GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Merasa bersalah


__ADS_3

kepala Lucas terasa berdenyut-denyut, dia seolah-olah terbangun dari mimpi panjangnya saatnya merasa ada pergerakan di samping tubuhnya saat ini.


laki-laki itu berusaha untuk memegang kepalanya beberapa waktu, rasa pening masih menghantam dirinya, tapi laki-laki tersebut berusaha untuk menyadarkan dirinya karena dia merasa pergerakan di samping tubuhnya semakin membuat dia memaksakan diri untuk terjaga dari posisi tidurnya.


laki-laki tersebut secara perlahan mencoba untuk menoleh ke arah sisi kanannya di mana dia terlelap dalam posisi menelungkupkan tubuhnya dan memeluk sebuah bantal kepala.


sejenak dia berusaha untuk membuka bola matanya dan menoleh ke arah sisi kanannya tersebut untuk beberapa waktu, silaunya cahaya matahari menerpa bola matanya dan kulit wajahnya hingga seketika membuat laki-laki tersebut memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu kemudian di detik berikutnya dia mencoba untuk kembali membuka bola matanya dengan cepat.


namun sepersekian detik kemudian pandangannya tiba-tiba bertemu dengan pandangan bola mata hingga seseorang, beberapa waktu berlalu di mana 2 pasang netra bertemu dan percayalah awalnya keheningan sejenak terjadi.


Namun di detik berikutnya seketika Lucas sadar siapa yang ada di sampingnya, bola mata laki-laki tersebut langsung membulat dengan sempurna saat dia menyadari bola mata yang menatapnya terlihat mulai berkaca-kaca dan di detik berikutnya sebuah tangisan pecah.


"Karla?"


laki-laki tersebut langsung tercekat, dengan refleks dia langsung sadar siapa yang ada di sampingnya tersebut, itu adalah adik sepupu kesayangannya.


Begitu tangis Karla pecah, Lucas yang baru membuka matanya dan belum benar-benar tersadar dari posisinya nya seketika langsung seketika bangun dari posisi tidurnya dan duduk di atas kasur dengan cepat.


resep pening di kepalanya yang menghantam langsung dia abaikan, dibandingkan memperhatikan kondisi dirinya sendiri atau bahkan rasa sakit dan pening yang ada di kepalanya, dia lebih memperdulikan kondisi Karla saat ini.


dia menyentuh kepalanya untuk beberapa waktu dan sekelebat ingatan saat ini menghantam dirinya, bayangkan bagaimana ingatan demi ingatan menari-nari di atas kepalanya semalam.


dimulai dari dia pulang menemui tuan Ichiro, karena yang menghubunginya, dia yang mencari perempuan tersebut kemudian mendapatkan Karla dan membawanya pulang ke kamar hotelnya.


semua itu jelas teringat di atas kepalanya saat ini, kemudian tiba-tiba adegan demi adegan yang terjadi dalam kamar hotel mereka seketika memecah pemikiran Lucas dan membuat laki-laki tersebut membeku cukup lama dan percayalah ini bagaikan sebuah mimpi di siang bolong dan seolah-olah ada petir yang menggelengar menghantam dirinya.

__ADS_1


No.


Lucas jelas langsung menggelengkan kepalanya.


Laki-laki tersebut sejenak tercekat saat dia menyadari bagaimana tubuhnya dan tubuh Karla saat ini, pakaian yang mereka gunakan telah berserakan entah ke mana-mana, bahkan mereka tidak menggunakan sehelai benangpun saat ini, tubuh mereka jelas hanya mengandalkan selimut dari kamar hotel yang memang telah disediakan di sana, begitu Karla menarik selimut mendominasi berwarna putih di samping nya itu bisa Lucas lihat terdapat sebuah jejak noda merah di sana yang telah mengering dimana kini telah Lucas yakini jika dia benar-benar telah merampas ke gadisan sepupunya sendiri semalam.


Antara sadar dan tidak dirinya saat ini, Realita nya Lucas benar-benar sadar sepenuhnya jika semalam mereka benar-benar telah melakukan hal mengerikan berdua.


"Karla...?"


laki-laki tersebut bicara dengan nada tercekat, dia berusaha untuk menyentuh wajah Karla yang menangis terisak di hadapannya, tangis pilu memecah keheningan di dalam kamar mendominasi berwarna putih tersebut.


membuat laki-laki itu kehilangan suaranya dan dia merasa tenggorokannya saat ini seolah-olah tersumpal sesuatu dan tubuhnya saat ini benar-benar membeku.


Gadis yang telah utuh menjadi perempuan tersebut bertanya pada laki-laki yang jelas telah dianggap sebagai kakak laki-lakinya sendiri itu dengan tatapan penuh kesedihan dan juga suara yang dipenuhi dengan isak tangis yang tidak ingin berhenti, seketika ribuan kekecewaan serta kemarahan menghantam menjadi satu di dalam diri karena saat ini.


kepingan demi kepingan ingatan semalam menghantam dirinya, dia bingung harus menyalahkan siapa saat ini, dirinya sendiri atau Lucas yang telah mengambil semua hal berharga miliknya yang seharusnya dia jaga untuk calon suaminya nanti.


"aku telah hancur."


barisan kalimat tersebut menghantam dirinya, dan dia benar-benar sadar jika dia telah hancur saat ini.


dia berusaha untuk tidak memecah tangisannya, tapi isak tangis tersebut tidak ingin berhenti sama sekali, jangan ditanya bagaimana perasaannya kala ini, rasa sedih, kecewa, hancur, takut dan lain sebagainya bercampur aduk menjadi satu.


jika dia tidur dengan laki-laki lain mungkin mereka masih memiliki cara untuk menyelesaikan semuanya, tapi yang terjadi adalah mereka tidur dengan sepupu sendiri yang jelas bertentangan dengan norma dan juga Silsila keluarga.

__ADS_1


Bahkan status keluarga dan nama baik mereka jelas dipertaruhkan atas hubungan gila yang tidak pernah boleh terjadi di antara mereka.


"Kak...."


Karla tidak tahu harus bicara apa, seakan-akan dunia nya telah terbalik saat ini dan dia merasa masa depannya telah hancur lebur menjadi satu, dia tidak lagi memiliki harapan untuk bisa menata hidupnya ke depan dan bercita-cita untuk menikah dengan orang yang dia cintai.


realitanya di zaman mereka keperawanan tetap menjadi tolak ukur dalam sebuah pernikahan.


perempuan itu menutup telinganya dengan kedua belah tangannya, ketakutan besar jelas menghantam dirinya, bagaimana jika semua orang tahu apa yang telah mereka perbuat malam tadi.


Lucas menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia tahu sepupu kesayangannya tersebut menyalahkan dirinya sendiri, pada realitanya dialah yang tidak bisa menahan semuanya, andaikan saja semalam dia masih bisa menahan Karla, dan bahkan dia bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak tergiur dalam. sentuhan demi sentuhan dan pancingan yang diberikan oleh sepupunya tersebut, maka semua ini tidak akan pernah terjadi di antara mereka.


seandainya saja dia bisa menekan tingkat kewarasannya, mereka tidak mungkin melewati malam panas bersama.


Dia terlalu bodoh dan naif karena tidak bisa menahannya.


"ini kesalahan ku, tolong lihat aku dan maafkan aku, Karla"


Laki-laki itu mencoba menyentuh pipi Karla secara perlahan, dia ingin perempuan itu melihatnya dan menatap bola matanya, berusaha menenangkan diri dalam keadaan yang jelas tidak baik-baik saja tersebut.


namun alih-alih menerima sentuhan tangannya atau penjelasan darinya, perempuan tersebut langsung melapis tangannya dengan kasar dan tiba-tiba menarik selimutnya dan bergerak dari sana dengan cepat.


"Mari kita lupakan semuanya dan anggap ini adalah mimpi buruk kita"


ucap perempuan itu lagi masih sambil menangis terisak dan memungut satu persatu pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2