GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Sedikit tersudut


__ADS_3

Masih di Kediaman Grandma dan Grandpa Alexander


Makan malam.


"Ada yang suka ayam panggang?"


Anka bertanya pada semua orang sembari melirik para sepupunya, gadis tersebut sempat sejenak mengintip ke arah Lucas dan Karla.


"No"


Karla menggelengkan kepalanya, sedangkan Lucas hanya menaikkan kedua belah bahunya diikuti oleh Frans yang mengambil daging barbeque di hadapannya.


"kamu yang paling suka dengan ayam panggang kamu bisa menghabiskannya jika mau"


Terdengar suara Airin, gadis tersebut menjawab dengan cepat sembari tangan kanannya meraih udang yang ada di hadapannya.


"aku dengar kau akan pindah untuk mengurusi perusahaan di sana atas rekomendasi mommy Anka?"

__ADS_1


Frans melirik kearah Airin, agak keberatan jika gadis tersebut terlalu jauh dari mereka, karena pergaulan diluar sangat mengkhawatirkan, untie liez terlalu menginginkan Airin berada di sekitar nya, saudara perempuan daddy nya memang sangat dekat dengan keponakan perempuan mereka dibandingkan dengan para keponakan laki-laki.


"Benarkah? aku belum mendengar nya jika mommy merekomendasikan Airin untuk masuk ke perusahaan?"


Anka jelas mengerutkan keningnya.


sebenarnya tidak heran, didalam keluarga sebelum mempercayai mereka dan melepas kan anak-anak untuk masuk ke perusahaan sendiri, para orang tua sengaja menukar peran dan tempat untuk mengajarkan para keponakan agar bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan.


Berada di perusahaan lain bukan milik orang tua mereka akan membuat mereka tahu bagaimana rasanya berkerja di luaran sana, untie dan uncle tidak akan sungkan-sungkan mempersulit pekerja keponakan atau bahkan memarahi mereka saat salah, sedangkan orang tua sendiri akan kesulitan melakukan nya.


"aku mendapatkan tawarannya di minggu kemarin, tapi aku sama sekali belum memutuskannya masih ingin bicara dengan daddy dan Mommy apakah diizinkan atau tidak.


"aku masih memikirkannya untuk memberikan izin, Swiss rasanya terlalu jauh dan aku pikir biarkan Airin sementara tinggal di Indonesia, apalagi ada berbagai macam pertimbangan yang membuatku sedikit sulit melepaskannya di sana"


Nyonya Bianca bicara cepat, menatap putrinya untuk beberapa waktu.


tentu saja sangat sulit sekali untuknya melepaskan Airin ke Swiss, negara itu membuatnya harus berpikir dua tiga kali melepaskan tiga orang tercintanya, Airin, Lucas dan Karla, mungkin Lucas bisa mondar-mandir karena dia laki-laki, tapi Airin dan Karla...

__ADS_1


Wanita tersebut menggelengkan kepalanya.


"aku akan merundingkan nya dengan kakak ipar"


"biarkan saja dia mencoba di Paris sekitar 2 atau 3 bulan itu bukan persoalan, anak-anak sudah cukup dewasa untuk menjaga diri mereka masing-masing"


Grandma Alexander bicara cepat, dia pikir Bianca sedikit berlebihan setiap hal ini melepaskan anak-anaknya atau bahkan karena untuk pergi ke sana, dulu lho Cha sama sekali tidak boleh berbisnis menuju ke arah sana setiap kali ada proyek terbaru yang mengharuskan dia menyeberang ke sana, tapi pada akhirnya seiring berjalannya waktu wanita tersebut secara perlahan melepaskan putra nya, jadi dia pikir mungkin biarkan hanya sedikit berlebihan karena rasa takutnya untuk melepaskan putra-putri mereka di sana.


"Biarkan dia disana, itu bukan masalah"


Lanjut wanita tua itu lagi.


Nyonya Bianca menatap ibu mertua nya.


"But Mom...?"


"Ayolah, kamu membuat banyak orang berpikir ada apa dengan Swiss? setiap kali kita ingin berlibur kesana pun kamu bahkan berusaha untuk menghindari nya, itu membuat ku berpikir apakah ada sesuatu disana yang tidak diketahui semua orang?"

__ADS_1


wanita tua tersebut bicara dengan cepat sembari melirik ke arah menantunya tersebut, dia pikir istri putranya itu sejak dulu terus menyimpan banyak rahasia yang tidak pernah keluarga Alexander ketahui, meskipun tidak dipungkiri dia tidak setuju dengan pernikahan Alexander di masa lalu karena dia tidak pernah tahu silsilah keluarga perempuan itu, pada akhirnya seiring berjalannya waktu dia menyukai menantunya itu karena Bianca cukup pengertian dan tahu diri juga begitu sayang kepadanya.


mendengar ucapan mertuanya seketika membuat nyonya Bianca diam dan menelan salivanya, nyonya Wilona terlihat diam, melirik kearah kakak nya secara perlahan.


__ADS_2