
Mansion utama keluarga Alexander
Akhir bulan
Indonesia.
"Mereka sudah pulang?"
Suara Nyonya Bianca memecah keheningan, dia bergerak turun dari lantai atas sambil bertanya pada Putrinya.
"Aku dengar hari ini kakak pulang"
Airin menjawab cepat, dia tengah sibuk mempersiapkan beberapa barang-barang milik nya kedalam tas kerjanya.
"Kenapa belum juga tiba?"
Wanita tersebut gelisah.
"Tunggu saja ma, kan tahu sendiri yang antusias menunggu mereka pulang bukan cuma mama, Grandma dan Grandpa bahkan sibuk menanyakan cucu kesayangan mereka sejak beberapa bulan yang lalu"
Airin kembali menjawab, dia pikir mama nya selalu saja tidak sabaran jika menyangkut kakak nya, sedangkan dengan dia biasa-biasa saja.
"Benar-benar kalau mereka memilih kerumah Grandma dan Grandpa lebih dulu, mau bikin Mama naik darah"
Wanita tersebut mengoceh, langsung melesat duduk keatas kursi sofa sambil melihat kearah putri nya.
__ADS_1
"Mama boleh belajar untuk mengalah sejenak, Grandma dan Grandpa seperti nya punya andil untuk minta didahulukan di datangi"
mendengar ucapan Airin seketika membuat wanita paling banyak lebih tersebut terlihat mengomel kesal.
"Mereka selalu mendesak ku mengalah"
Eluh wanita tersebut kemudian.
Airin yang mendengarkan ucapan mommy nya seketika terkekeh kecil, dia meraih sepatu kets nya yang ada di ujung sisi kanan ruangan, bergerak mendekati mommy nya, duduk di kursi tersebut dan mulai memasang sepatu Kets nya.
"bukankah mommy selalu bilang? yang muda harus belajar mengalah dengan yang lebih tua?"
Airin mencoba untuk mengingatkan.
"yah memangnya sejak kapan Mommy mu tidak mengalah dengan mereka"
Airin tampak mengulum senyumannya, setelah menggunakan sepatu Kets nya gadis tersebut langsung mencium kedua belah pipi mommy nya secara bergantian kemudian berkata.
"aku akan pergi ke perusahaan mom, mungkin sepertinya aku akan sedikit lembur malam ini, ini mendekati waktu penutupan buku akhir bulan"
ucap gadis tersebut dengan cepat kemudian dia berencana untuk beranjak dari hadapan mommy nya, namun nyonya Bianca langsung berkata.
"please bisakah kamu ke kantor tidak menggunakan sepatu kets? itu cukup mengganggu penampilan Airin"
wanita tersebut jelas protes melihat putrinya terus menggunakan sepatu kets setiap kali ingin pergi kemanapun, seolah-olah sepatu seperti itu membuatnya begitu nyaman dengan penampilan, tapi dia jelas merasa sangat terganggu dengan penampilan putrinya tersebut, sangat aneh sekali ketika Airin datang ke perusahaan sekelas Alexander group tidak menggunakan pakaian menarik dengan sepatu heels tinggi.
__ADS_1
kepalanya cukup pusing setiap kali dia menasehati putrinya tersebut, dia kepikir kapan putrinya berubah menjadi sedikit lebih feminim.
"ini jauh lebih nyaman untukku mom ketimbang heels, mereka membuatku cukup kesulitan berjalan sedangkan Kets jelas membuatku begitu nyaman menggunakannya"
bisa-bisanya gadis tersebut menjawab begitu dan coba lihat bagaimana ekspresi Airin saat ini.
"berhentilah menggunakan sepatu seperti itu, terlihat sangat tidak seksi dan mengganggu"
mommy Airin terlihat melirik kesal kerah sepatu kets Putri kesayangan yaitu.
"mom please biarkan aku menggunakan apa yang aku sukai"
gadis tersebut bicara dengan cepat, pada akhirnya membuat sang buminya Diam tanpa mengeluarkan lagi protestannya.
"Usahakan pulang saja lebih awal? mommy ingin kita pergi makan malam bersama"
wanita tersebut kembali bicara dengan cepat sembari menatap dalam bola mata putrinya.
"aku tidak berani untuk menjanjikannya mom, tapi aku pastikan akan libur weekend minggu ini"
"oh ya ampun tidak ada satupun kata-kataku yang mau kamu penuhi atau kamu dengar"
wanita tersebut kembali protes kemudian menghembuskan kasar nafasnya, dia terlihat meraih handphonenya yang sejak tadi tergeletak di atas meja di depan kursi yang dia duduki.
"pergilah ke perusahaan karena Mommy juga punya sedikit pekerjaan saat ini"
__ADS_1
pada akhirnya wanita tersebut memilih mengalah dan berkata dia memiliki sedikit pekerjaan yang harus dia kerjakan saat ini.