GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Dalam suasana tegang


__ADS_3

para pelayan telah memastikan seluruh atas meja makan telah bersih dengan sempurna tanpa ada sisa satu piring atau gelas yang berada di sana, sehingga pada akhirnya mereka bergerak ke belakang dan melakukan tugas mereka masing-masing meninggalkan seluruh anggota keluarga yang terlihat mulai serius dengan keadaan.


seketika bola mata semua orang tertuju kepada Lucas saat mommy Bianca berkata soal apa yang ingin dikatakan oleh putranya tadi.


"kamu bisa mulai bicara sekarang"


ucap wanita itu lagi kemudian.


Bola mata Lucas terlihat menatap lurus kearah mommy nya, menulis wajah serta bola mata wanita yang melahirkan dirinya tersebut dan yang membesarkannya itu untuk beberapa waktu, dia mencoba menarik pelan nafasnya sejenak.


"Sebenarnya aku ingin bicara soal ini sejak 3 tahun yang lalu"


Lucas mulai buka suara, dia benar-benar telah menyiapkan semua nya sejak beberapa waktu yang lalu sebelum kembali ke Indonesia, berharap berhenti dari permainan petak umpet yang menyesakkan dirinya dan Karla.


Dia tahu akan ada banyak resiko yang dia terima, tapi dia siap menerima seluruh resiko besar yang terjadi.


Mendengar ucapan Lucas seketika membuat nyonya Bianca mengerutkan keningnya.


"Apakah ini privasi? ekspresi mu membuat mommy sedikit tegang"


Wanita itu tahu betul putra nya, Lucas saat bicara terkesan begitu serius artinya ada sesuatu yang sedang terjadi dan tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Apakah ini akan membuat keluarga besar menjadi sedikit terkejut di buat kamu atas pembicaraan yang ingin disampaikan?"


Tanya wanita itu lagi kemudian.


Lucas tidak bergeming, memilih terus menatap mommy nya.


Frans terlihat mengehala kasar nafas nya, seolah-olah berkata habis lah sudah saat semua orang buka suara, untie Bianca tak sesimpel yang dipikirkan, Lucas seharusnya tahu itu.


Airin berusaha untuk menahan nafasnya beberapa waktu, dia menggelengkan kepalanya sembari berusaha untuk melirik ke arah Lucas, ingin sekali memberikan kode pada kakak laki-lakinya tersebut jika pilihan Lucas jelas tidak bijaksana.


"aku tidak tahu bagaimana pendapat keluarga besar nanti saat aku mengatakannya, tapi aku sudah tiba pada titik batas di mana aku memang seharusnya mengatakan semuanya, aku tidak mungkin lagi untuk menyembunyikan semua nya"


dan demi apapun laki-laki tersebut sangat terlihat serius, Karla memejamkan sejenak bola mata, membiarkan Lucas berusaha menggenggam erat telapak tangan kanan nya yang ada di bawah meja.


"Bisakah kita membicarakan semuanya nanti? maksudku sepertinya keluarga lainnya mulai berdatangan dari luar"


tiba-tiba saja fans membuka suaranya ketika dia menyadari ada banyak suara mobil dari arah depan sana, semua jelas menoleh.


"Bukan masalah, kalian yang menyambut mereka, biarkan kami yang bicara"


Mommy Bianca bicara cepat, meminta anggota keluarga yang lainnya meninggalkan mereka.

__ADS_1


Mendengar perintah beberapa Anggota keluarga lainnya bergerak cepat kedepan, Airin tidak ingin Grandma mendengar percakapan serius antara Lucas, Karla dan nyonya Bianca, dia menarik kursi roda Grandma nya dengan cepat."Biarkan wanita tua ini disini"


Grandma nya bicara cepat, tapi Airin langsung mengembang kan senyuman nya lantas menggelengkan kepalanya.


"Nanti kita akan tanya langsung pada kak Frans"


dia memberikan kode pada laki-laki tersebut agar tinggal dan meminta yang lain untuk pergi ke depan.


Daddy Mack dan daddy Alexander terlihat lebih memilih untuk pergi ke depan ketimbang mendengarkan obrolan ibu dan anak, samalah dua laki-laki tersebut enggan untuk ikut campur dengan keseriusan yang ingin dikatakan oleh Lucas, membawa serta nyonya tua Alexander untuk segera pergi dari sana.


"Come Anka"


Airin memaksa gadis tersebut untuk ikut pergi.


Di keliling meja makan, Lucas masih menatap mommy nya, ada untie Wilona dan Frans juga Karla yang telapak tangan nya masih di genggam erat oleh diri nya.


Entah kenapa tiba-tiba suasana menjadi begitu mencekam, Frans hanya bisa memijat-mijat Kepala nya untuk beberapa waktu dimana bisa dia lihat mommy nya dan untie Bianca terlihat mengerutkan kening mereka.


"Aku dan Karla, kami berdua saling mencintai"


Sebaris kata tersebut meluncur dengan cepat dari bibir Lucas.

__ADS_1


Bayangkan bagaimana ekspresi dua wanita tersebut ketika mendengar nya.


"Apa?"


__ADS_2