan mulai membereskan sisa-sisa piring dan makanan, nyonya Bianca kembali membuka pembicaraan.
__ADS_1
"So... kamu bisa mulai mengatakan nya"
Tanya wanita tersebut kemudian.