GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Sejak awal memang menginginkan nya


__ADS_3

kedua orang tersebut tampak tidak mengeluarkan suara mereka sama sekali, keheningan terjadi di antara mereka, tatapan Karla jelas mendominasi dan seolah-olah menekan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk bicara jujur kepada dirinya.


Lucas sendiri terdiam untuk beberapa waktu sembari dia menatap dalam bola mata karla.


tidak tahu berapa lama waktu berlalu, hingga akhirnya Lucas menggelengkan kepalanya seolah-olah tersadar dari apa yang ada di pikirannya saat ini, laki-laki itu kembali menggelengkan kepalanya dengan cepat, kemudian Lucas berkata kepada Karla.


"aku tidak pernah memikirkan soal itu Karla"


jawab laki-laki tersebut dengan penuh keyakinan.


mendengar jawaban dari sepupunya seketika membuat Karla mendengus.


Hah...?!.


perempuan itu mencoba untuk tertawa, membuang pandangannya sejenak sembari bola matanya berkaca-kaca, di detik berikutnya dia kembali menetap ke arah Lucas.


"kata-katamu terlalu tidak masuk akal saat ini dan kamu berusaha dengan sangat sekuat tenaga untuk bisa menghiburku kak"


dia bicara dengan sedikit mengejek kemudian berusaha untuk melepaskan kedua tangan laki-laki yang ada di sisi kiri dan kanan bagian kedua bahunya, dia menepis dengan kasar kedua tangan tersebut kemudian berusaha untuk menghindar dari tatapan laki-laki dihadapan nya itu.


"jangan terlalu memaksakan diri untuk bertanggung jawab padaku, itu sama sekali tidak menghiburku dan juga tidak membuat lega hatiku, ucapan kakak seolah-olah barusan menghinaku dan hal tersebut membuatku tersinggung dan merasa semakin sedih dengan keadaan"


kali ini perempuan itu bicara dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya lantas tiba-tiba air mata keluar dari kedua belah pelupuk matanya.


"kamu menyinggungku barusan kak, bagaimana bisa kakak berpikir untuk menikahiku hanya karena rasa bersalah dan beban besar juga dengan berpura-pura untuk melakukan tanggung jawab pada diriku?"


Karla benar-benar merasa kecewa.

__ADS_1


"Ah tidak, lebih tepatnya kata-kata kakak malah semakin menyakitiku dan keinginan untuk menikahi ku menjadikan hubungan kita runyam dan hal itu membuatku seolah-olah semakin tidak lagi berharga di matamu"


setelah berkata seperti itu Karla berusaha untuk membuang pandangannya, ada rasa sakit luar biasa yang menghantam dirinya saat ini dan dia pikir benar apa yang dia lakukan selama berapa bulan ini, menghindari Lucas adalah keputusan paling bijaksana dan baik untuknya.


jika tidak dia akan semakin tenggelam dengan rasa marah Dan benci juga dia tahu pada akhirnya laki-laki tersebut mana mampu mengerti perasaan nya.


"Bagaimana bisa kamu memikirkan soal itu Karla? padahal tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku jika aku ingin menikahimu karena sebuah tanggung jawab juga rasa bersalah"


tanya laki-laki itu kemudian kepada sepupunya tersebut, dia terus bicara sembari menggeleng-gelengan kepalanya berkali-kali dia juga tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh Karla saat ini.


"aku ingin menikahimu karena aku benar-benar ingin menikahimu"


lanjut laki-laki itu lagi.


mendengar ucapan Lucas seketika membuat perempuan tersebut tertawa terkekeh di dalam Isak tangisannya.


"apakah sudah menghiburku? aku mohon berhentilah membohongiku kak dan aku benci dengan semua keadaan, berhenti membual dan aku akan turun disini sekarang"


"Please turunkan tingkat egoisme mu Karla, aku mengajakmu untuk bicara seperti ini dengan cara yang begitu serius dan berkepala dingin, bukan dengan cara konyol dan berusaha untuk membuang-buang waktu kita yang sia-sia"


kali ini ekspresi wajah Lucas benar-benar terlihat begitu serius.


"hilangkan dulu sifat egois dan juga ingin menang sendiri di antara kita, kita bicara empat mata seperti ini untuk mencari solusi bukan yang terkena suasana dan membuat semua menjadi semakin rumit dan runyam, aku ingin kita menyelesaikan semuanya hari ini juga titik tanpa sisa"


laki-laki itu berusaha untuk menahan gerakan Karla yang sejak tadi ingin melepaskan diri dan keluar dari dalam mobil tersebut.


"sekali ini saja tolong dengarkan aku dengan serius, jika kamu menyetujuinya maka kita akan bergerak melanjutkannya tapi jika tidak maka Mari berhenti dan kita hidup dengan jalur dan jalan kita masing-masing"

__ADS_1


ucap laki-laki tersebut dengan nada yang begitu lembut, dia tahu karena tidak baik-baik saja dan menekan perempuan tersebut jelas bukan pilihan bijaksana.


pada pertimbangan mata untuk dirinya mengatakan semua ini sejak beberapa bulan ini, maka dia berusaha untuk mencari waktu yang tepat untuk bisa mengajak Karla bicara.


sayangnya dia tidak pernah memiliki kesempatan seperti ini karena perempuan tersebut selalu menghindarinya, dan syukurnya kali ini dia mendapatkan kesempatan untuk bisa berdua dengan Karla dan menyelesaikan segala sesuatu soal mereka berdua.


Karla mencoba menelisik bola mata laki-laki yang ada di hadapannya itu, dia berusaha untuk memejamkan sejenak bola matanya kemudian dia membuka bola matanya tersebut dengan cepat.


"Baik"


pada akhirnya perempuan itu mau mengalah, mencoba untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikan Lucas kepada dirinya.


Berharap memang benar ada pembacaan masalah atas segala sesuatu dalam hubungan mereka.


"terlalu picik jika aku hanya ingin menikahimu karena seputar tanggung jawab dan juga rasa bersalah, jika aku hanya ingin meminta pertanggungjawaban seseorang dan membuatmu tidak kehilangan harga diri maka aku akan meminta orang lain dan membayar orang lain untuk menikahimu saat ini, aku punya uang dan kekuasaan untuk melakukannya tapi aku sama sekali tidak memikirkan hal seperti itu Karla"


Lucas mulai bicara sembari membiarkan bola matanya menari-nari menatap bola mata perempuan yang ada di hadapan tersebut.


"aku bahkan bisa memaksa bibi dan paman untuk menyetujui salah satu laki-laki pilihanku yang jelas sesuai dan cocok dengan kriteria mereka, tapi bagaimana mungkin aku melakukan itu? karena bukan itu yang aku inginkan untuk kebahagiaan kamu"


lagi laki-laki tersebut lagi.


"aku sendiri menginginkan untuk menikah denganmu Karla, mungkin benar jika Salah satu alasan nya karena dibalik peristiwa kejadian yang ada di Jepang kemarin tapi bagaimana jika aku bilang aku memberanikan diri untuk melakukan tawaran pernikahan denganmu karena aku pada dasarnya memang benar mencintai kamu sejak lama dan apakah kamu akan percaya dengan apa yang aku ucapkan soal itu Karla?"


Dan demi apapun laki-laki tersebut bicara dengan nada yang begitu serius, sehingga ucapan Lucas membuat Karla langsung membulatkan bola matanya, bayangkan bagaimana ekspresi perempuan tersebut saat ini ketika dia mendengar apa yang diucapkan oleh kakak sepupunya barusan.


dia mengerutkan keningnya sambil berusaha menetralisir detak jantung nya yang berdetak tidak beraturan.

__ADS_1


"kau bilang apa?"


tanya perempuan itu dengan tatapan tidak percaya dan bibir yang sedikit bergetar.


__ADS_2