
Begitu mereka masuk ke dalam kamar, Karla terlihat duduk di tepian kasur, membiarkan suaminya menatap dirinya dengan dalam.
"Mommy sama sekali tidak bicara selama beberapa waktu ini"
Lucas mulai bicara pada Karla.
"mungkin dia masih marah, aku pikir kita butuh waktu untuk bicara dengan mommy ku sayang"
Laki-laki tersebut terus bicara, memilih duduk tepat dihadapan Karla, menatap istrinya lega karena perempuan tersebut akhirnya kembali ke kediaman mereka.
bayangkan bagaimana perasaan nya menunggu Karla, dia hampir gila dalam beberapa hari ini, pikiran buruk terus menghantam Dirinya, ketakutan demi ketakutan juga menghiasi hari-hari nya.
"Aku cukup lega kamu baik-baik saja"
Ucap Lucas lagi.
"Aku pikir kita..."
"Bisakah kita melupakan sejenak persoalan kita, honey?"
Karla bertanya, memotong ucapan suaminya, dia mencoba mengembangkan senyumannya, dia menyentuh lembut wajah tampan laki-laki dihadapan nya tersebut, kemudian sepersekian detik kemudian tiba-tiba perempuan tersebut menyambar lembut bi.bir suaminya.
untuk membuat Lucas seketika terkejut.
"Sayang?"
dia pikir tak biasanya istrinya lebih ag.resif daripada dirinya.
"Mari lupakan semuanya dan nikmati waktu ini"
Karla bicara cepat, masih sambil mengembangkan senyuman nya.
Yang nama nya laki-laki jika di berikan pancingan pada akhirnya luluh dan runtuh juga pertahanan nya.
Dia jelas tidak menolak, mereka lama tidak melakukan nya, dibalik kerinduan yang begitu membuncah, membuat Lucas jelas juga menginginkannya.
Dia menyambar balik bi.bir istrinya tanpa berpikir dua tiga kali.
Mereka berperang bi.bir sambil berperang li.dah, membiarkan diri mereka melebur pada kerinduan yang terhingga, meskipun sebenarnya Lucas tidak pernah tahu apa yang ada didalam pikiran Karla.
Karla sedikit terkejut, dia mengeluarkan suara demsa.han nya saat Lucas kembali le.hernya dan kemudian berusaha membuat tanda disana.
Biasanya dia akan berkata.
"No... Honey jangan di le.her"
Dia merengek, memperingatkan suaminya agar tidak melakukan nya disana, karena takut semua orang akan curiga dan melihat nya, tapi kali ini Karla dengan sengaja membiarkan nya.
"Tidak masalah aku membuat tanda disini?"
Bisik Lucas nakal.
Karla menggelengkan kepalanya.
"Lakukan lah"
Laki-laki tersebut mengganggukan kepalanya, dia membuat tanda manis disana cukup lama, hingga akhirnya dia kini Bergerak menuju kearah dada Karla yang masih di tutupi pakaian nya.
Tangan kanan laki-laki tersebut masih memberi gerakan lembut di bawah sana, mencoba membuat Karla mendapatkan pancingan has.rat agar dia lebih mudah untuk menya.tukan diri mereka.
luma. tan demi lu.ma.tan yang mendominasi terus Lucas berikan, hingga akhirnya secara perlahan li.dah nya menyusup lembut ke dalam rong.ga mu.lut Karla.
sensasi ber..cinta kali ini bagi Lucas entahlah benar-benar gila, seolah-olah Karla sengaja memancing dirinya.
Dan percayalah Karla bahkan bergerak dengan lebih gesit dari biasa nya.
"Kamu menyukai nya hmmm?"
Lucas menggoda Karla.
__ADS_1
Seketika rona merah muncul di wajah Karla.
Lucas kembali menautkan bi.bir mereka, masih tetap seperti tadi begitu lembut dan mendominasi bagi Karla,tangan kanan laki-laki tersebut terus bergerak di bawah sana, meng.gesek secara perlahan hingga membuat sensasi indah di tubuh karla.
Laki-laki itu mulai mem.belit Li.dah nya didalam sana, menunggu Karla membalas untuk ikut membalas be.li.tan nya.
Kali ini Karla jelas memejamkan bola matanya, selain malu karena rasa nik.mat oleh ciuman yang begitu dalam dia mulai menenggelamkan dirinya dalam kenik.matan yang selalu Lucas berikan kepada nya.
Saat bi.bir Lucas tahu-tahu secara perlahan turun ke dagunya, menyapu lembut dengan li.dah nya hingga naik ke tu.lang le.hernya.
"Akhh.."
seketika suara de.sa.han lembut keluar dari bi.bir Karla.
"Aku suka de.sa.han mu, sayang"
bisik Lucas di Balik telinga nya, Karla lagi-lagi merona, lantas dengan lembut laki-laki tersebut menyapu telinga istri nya, memainkan li.dah nya disana dengan begitu sempurna.
"Lucas akhhh.."
Perempuan tersebut lagi-lagi men.de.sah lembut.
"Sebut nama ku"
Bisik Lucas lembut
Laki-laki tersebut terus menyesap tulang le..her atas Karla dengan begitu lembut sembari tangan nya mulai melepaskan pa.kaian Karla satu persatu secara sempurna hingga meninggal kan da.laman.nya yang berwarna hitam. Dengan gerakan lembut tangan Lucas membuka kan.cing da..laman atas milik istrinya menampilkan dua ton.jolan yang berukuran begitu sempurna, pa.dat dan be.risi.
Secara perlahan pula tangan Lucas Menyentuh da.da itu, mera.upnya begitu lembut dan penuh cinta. Seketika membuat Karla merasa aliran listrik menyentak hingga ke ubun-ubun nya, apalagi saat jemari Lucas Menyentuh ujung nip.ple nya, seketika Karla meremang hingga mengeluarkan de.sahan menggila. Bahkan saat tiba-tiba kepala laki-laki tersebut turun ke sana, menyapu da.da nya dengan gerakan lembut bahkan me.nyesap nya dengan sempurna seperti anak bayi yang mendapat kan pele.pasan nya, Seketika Karla mele.guh dan menjerit kecil.
"Lucas..aku"
Lucas menarik ujung bibirnya, merasa puas mampu membuat perempuan itu menyebutkan nama ya dengan cara yang begitu indah, terdengar manis hingga semakin memicu adrenalin nya untuk terus bermain.
Karla menyentuh kepala laki-laki itu, me.re.mas rambut Lucas dengan acak.
Karla yang tadi nya sempat menutup rapat-rapat kakinya seketika bergerak dan membuka dirinya, hingga akhirnya je.mari Lucas bermain di luar kain tipis yang menutupi di bawah sana, sepersekian detik kemudian penutup di bawah sana entah menghilang kemana lantas terasa satu je.mari Lucas telah masuk perlahan dengan sempurna hingga membuat perut Karla mendapatkan sensasi jutaan kupu-kupu yang berterbangan kemana-mana. saat je.mari itu bergerak dengan lembut keluar masuk ke bawah sana, seketika Pem.buluh darah nya tahu-tahu mengembang dan mengalir ke arah Bawah sana, Karla merasakan kembali jutaan kupu-kupu seolah-olah menggelitik dirinya, begitu menyenangkan dan membuat dirinya terhanyut sempurna.
Gerakan itu semakin mendominasi hingga acapkali membuat Karla menyebutkan nama Lucas berkali-kali, mengeluarkan suara-suara memalukan yang memenuhi seluruh ruangan itu saat ini.
"Oh Lucas"
Karla men.de.sah tidak karuanan, otak nya Seketika benar-benar buntu dan menggila, tapi Lucas lagi-lagi dengan cepat menautkan bibir mereka, me.lu..mat nya dengan gerakan lebih cepat dari di awal tadi, mendominasi.
dibawah sana Je.mari Lucas mulai masuk kedalam in.ti.nya.
"Ohhh Lucas..."
perempuan itu men..de.sah memejamkan bola matanya, menikmati sensasi keluar masuk in.tinya dari jari laki-laki tersebut.
"Akhhhh..."
Kemudian tahu-tahu bi.bir Lucas sudah berpindah kebawah sana, memainkan li.dah nya dengan sempurna hingga ada berbagai macam rasa menghantam menjadi satu meninggalkan rasa nik.mat tiada tara,bahkan ketika laki-laki itu me.nyesap nya dengan sempurna Karla terus mengeluarkan suara-suara memalukan milik nya dengan sedikit ge.taran memenuhi seisi ruangan tersebut, dia meremas sprei kasur mereka.
"Akhh"
Gerakan Lucas dibawah sana semakin menggila dan seketika Karla merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga.
"Akhh Lucas..aku.."
dia berusaha menarik ujung kasur kiri dan kanannya dengan erat karena merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.
"Keluarkan lah"
ucap Lucas pelan lantas terus memainkan li.dah nya di bawah sana.
"Ahhh.."
Perempuan itu me..lenguh dan benar saja sesuatu benar-benar menyembur dengan sempurna.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba Lucas sudah berada tepat di atasnya, mendarat kan ciuman lembut nya ke Bibir Karla, mencium lembut puncak kepalanya.
"Aku masuk baby"
Lucas bicara sambari menelisik bola mata perempuan itu begitu dalam.
Karla dengan wajah sayu nya mengangguk pelan, pe.lepasan tadi seolah-olah menguras semua tenaga nya.
Seketika Lucas kembali mencium kedua bola matanya, dengan lembut kakinya membuka ke dua kaki Karla Secara perlahan.
Dan Karla dapat merasakan sesuatu yang keras bergerak lembut di bawah sana, menggesek-gesek dengan perlahan ke bagian bawah nya, lantas terasa gerakan lembut itu menuntun sempurna, mulai mencoba menyeruak masuk secara perlahan.
Perempuan tersebut menatap wajah Lucas untuk beberapa waktu.
Wajah tampan mendominasi itu bahkan bisa membuat perempuan manapun pasti tergila-gila pada nya fikir Karla.
laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka dengan lembut, membawa Karla kembali mendayung ke cakrawala, kembali membuat Karla terlena dengan lu.matan dan be.litan Li..dah nya hingga tiba-tiba di bawah sana bergerak cepat memaksa untuk masuk.
"Akhhh"
Karla seketika memekik, rasa nik.mat menghantam dirinya.
"Oh shi.t kau masih sangat sempit baby"
puji Lucas dengan penuh kepuasan.
"Akhhh'
Karla menge..rang nikmat.
Lucas mulai memompa Karla,Pompahan itu awalnya bergerak begitu lembut, rasa dibawah sana bercampur aduk menjadi satu, Karla berkali-kali mengeluarkan suara-suara yang di anggap nya memalukan, semakin Lucas memompa nya semakin Karla mengerang, men..desah bahkan merasakan sensasi penuh gai.rah di bawah sana, laki-laki itu jelas begitu pandai membawa alur, menyeret Karla pada pusaran yang menghanyutkan, menerbangkan diri nya ke langit cakrawala.
Cukup lama hingga Karla merasa lagi-lagi sesuatu dibawah sana akan tumpah.
"Honey?"
Suara de.sahan dengan sedikit ter.sengal-sengal terdengar mendayu di balik telinga Lucas, seolah tahu ini Waktunya pelepasan untuk istrinya lagi, dengan cepat Lucas berbisik.
"Tumpahkan lah"
laki-laki tersebut membiarkan istrinya mempererat pelukan nya di punggung nya.
Dan benar saja sesuatu Benar-benar tumpah di bawah sana, sepersekian detik kemudian tiba-tiba Karla merasakan sesuatu yang hangat menghantam dinding ra.him nya.
"Terima kasih"
bisik Lucas Penuh kelembutan,secara perlahan laki-laki itu mencium kening Karla, mencium kedua kelopak matanya, mencium pipi kiri dan kanannya, mencium hidung mancung itu, mencium dagu nya terakhir kembali me..lum..at bibir indah itu untuk waktu yang begitu lama.
Lucas memeluk tubuh Karla.
*****
Setelah melewati sesi panas mereka, bisa dilihat Lucas terlelap dalam tidur panjangnya, Karla sejenak membuka bola matanya, perempuan tersebut kemudian mencoba untuk bergerak turun dari kasur mendominasi berwarna putih tersebut dengan gerakan yang begitu hati-hati.
Karla mendakati meja nakas, meriah handphone nya secara perlahan, memilih bergerak menggunakan pakaian nya kemudian dia mencoba berjalan menuju kearah teras kamar.
Menutup pintu kamar tersebut secara perlahan.
perempuan tersebut menghela nafasnya secara perlahan kemudian menatap handphonenya untuk beberapa waktu, karena memejamkan sejarah bola matanya lantas dia kembali membuka bola matanya dengan gerakan lamban.
Sepersekian detik kemudian perempuan tersebut menghubungi seseorang, cukup lama hingga akhirnya panggilan nya tersambung.
"Lakukanlah, buat berita nya pecah sekarang juga"
Ucap Karla kemudian sambil memejamkan bola matanya kembali.
Seketika da.danya bergemuruh, dia mengeluarkan air matanya secara perlahan.
Maafkan aku, Mungkin ini akan jadi keindahan terakhir dan cerita terakhir di antara kita, aku tidak punya pilihan lain.
__ADS_1