
Hayat mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, Seolah-olah sedang berpikir dengan keras, siapa gadis yang dicintai oleh Lucas, apakah itu mungkin adalah Inka atau itu adalah Karla?!.
dua orang yang paling dekat dengan Lucas adalah dua gadis tersebut selama ini, bahkan kedua orang tersebut yang ada di Paris dan menyelesaikan kuliah bersama, mamanya tinggal dalam satu atap bersama Lucas adalah karena sedangkan Inka harus sering bolak-balik Paris dan Indonesia karena gadis tersebut cukup manja pada nenek Alexander, dia menjadi cucu kesayangan didalam keluarga tersebut. jadi Hayat pikir ada kemungkinan terdapat cinta di antara mereka, yang paling memungkinkan adalah Karla, tapi rasanya agak sulit dicerna, mereka selalu berkata mereka seperti adik dan kakak yang saling ber ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.
Hubungan seperti layak nya Hayat dan sepupu nya Murat.
Dan tawaran yang diberikan oleh Lucas untuk sebuah kebebasan dirinya di mana memang cukup memberikan keuntungan untuk dirinya, tapi ada satu sisi ketakutan yang menghantamnya, bagaimana jika laki-laki tersebut tidak bisa menepati janjinya untuk mengakhiri semuanya?!.
"Aku cukup tidak yakin jika perjalanan ini tidak berakhir di jenjang pernikahan?"
Hayat pada akhirnya bertanya sembari menaikkan ujung alisnya menatap ke arah laki-laki yang ada di sampingnya tersebut.
"Bagaimana jika kondisi menjepit kita agar kita menikah?"
Dia jelas mempertanyakan hal tersebut pada Lucas.
"Mari menikah tapi dalam kepura-puraan kita"
__ADS_1
Terlalu enteng laki-laki tersebut menjawab membuat Hayat menatap Lucas dengan tatapan tidak percaya.
"Aku merasa Cukup dirugikan?"
Dia protes dengan keras.
"Anggaplah cinta akan berjalan seiring berjalannya waktu"
Lagi Lucas menjawab.
"Gila, kau membuat ku berpikir bahwa siapa tahu suatu hari kita akan saling mencintai antara satu dengan yang lainnya"
"Bagaimana bisa aku menikah dan tinggal dengan laki-laki yang merupakan kakak teman baik ku? gila"
Gadis tersebut mulai mengoceh, meraih minuman dihadapan nya kemudian menyeruput nya dengan cepat.
"Membayangkan melewati malam pertama itu menjijikkan, apalagi harus hidup bersama, memiliki anak dan ewwhhh"
__ADS_1
Dia menggeleng-gelengan kan kepalanya.
"Jangan berpikir hingga sejauh itu Hayat"
Lucas mencoba untuk memijat-mijat Kepala nya, seharusnya orang tua nya bukan memilih keturunan Azzura, menghadapi Hayat jelas tidak mudah, gadis itu sejak dulu selalu berpikir di luar kapasitas, terkadang apa yang dia pikirkan sangat ekstrim dan tidak seperti apa yang dipikirkan oleh orang-orang disekitar nya.
"Aku sedang menunggu pangeran berkuda putih ku"
Gadis tersebut kemudian bicara, menghabiskan sisa minuman nya.
Yah Hayat menyetujui hubungan nya dengan Lucas karena dia pikir itu artinya dia anjing harder yang terus mengawasi nya pasti akan dilepaskan oleh papa nya, laki-laki tua Azzurra itu berkata, jika dia benar-benar serius menjalin hubungan dengan Lucas, itu artinya dia akan mempercayakan Lucas dalam banyak termasuk untuk dirinya pergi kemana-mana tanpa pengawalan lagi.
Hal tersebut jelas saja menjadi sebuah kebebasan manis untuk Hayat, papa nya bukan laki-laki mudah yang mau melepaskan pengawasan anak nya, itu artinya dia tidak perlu lagi terkekang dengan keadaan seperti selama ini.
"Mungkin dia akan datang sebelum pernikahan Kita"
Tiba-tiba Lucas bicara sambil menatap dalam bola mata Hayat, Seolah-olah menjanjikan sesuatu kepada gadis dihadapannya tersebut soal laki-laki yang diharapkan gadis tersebut.
__ADS_1
Dia butuh waktu untuk bisa menyelesaikan semuanya soal dia dan Karla dan dia akan menyelesaikan juga hubungan nya dengan Hayat cepat atau lambat.