
Kembali ke kediaman Lucas dan Karla.
Setelah melewati pergulatan panjang dan panas mereka, Lucas memilih menenggelamkan dirinya ke alam mimpi Sejenak, selain karena efek lelah pergulatan panjang mereka, laki-laki tersebut kini bisa bernafas dengan lega setelah berhari-hari tidak bisa tidur dan tidak dapat makan dengan baik karena larut dalam pemikiran yang menghantam diri karena kehilangan Karla.
Setelah melewati ketakutan demi ketakutan dalam beberapa waktu ini, pada akhirnya dia bisa melihat Karla yang tiba-tiba kembali ke kehidupan nya.
Laki-laki tersebut seketika tersentak dari tidurnya, secara spontan tiba-tiba dia terbangun begitu saja dari tidur lelapnya, laki-laki itu mencoba untuk mencari istrinya meraba-raba tangannya di atas kasur untuk beberapa waktu.
namun sayangnya beberapa kali dia melakukannya dia sama sekali tidak menemukan Karla saat ini, hal tersebut jelas saja membuat dia mengerutkan keningnya.
"Kemana?"
Lucas membatin.
Laki-laki tersebut buru-buru membuka bola matanya, langsung bangun dari posisi tidurnya dengan cepat sambil berusaha untuk membiasakan bola matanya saat ini dari silaunya lampu kamar.
"Sayang?"
Lucas mengernyitkan dahi nya, bola mata Lucas bergerak mencoba untuk mengitari ruangan, mencari sosok istri nya yang entah ada dimana.
Tidak mendapatkan sahutan sama sekali dari istrinya membuat laki-laki tersebut buru-buru bangun dari posisinya saat ini, dia berusaha untuk mencari Karla menuju ke arah kamar mandi, namun sayangnya dia tidak menemukan perempuan itu sama sekali di sana.
tapi sejenak Lucas diam karena laki-laki itu mencium aroma wangi yang berasal dari arah lantai bawah, sejenak dia mencoba mengembangkan senyumannya, Lucas pikir sepertinya istrinya baru saja menyelesaikan sesi memasak, karena itu dia bernafas sedikit lega.
dia pikir mungkin dia saja yang sedikit berlebihan takut jika Karla menghilang kembali, terlalu lebai dan alay dalam pemikiran buruk nya.
Laki-laki tersebut mengulumkan senyuman nya, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan kemudian meminjat-mijat kedua pelipisnya dengan jemari-jemarinya.
hingga pada akhirnya laki-laki tersebut memilih untuk membersihkan dirinya dengan cepat, sebab dia pikir setelah membersihkan diri dia akan turun ke lantai bawah dan menikmati makanan yang sudah beberapa hari tidak dinikmati nya yang dimasak oleh istrinya dengan tangan penuh cinta.
laki-laki itu bergerak masuk ke dalam kamar mandi sembari menyambar handuk yang tergantung di bagian gantungan khusus beberapa handuk, laki-laki tersebut masuk ke dalam kamar mandi dan bergerak mulai membersihkan dirinya.
__ADS_1
cukup lama laki-laki tersebut berada di dalam kamar mandi hingga akhirnya dia menyelesaikan sesi mandinya dan dengan terburu-buru mengganti pakaiannya.
laki-laki tersebut kini bergerak cepat keluar dari kamarnya dan turun menuju ke lantai bawah untuk mencari Karla, aroma masakan yang begitu wangi menyerap masuk kedalam lubang hidung nya, suasana rumah yang begitu sepi tanpa penghuni dan juga tanpa anak-anak membuat dia kadang-kadang berpikir apakah tidak sebaiknya mereka memiliki anak-anak.
ingin sekali dia membuat program kehamilan bersama Karla tapi hubungan mereka membuat dia kesulitan untuk menciptakan keinginan dibalik harapan nya.
Tidak ada yang tahu pada pernikahan mereka, dua sepupu yang melebur menjadi satu, menikah diam-diam diantara semua orang, tidak bisa dibayangkan jika hubungan mereka terbongkar, tidak bisa dibayangkan bagaimana respon keluarga Alexander, semua pasti akan kacau balau jika semua tahu soal hubungan mereka.
Tidak pernah Lucas bayangkan sebelumnya, jika seluruh keluarga tahu soal apa yang mereka lakukan, didalam keluarga Alexander hal tersebut jelas dianggap memalukan jika seorang sepupu menikahi sepupu lainnya.
tidak bisa dibayangkan bagaimana kontroversi besar akan terjadi, para keluarga besar pasti akan membicarakan soal mereka dan dijamin hubungan mereka akan semakin sulit dan rumit.
terkadang Lucas berpikir, andaikan saja dia dan Karla bukan saudara sepupu, andaikan saja ada silsilah mengejutkan di antara mereka, maka mungkin dia bisa bernafas dengan megah dan akan meluruskan seluruh pandangan orang-orang tentang hubungan mereka.
tapi sayangnya dia tidak memiliki celah sedikitpun untuk merusak tatanan kekeluargaan di antara mereka.
laki-laki itu beneran di satu persatuan anak tangga dengan cepat kemudian setelah sampai pada titik terakhir anak tangga dengan tergesa-gesa dia berbelok menuju ke arah dapur dan mencari sosok istrinya.
laki-laki itu mulai mengeluarkan suaranya dan mencari sosok Karla sayangnya dia tidak menemukan perempuan tersebut sama sekali.
tapi bola matanya menatap ke arah tumpukan makanan yang ada di atas meja, tercium begitu wangi dan kepulauan asapnya masih terlihat, laki-laki berpikir sepertinya istrinya baru saja keluar dari dapur tersebut dan mungkin berselisih jalan dengan nya.
tidak tahu kenapa tapi hatinya merasa begitu gelisah, dia yang masih merindukan Karla harus menghela nafasnya, seolah-olah istrinya tengah bermain petak umpet bersama dirinya.
pada akhirnya laki-laki tersebut memilih duduk di atas salah satu kursi makan, mencoba untuk meraih piring dan sendok kemudian berusaha untuk menikmati makanan yang ada di hadapannya sebab perutnya mulai terasa keroncongan sejak tadi.
Realitanya makannya dalam beberapa hari ini tidak dalam kondisi yang teratur, dia harus mengimbangi antara pemikiran, perusahaan dan juga makan, dan hari ini dia pakai bersyukur pada akhirnya dia kembali menikmati makanan yang disuguhkan oleh istrinya.
laki-laki itu mulai melihat makanan yang ada di hadapannya, cukup lama waktu berlalu sembari bola matanya terus mengitari ruangan dan mencari sosok istrinya, dia pikir siapa tahu Karla akan kembali masuk ke dapur dan mencari dirinya.
namun dalam beberapa waktu bukan Karla yang mencari dirinya melainkan satu suara mengejutkannya dari arah depan sana.
__ADS_1
"Lucas..."
Dia hapal betul siapa pemilik suara tersebut, membuat Lucas mengernyitkan dahi nya untuk beberapa waktu.
"Lucas"
Nada bicara sang pemilik suara terdengar penuh dengan kemarahan yang mendalam.
"Dad?"
Laki-laki tersebut bertanya didalam hatinya.
"Ada apa?"
*****
Catatan \=
Kan mereka bukan sepupu? bisa dong nikah, kok ga nikah.
Makk fokussss tidak ada satu keluarga Alexander pun yang tahu Karla bukan anak Wilona, kecuali Wilona, Bianca dan Marck.
Kalau ada yang tahu, maka seluruh hal yang disembunyikan di masa lalu soal kehidupan Wilona dan Bianca akan terbongkar semua di masa lalu, dan keluarga Alexander bisa jadi membuang Wilona dan Bianca dari kehidupan Alexander karena takut.
Mereka itu buronan makkkk, catat buronan (Buronan apa? baca terus sampai habis), selain itu kalau musuh L Duck tahu kebersamaan mereka, artinya nyawa seluruh orang termasuk keluarga Alexander terancam, ditambah lagi dalam keluarga Alexander tidak pernah boleh ada pernikahan antar sepupu meskipun satu ibu (Novel ini tidak ada cerita menyangkut agama yang sepupu SE ibu boleh nikah, sepupu SE ayah ga boleh, jadi dalam cerita ini sama sekali tidak mencuil soal agama, tapi ini soal kasta, tahta, kejayaan, hubungan keluarga yang erat, pandangan bebagai macam pihak dalam keluarga bule ke modern'an juga sosial para keluarga terhormat. Dipandang tidak etis, akan menyebabkan kontroversi besar dan juga opini publik).
Bahkan Lucas saja tak tahu Karla bukan anak bibi dan paman nya yah Mak.
Jadi hubungan kedua nya memang rumit sejak awal dan tidak mungkin mendapatkan restu.
Ayoooo fokussss.
__ADS_1