GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Kesalahan orang yang tidak terduga


__ADS_3

bayangkan bagaimana ekspresi wajah Karla saat ini ketika dia menyadari siapa yang ada di hadapannya, itu adalah teman baiknya Luna.


dua laki-laki disisi kiri dan kanan sosok tersebut menahan tubuh perempuan yang ada di hadapannya itu agar terus bertekuk lutut di hadapan Karla dan Lucas, kemudian di samping Luna terdapat seorang laki-laki yang jelas sangat tidak asing untuk Karla, siapa lagi jika bukan.


"Daniel?"


dia bicara dengan nada tertahan, seketika dia paham jika laki-laki tersebut benar-benar telah berniat menjebaknya semalam dan nyaris saja berhasil, para anak buah Lucas benar-benar telah meringkus orang-orang yang membawa permasalahan untuk mereka, tapi yang jadi dilema besar untuk dirinya saat ini adalah bagaimana bisa Luna ada di hadapan dirinya dan ikut tertangkap saat ini dia tak bilang Luna adalah sahabat terbaiknya tapi mereka jelas cukup dekat, bahkan di beberapa kesempatan dia sering tidur di rumah Luna begitu juga sebaliknya.


Tidak pernah terpikirkan jika Luna akan melakukan hal di luar akal warasnya.


"apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui saat ini?"


perempuan itu jelas bertanya sembari menatap bingung ke arah Luna kemudian Kearah Daniel secara bergantian.


jangan ditanya bagaimana ekspresi kedua orang tersebut saat ini apalagi Daniel yang bahkan menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk dijelaskan ditambah lagi laki-laki itu wajahnya terlihat babak belur karena habis dihajar oleh seseorang.


Luna langsung berusaha bangun dari posisi nya, mencoba memohon di bawah kaki Lucas.


"Maafkan aku, benar-benar maafkan aku kak, aku melakukan nya karena aku tidak ingin kehilangan kamu"


Tiba-tiba Luna mengeluarkan suaranya, memohon untuk agar laki-laki itu melepaskan dirinya, tangis Luna benar-benar pecah saat ini, dan di titik berikutnya perempuan tersebut langsung memindahkan pegangannya pada kaki Karla, Luna lantas berkata.


"Aku melakukannya karena aku mencintai kakak mu, aku melakukan nya, memberikan afrodisiak agar Lucas masuk dan tenggelam dalam malam penuh kesalahan bersama ku, aku salah Karla, benar-benar salah..."


bayangkan bagaimana ekspresi Karla saat mendengar temannya tersebut bicara seperti itu di hadapannya, seolah-olah perempuan itu mengatakannya dengan gamblang jika Luna telah memberikan kakak sepupunya obat yang dapat meningkatkan satu rangsangan laki-laki agar mendapatkan sebuah ke keinginan bercinta di luar akal sehatnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau..?"


Karla Jelas tercekat, dia memundurkan langkahnya ke belakang dan mencoba untuk mencari pegangan saking terkejutnya dengan ucapan temannya tersebut.


tidak menyangka jika semalam dua orang mencoba menjebak mereka di tempat yang berbeda sehingga membuat mereka yang sengaja saling bertemu hingga berakhir pada tragedi mengerikan yang membuat dirinya dan Lucas saling berbagi Saliva antara satu dengan yang lainnya.


melihat ekspresi dari Karla seketika membuat Luna langsung terus memajukan tubuhnya dan berharap gadis itu memaafkannya.


"tapi meskipun aku telah memberikannya obat itu aku tidak berhasil mendapatkan kakak sepupumu, aku mohon maafkan aku Karla, aku mohon"


Perempuan tersebut berucap dengan cepat.


"Lucas bilang dia akan melepaskanku jika kamu memaafkanku, meskipun aku tidak tahu apa keuntungannya darimu tapi aku tidak merugikan Lucas sama sekali semalam, aku mengakui kesalahanku dan aku benar-benar minta maaf atas semuanya, tapi aku menyakinkan dirimu bahwa aku benar-benar tidak berhasil membuat Lucas naik ke atas tempat tidurku"


dia pikir wajar saja Lucas meminta agar Karla yang membuat segala keputusannya, apakah laki-laki itu harus melepaskan dirinya atau tidak, karena dia tahu Lucas selalu menganggap Karla sebagai adik nya dan segala sesuatu atas hidup Lucas, Karla lah yang mengatur nya.


Mereka benar-benar sepupu tidak terpisahkan, seperti kakak adik yang begitu luar biasa dekat, bergantung antara satu dengan yang lainnya dan saling memberikan kepercayaan pada diri masing-masing.


bayangkan bagaimana perasaan Karla saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh temannya tersebut.


Tidak mengalami kerugian?!.


Hah?!.


gadis itu mendengus dan ingin berteriak saat ini juga, jika bukan karena kesalahan Daniel dan Luna mana mungkin mereka terjebak pada malam panas bersama semalam, bagaimana mungkin mereka berbagi saliva dan bahkan mereka saling menyatu antara satu dengan yang lainnya dan dirinya kehilangan harta paling berharga miliknya di tangan kakak sepupu yang begitu dia sayangi.

__ADS_1


katakan padanya apa pantas dia memaafkan Luna saat ini atas semua kesalahan dan kebodohannya hingga membuat dia terjerumus dalam persoalan dengan hubungan yang tidak mungkin terjadi di antara dia dan Lucas.


mereka telah melakukan dosa semalam, dosa besar yang tidak ada ampunannya, dan bayangkan bagaimana masa depannya setelah hari ini saat dia telah kehilangan keperawanannya di tangan kakak sepupunya sendiri karena kebodohan 2 orang yang benar-benar sangat menjijikkan bagi dirinya.


perempuan itu ingin menangis dan berteriak histeris saat ini juga, dia ingin menyalakan Lucas tapi realitanya laki-laki tersebut juga di jebak, dia ingin menyalakan Luna dan juga Daniel tapi dia tidak mungkin melakukannya karena ketika dia melakukannya dan meluapkan amarahnya kepada kedua orang tersebut maka semua orang pasti akan tahu apa yang terjadi antara dirinya dan Lucas semalam.


pada akhirnya tanpa berniat untuk bicara apapun Karla menggelengkan kepalanya, dia menatap ke arah temannya tersebut untuk beberapa waktu kemudian memejamkan bola matanya sejenak.


"kau membuatku kecewa Luna"


Kau menghancurkan hidup ku karena kebodohan mu.


antara lisan dan hati jelas berkata berbeda, perempuan itu merasa dadanya begitu sesak, dia pada akhirnya memilih untuk membuang pandangannya dari temannya tersebut, lantas Karla mencoba melepaskan dirinya dari Luna dan dengan langkah gontai Karla bergerak menjauh dari sana.


Luna jelas histeris mencoba untuk meraih tubuh Karla tapi dia gagal melakukannya karena orang-orang suruhan Lucas langsung meraih tubuhnya dan menyeretnya dengan cepat.


Daniel jelas menggenggam erat telapak tangannya, dia cukup tidak menyangka jika rencananya gagal total dan pada akhirnya dia tidak bisa mendapatkan Karla sama sekali.


"Kamu ingin aku melakukan apa pada Luna?"


Lucas bertanya ke arah Karla, dia menahan lengan perempuan tersebut untuk beberapa waktu.


Alih-alih menjawab Karla terlihat menghentikan langkah kakinya, dia menatap Lucas dengan bola mata berkaca-kaca dan didetik berikut nya perempuan tersebut menangis dihadapan Lucas.


laki-laki tersebut seketika langsung meraih tubuh Karla, memeluk sepupunya tersebut dengan erat, dia membiarkan Karla menangis terisak-isak didalam dadanya.

__ADS_1


__ADS_2