
begitu Sanders afron berhasil mengusir kedua orang tersebut dari dalam kamarnya seketika membuat Airin langsung menaikkan ujung alisnya, berhubung karena dia belum dalam kondisi fit dan tubuhnya masih cukup sulit untuk digerakkan perempuan itu pada akhirnya memilih diam dan dia memejamkan perlahan bola matanya tanpa ingin menatap ke arah Sanders Efron.
tidak tahu kenapa tapi setiap kali melihat wajah Sanders Efron membuatnya kesal, karena dia tidak pernah tahu apa kesalahannya hingga dia harus ditangkap dan dia kurung di tempat yang tidak dia ketahui sama sekali.
"Jangan memalingkan wajah mu, tatap aku sekarang juga"
kalimat yang dilontarkan Sanders Efron secara tiba-tiba membuat Airin menoleh
"Aihhhh ckckck wajah mu membuat ku sakit kepala"
Airin menjawab cepat sembari menoleh malas ke arah Sanders Efron.
"tidakkah kau ingin mengatakan alasanmu kenapa kamu menangkapku? dan kita sebenarnya ada di mana?"
perempuan tersebut bertanya dengan cepat menampilkan ekspresi wajah malasnya menatap Sanders Efron.
"dan bisa kau mengembalikan tasku aku ingin tahu di mana handphoneku, aku ingin mencoba menghubungi orang tuaku juga perlu menghubungi calon suamiku"
kembali Airin bicara panjang lebar, dia baru ingat dia punya tas dan juga punya handphone saat pergi kemarin, bahkan dia baru saja menghubungi Mike terakhir kalinya, dia butuh semuanya untuk menghubungi keluarganya dan juga tunangannya tersebut, mungkin jika dia butuh pertolongan dari handphone itu agar bisa keluar dari sana secepatnya.
lama-lama berada di tempat itu tanpa alasan jelas akan membuat dia menjadi gila, apalagi melihat psikopat gila yang tidak waras tersebut lama-lama bisa membuat dia kehilanganmu dan juga nafsu hidupnya.
mendengar permintaan perempuan yang ada di hadapannya tersebut jelas saja Sanders Efron tidak mau melakukannya.
"aku tidak akan pernah memberikan handphone-nya padamu lagi, kau tidak membutuhkan semua barang-barang lama mu, cukup tetap disini dan jangan khawatir soal apapun, karena aku akan mengurus semua keluargamu termasuk mommy mu"
ucap laki-laki tersebut cepat ke arah Airin.
sontak saja kata-kata laki-laki itu mengejutkan Airin hingga membuat perempuan itu bertanya dengan cepat.
"kau kenal dengan keluargaku? kau kenal mommy ku?"
dia bertanya dengan ekspresi wajah yang sangat sulit untuk dijelaskan.
melihat ekspresi wajah Airin dan mendengar pertanyaan dari perempuan tersebut seketika membuat Sanders Efron langsung menaikkan ujung alisnya.
"Tentu saja aku sangat mengenal keluargamu bahkan Bianca sekalipun"
__ADS_1
dan saat Sanders Efron menyebut nama mommy nya, lagi-lagi hal tersebut membuat Airin terkejut, bola mata perempuan itu jelasnya jelas membulat dengan sempurna.
"What?"
dia bertanya bingung.
"katakan padaku kenapa kau menculik ku ke sini dan bisakah kamu jelaskan padaku sebenarnya kita ada di mana?"
jelas saja perempuan itu langsung bertanya dengan panik, dia pikir jika laki-laki itu mengenal keluarganya dan orang tuanya itu artinya apa mungkin laki-laki itu telah membawanya berdasarkan izin dari keluarganya? tapi mommy nya sama sekali tidak pernah membicarakan soal hal tersebut dan lagi yang dibicarakan hanyalah soal dia harus pergi ke Swiss untuk mengurus perusahaan.
"Wellcome to Swiss baby, ini adalah surga bagi para orang kaya, kau tidak akan kekurangan apapun selama bersama ku"
Dan ketika Sanders Efron berkata jika dirinya berada di Swiss saat ini, seketika perempuan itu terkejut setengah mati.
"Hahhh...what?"
Airin menegang sempurna.
******
Setelah Sanders Efron berhasil membuat mobil Airin berhenti secara ekstrim.
Laki-laki tersebut menaikkan ujung bibirnya dimana Sanders Efron masih berada didalam mobil nya, dia pada akhirnya beranjak dari posisi duduknya secara perlahan, memilih untuk berjalan mendekati Airin di mana perempuan tersebut terlihat tidak berdaya setelah kepalanya menghantam setir mobilnya sendiri.
dia membuka pintu mobil tersebut kemudian meraih tubuh Airin dengan cepat setelah itu laki-laki itu membawa gadis tersebut masuk ke dalam mobilnya sembari dia berkata dengan seseorang melalui headset.
"buat seolah-olah dia tengah mengambil liburan panjang dan selesaikan semuanya tanpa kecurigaan"
setelah berkata seperti itu Sanders Efron membawa Airin melesat pergi dari sana di mana gadis tersebut tidak sadarkan diri.
*****
Jet pribadi Sanders Efron
Malam.
__ADS_1
"Kau benar-benar yakin akan membawa nya ke Swiss?"
Gwen bertanya pada Sanders yang kini menggendong tubuh Airin naik ke atas pesawat jet pribadi nya, laki-laki tersebut menampilkan sisi maskulin dengan wajah datar dan dingin nya, aroma khas dari parfum nya acapkali membuat kaum perempuan tenggelam dalam aroma nya.
"Kelihatannya?"
Laki-laki tersebut bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Gwen hanya bisa menghela kasar nafasnya,
meskipun berulang kali dia mengingatkan laki-laki tersebut pada akhirnya tetap saja percuma, Sanders Efron tidak akan pernah mengganti rencananya atau bahkan mendengarkan orang lain.
seolah-olah tujuan utama laki-laki tersebut memang Putri, hingga pada akhirnya membuat Gwen tidak punya pilihan lain selain diam dan menyaksikan apa yang terjadi.
bisa perempuan itu lihat perempuan itu masuk ke dalam satu kamar di jet pribadinya kemudian secara perlahan laki-laki tersebut meletakkan tubuh Airin ke atas kasur mendominasi berwarna putih di dalam jihad pribadi tersebut yang telah didesain khusus sejak awal sebelum jet pribadi itu dipesan oleh Sanders Efron sebagai kendaraan pribadinya ke mana-mana.
setelah meletakkan tubuh perempuan tersebut ke atas kasur itu Sanders Efron pada akhirnya memilih untuk duduk di salah satu kursi sofa pada bagian sisi kanan pesawat jet tersebut diikuti oleh Gwen yang duduk di bagian sisi kirinya .
"aku Harap kamu tidak bermain melampaui batasan mu, Sanders"
pada akhirnya Gwen menyerah juga untuk membuat Sanders Efron untuk tidak membawa Putri Bianca, dia membiarkan laki-laki tersebut membawa Airin dan mencoba untuk mengingatkannya agar Sanders tidak bermain melampaui batasan yang mengingat gadis tersebut masih terlalu muda ayo dia takut jika gadis itu akan frustasi dibuat nya.
Sanders Efron bukan sosok yang suka memberikan toleransi, suka bermain seenak hati nya dan cenderung kasar pada siapapun di sekitarnya.
Mungkin hanya dia yang mampu membantah ucapan keponakannya tersebut, yang lain tidak ada yang berani kecuali dokter pribadi Sanders yang notabene nya sahabat terbaik laki-laki tersebut sejak kecil.
mendengar peringatan dari gadis yang ada di samping nya itu, seketika membuat sandas a friends langsung menoleh sembari menaikkan ujung bibirnya.
"tergantung"
jawabnya dengan cara yang singkat padat dan cukup jelas
"aku hanya mengimbangi permainannya, jika dia cukup menyenangkan diajak bermain maka aku akan melakukannya, jika tidak siapa tahu aku akan menghabisinya"
Dan Gwen hanya bisa memijat-mijat kepalanya yang tidak sakit.
__ADS_1