
Karla mencoba untuk menimbang apa yang dikatakan oleh kak fransnya, apakah dia akan bergerak pergi menuju ke arah Prancis, kembali ke sana dan tidak pulang ke Indonesia untuk sementara waktu atau tetap bertahan di Indonesia.
Dia sama sekali tidak bisa menghubungi Lucas karena handphone nya di tahan oleh mommy nya sejak kemarin.
perempuan tersebut sejenak berusaha untuk duduk di depan meja kaca hias, menatap dirinya dalam pantulan cermin beberapa waktu, entah apa yang dipikirkan nya, hingga pada akhirnya Perempuan itu menghela kasar nafasnya.
Kegusaran besar menghantam diri nya, dia memejamkan sejenak bola matanya, mencoba menetralisir perasaan kacau balau nya hingga pada akhirnya tiba-tiba sebuah ketukan pada daun pintu mengejutkan dirinya, perempuan itu buru-buru membuka bola matanya.
Itu adalah mommy nya, nyonya Wilona menyembulkan kepalanya, mengintip apakah Karla sudah tidur atau belum hingga akhirnya secara perlahan Mommy nya masuk kedalam kamar menghampiri dirinya yang belum lelap sama sekali.
Karla memilih diam, menatap wanita yang di hormati nya tersebut secara perlahan, menunggu mommy nya bergerak mendekati dirinya.
"kamu belum tidur?"
Wanita tersebut akhirnya bertanya begitu dia sampai tepat di hadapan Karla, memilih duduk di salah satu kursi yang memang ada di kamar tersebut sembari menatap dalam wajah putrinya untuk beberapa waktu.
mendapat pertanyaan dari mommy nya membuat Karla menggelengkan kepalanya secara perlahan.
__ADS_1
"Aku belum ngantuk, mom"
Ucap Perempuan tersebut pelan.
keheningan sejenak terjadi di antara mereka, nyonya Wilona tampak diam untuk beberapa waktu sembari mencoba untuk mengatur perasaannya dan mengatur apa yang harus disampaikannya pada Karla.
"Mari kali ini kita bicara dengan serius, bukan antara anak dan ibu nya tapi yang pertama mari kita bicara antar sesama teman baik"
Wanita tersebut bicara sambil menelisik bola mata putrinya, menatap Karla dan menunggu jawaban nya.
Dia ingin mereka memangkas jarak yang ada, bercerita dan melakukan sesi tanya jawab antar sahabat baik.
Secara perlahan pada akhirnya dia menganggukkan kepalanya, menunggu dengan berdebar-debar apa yang ingin ditanyakan dan diucapkan oleh mommy nya berikutnya, dia tahu semua ini tidak akan baik-baik saja, mungkin memang benar bicara antar sahabat tapi pada akhirnya semua akan dipertanyakan satu persatu dan Karla harus menjabarkannya juga satu persatu.
"Katakan pada ku, sejak kapan kamu jatuh cinta pada Lucas?"
wanita tersebut merasakan satu tanya awalnya kepada Karla, Karla secara perlahan menjawab sembari menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"aku tidak tahu kapan tepatnya tapi yang jelas perasaan itu berjalan begitu saja sering berjalannya waktu"
dia mulai menjawab pertanyaan dari wanita di hadapannya tersebut, merasa cukup bersalah karena selama ini menyembunyikan perasaannya.
mendengar jawaban dari putrinya membuat nyonya Wilona terdiam, kemudian dia kembali melesatkan tanya.
"siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara kamu dan Lucas?"
dia ingin tahu perihal hal tersebut, agar bisa menjabarkan keadaan yang terjadi pada Karla.
"Lucas, tapi aku pikir kami mulai saling menyukai tanpa pernah kami sadari"
Karla kembali menjawab pelan.
Nyonya Wilona kembali diam, mendengarkan ucapan Karla dengan seksama, memperhatikan gesture tubuh putranya.
"lalu katakan pada mommy dengan jujur, apa yang terjadi di Jepang tiga setengah tahun yang lalu?"
__ADS_1
satu pertanyaan tersebut akhirnya meluncur dari balik bibir Wilona, dia pikir mungkin sebenarnya segala sesuatu dimulai pada saat itu tanpa pernah semua orang sadari.
mendengar pertanyaan dari mommy nya tentang hal tersebut seketika membuat karya menelan salivanya, dia tidak tahu bagaimana harus menyampaikan apa yang terjadi pada masa itu, atau menceritakan semuanya apa adanya.